Sun. Sep 22nd, 2019

Yuk Mengenang Café Racer

PRETENDING TO BE RACER ?

By Isfandiari MD

Judulnya bisa jadi betul! Anak-anak kota speed junkie atau speed lover yang doyan ngebut dan berkhayal jadi pembalap di sirkuit. Ini jadi tren two wheeler tahun 60-an di Britania raya alias Inggris khususnya kota London. Nah kenapa disebut café racer? Ada kisahnya juga bro! Waktu itu mereka hang out di café bernama Ace Café. Nah kalau bro ada waktu jalan-jalan ke London, café ini masih ada sampai sekarang.

     Waktu itu anak muda Inggris memang gandrung kecepatan. Mereka pengen show off di depan café dengan motor kabanggaan mereka. Supaya adfal, motor-motornya dibentuk mirip motor balap. Pas parkir, wuih cewek-cewek pada kagum tuh! Dari sering gaul, mereka menyebar virus café racer sampai ke seluruh pelosok dunia. Kisah-kisah kehebatan rider ini juga berkembang bersama bumbu-bumbunya. Lelaku ngebut mereka jadi perbincangan di tempat-tempat hang out.

     Motor-motor mereka juga jadi incaran. Rata-rata nyemplak lansiran Inggris karakter kencang. Apa lagi kalau bukan Triumph, BSA, AJS, Norton dan lainnya. Ini benar-benar ajang gengsi buat mereka. Motor diulik makin kencang dan bisa ‘terbang’ di kecepatan 120 km/jam lebih. Kalau mereka sanggup menggeber di kecepatan itu, para rider layak masuk komunitas atau klub berjuluk The Ton Up Club. Bisa ditebak, pabrikan Inggris jaman itu kebanjiran rejeki! Mereka ramai-ramai produksi part up grade supaya tunggangan para café racer mania makin kencang. Soal tampilan jelas kentara. Ada beberapa patokan yang mereka anut. Setang pakai jepit alias clip on bars, knalpot panjang-swept back pipes, jok tunggal ala racer, karburator ukuran gede dan tangki ringan berbahan aluminium atau fiberglass.

     Tentu tak cuma itu, desain café racer pastinya simpel dan membuang berbagai variasi yang nggak perlu. Ergonominya bertolak belakang dari chopper yang nyantai. Kalo chopper dibuat agar riding tahan riding lama menempuh perjalanan panjang, café racer sebaliknya. Riding position dibuat siaga, jauh dari rileks, posisi jadi nunduk ke depan untuk  balapan. Sama sekali nggak nyaman! Beberapa yang lebih serius, mendandani café racernya dengan fairing depan persis macam motor balap beneran.

Oh ya motor paling legendaris di era itu adalah gabungan antara Triumph dan Norton berjuluk Triton. Framenya ngambil dari Norton sedang mesin mencaplok Triumph Boneville. Bagi mereka ini motor yang istimewa, handling enak dan motor kencang. Saingannya bernama Tribsa, gabungan mesin Triumph dan frame BSA atau satu lagi bernama Norvin yang pede pakai mesin Vincent dengan frame Norton. Busyet!

 

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: