Wed. Mar 20th, 2019
Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5 MENGAGUMI SISA CANDI SINGOSARI By Isfandiari Md

Dua raksasa sang penjaga gerbang Dwara Pala-Cingkabala Bala Upata ukuran sangat besar masih utuh tak jau dari candi Singosari Malang.

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5
Candi Singosari Malang

”Sebagai bukti betapa megahnya kerajaan Singosari di waktu lalu,”bangga Ki Ardhi Poerboantono, dalang kondang Malang saat mengantarkan kami bertiga meng-explore wilayah Malang-Mojokerto-Pasuruan. Journey part 5 hasil lelaku Anton MagaskiDeddy RaksawardanaIsfandiari ini tak cuma sampai malang. Gara-gara ki Ardhi kami meleber ‘nyungsep’ sampai wilayah Pasuruan. Kisah yang seru!

Malam hari 2 Kawasaki Estrella dan1 W 175 masuk kota Malang setelah menginap di Jambuluwuk Batu,Jawa Timur. Destinasi pertama,kafe literasi berjuluk Oase di jantung kota Malang. Tempat cozy khas Mahasiswa Funky..informal ,berantakan tapi artistik! Seni cukil kayu bertebaran di sudut kafe bergambar tokoh-tokoh inspiratif mulai Pramoedya Ananta Toer,Gus Dur sampai Mahbub Djunaidi sang Pendekar Pena. Memang bikin betah.Sambil ngopi,diskusi dengan benerapa mahasiswa cukup intens. Mereka tertarik berbincang ikhwal film dokumenter yang kami kerjakan. Share ilmu dan tips mengalir alami,santai dan berkesan. Mereka rata-rata mahasiswa dari perkumpulan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).


Ba’da Isya, agenda lain menunggu.”Sampeyan mau sowan ke Kiai Agus Sunyoto khan? Kebetulan sedang ada haul di pesantrennya. Yuk barengan..kami juga mau ke sana,” ajak mereka. Jadi lebih mudah khan, nggak perlu baca goggle maps,tapi cukup mengikuti mereka menuju kediaman Kiai Agus Sunyoto. Beliau bukan kiai biasa! Mengabdi dengan iklas demi kemaslahatan umat lewat buku-buku bermutu karya beliau : Fatwa Resolusi Jihad, Atlas Walisongo dan banyak lagi. Malah tak lama lagi, lahir buku beliau lain yang berkisah tentang mahapatih Gajah Mada.

Sungguh mengagumkan..
Romo menerima kami dengan gembira. Beres beramah tamah dengan tamu-tamunya, beliau meluangkan waktu dalam sesi wawancara dengan kami seputar nasionalisme, kebudayaan juga ikhwal buku-bukunya. Sebuah moment yang sangat berharga!
Sipnya, kami dapat ‘bonus’ karena bertemu sahabat lama, Ki Ardhi Poerboantono, dalang kondang dari Malang anggota Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia), pendiri Kelompok Kesenian Santri Sapu Jagat. Seperti biasa..si Gondrong ini selalu seru..doyan ngoceh dan rada-rada jahil, ha.ha..ha. Syukurlah dia menawakan menginap di rumahnya. Pantang ditolak, kamipun bergerak bermotor ria setelah pamitan dengan Kiai Agus Sunyoto.

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5

Ki Dalang Yul Ardhiantono

“Kali ini nggak usah riding melulu! Sempatkan silatirahmi ke Kiai Wiro, Mojokerto. Kita pasrah manut dan sudah terguncang-guncang di kabin mobil menuju situs bersejarah Stupa Sumberawan bermata air jernih di tengah rimbunnya pohon pinus. Dari situ langsung diajak Ki Dalang menuju Mojokerto menelusuri kaki Gunung Arjuna.

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5

Stupa Sumberawan

Malam touch down berbagi kisah dengan kiai Wiro plus suguhan nasi Bebek Madura. Pribadi unik, seorang kiai yang gandrung budaya lokal, ahli pengobatan dan kanuragan. Beliau suka mengumpulkan benda pusaka, artefak kuno peninggalan masa lalu. Pas jam 12 malam kami mandi di mata air kediamannya diterangi lampu temaram dan asap dupa. Pengalaman spiritual yang mengesankan dam berpamitan tak lama berselang.

Pagi hari,ki Dalang belum lagi melepas kami.”Ada satu lokasi yang wajib dikunjungi..Pemandian Banyu Biru Pasuruan.” Kali ini kwartet riding ditambah tunggangan kesayangan Ki Dalang, Honda Phantom berdesain chopper asli pabrikan.Riding 2 jam terbayar sudah dengan kejernihan air di telagan nan sejuk. Istimewa! Di telaga keluar mata air dari kedalaman sekitar 7 meter. Semuanya jernih di tambah warna biru di tengah telaga ditemani ikan-ikan keramat yang sudah nyaman menghuni telaga ratusan tahun lalu. Tentu disempatkan berenang dan mengabadikan indahnya kedalaman air Telaga Biru dan ikan-ikannya. Moga tak lama lagi bisa disimak dalam film dokumenter Tersesat Dalam Surga.Aamiin..

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5
Pemandian Banyu Biru, highly recommended sebagai destinasi touring

Berat hati, kami bertiga berpisah dengan Ki Dalang untuk melanjutkan perjalanan menuju Lasem, selesaikan satu scene penting : Abadikan vihara Ratavana Arama dipimpin bante muda Piyadhiro yang di baiat menjadi Bante di 8 Maret 2008 lalu. Belum jodoh memang..Bante sedang tidak di tempat,beliau sedang ada perjalanan ke India.

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5

Vihara Ratavana Arama, suasana ala Thailand di Lasem


Pasuruan Lasem termasuk middle turing. Tipografi nggak begitu istimewa, jalanan biasa wilayah Tengah menuju Utara. Singgah sebentar di Lamongan, makan lele. Sekadar info,kuliner di zona ini terbilang murah, makan di kisaran 20 ribuan, sudah mewah!

Touch down Lasem tetap ber-base camp di Rumah Jati pasutri Mbah Bedug dan Nyai Fatimah Asri.”Syukurlah kita boleh masuk ke Vihara walau bante nggak ada.Beliau ijinkan kita masuk dan menikmati setiap sudutnya,” jelas Aci.

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5
Shooting tentan kopi dengan Mbah Bedug

Bukan tempat biasa..lembaga pendidikan umat Budha ber arsitektur asri nan indah.Berbagai patung perjalanan Sidharta ‘Budha’ Gautama mulai lahir,bayi berjalan,semedhi,mengajar sampai Budha tidur dan meninggal. Di belakang Vihara bersiri replika candi Borobudur dengan petuah petuah positif dalam Budha. Jadi perjalanan spiritual yang mengesankan.
Terima Kasih Bante..telah mempersilakan kami berkunjung…

Lasem belum selesai..Spontan kami sowan silaturahmi pada sang legend, maestro Batik Tiga Negri, Om Sigit Witjaksono. Walau sudah sepuh usia 90 tahun, beliau masih sudi menerima kami dan berkisah ikhwal Batik Tiga Negri.”Banyak yang salah persepsi..Batik Tiga Negri bukan nama desain atau gaya batik,tapi sebuah proses pengerjaan,” tegas Om. Ia juga memberi petuah ikhwal toleransi,persaudaran antarsuku,agama dan Ras.”Petuah Cina kuno..di empat penjuru angin kita semua saudara..tak ada cina, jawa, arab..islam, kristen, konghucu.sesemuanya sama,”petuah Om .”Dulu saya buat batik ini dengan mencampurkan unsur Cina, Jawa, arab..Awalnya untuk sendiri saja, syukurlah disupport Sultan Jogja. Akhirnya saya jadi percaya diri dan mengembangkan batik ini,”beber Om yang sudah menjadi tokoh nasional khususnya dalam dunia batik ini.

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5
Deddy Raksawardana (El Presidente Estrella Owner Indonesia) bareng Sang maestro Batik Tiga Negri, Om Sigit Witjaksono

Siang, kami bersiap ke Jogja masih diantar Nyai Lasem,di traktir sate Srepeh khas Rembang. Enak..gurih dan manis. Goodbye Lasem!

Turing Jakarta Pasuruan -Tersesat Dalam Surga Nusantara Part 5

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: