Fri. Apr 19th, 2019

TRIAL GAME ASPHALT 2018 – MALANG PENCAPAIAN MEMBANGGAKAN PEMBALAP NASIONAL By Isfandiari MD

 

Saat komprensi pers kemarin dibayangkan suasana trial games yang  mirip panggung para rockstar bertabur cahaya dan kembang api. Yap, pada kenyataannya memang begitu. Pembalap mengisi ‘Panggung’ dalam penampilan yang ciamik dan bikin penonton Malang terkesima.

Tapi  ada hal yang jauh lebih membanggakan! Dalam persaingan ketat dengam pembalap dunia, pembalap Indonesia alami pencapaian membanggakan. Yap, dalam  putaran terakhir balap supermoto bergengsi T ini, jawara baru supermoto Tanah Air telah lahir. Ia adalah Gerry Salim tampil perkasa menyudahi perlawanan para pebalap top Eropa di kelas FFA 450 Internasional. Sementara di kelas utama FFA 250, Doni Tata mampu mengulang kesuksesan tahun lalu dan mengukuhkan diri sebagai juara umum di Stadiun Kanjuruhan, Sabtu (15/12).

Nyali aja memang nggak cukup bagi Gerry Salim dan Doni Tata untuk meraih titel Juara FFA 450 International dan Juara Umum FFA 250 di seri terakhir Trial Game Asphalt 2018. Selama dua hari, yakni free practice pada 14 Desember dan race day di 15 Desember, mereka harus mengeluarkan skill tingkat “dewa” karena trek basah akibat digerayangi hujan.

Di FFA 450 International perlawanan sengit datang dari rider-rider top dunia yakni Lewis Cornish (UK), Germain Vincenot (France), dan Jan Deitenbach (Germany). Belum lagi deretan pebalap papan atas Indonesia seperti Farudila Adam, Tommy Salim, Ivan Harry Nugroho, Raffi G Tangka, hingga Pedro Wunner.

Gerry Salim menjadi kampiun dengan gemilang berkat keberhasilannya meraih podium utama dalam balapan yang digelar sebanyak dua kali. Di race pertama (moto1) Gerry menjadi yang tercepat dengan raihan waktu 11:17.527, kemudian di race kedua (moto2) berhasil mencatatkan waktu 11:25.089. Gerry sukses mengasapi kakaknya, Tommy Salim dan pebalap asal Perancis, Germain Vincenot. Bahkan, di race kedua Germain mengalami crash dan tidak bisa melanjutkan balapan.“Germain menjadi lawan tangguh buat saya di balapan ini. Dia punya permainan yang bagus. Setiap kali masuk tikungan, Germain mampu bermain dengan slide yang sempurna. Tapi dari awal saya terus berusaha mencapai limit. Perjuangan saya terbayar karena bisa menjadi yang terbaik di kelas FFA 450 Internasional,” papar Gerry Salim usai victory lap.

 

“Jelas bangga banget bisa mengalahkan rider-rider internasional. Terima kasih untuk 76RIDER yang telah mendatangkan pebalap internasional dan memberikan balapan yang seru dan kompetitif di seri ini,” tambahnya.

Sementara itu, Doni Tata Pradita akhirnya berhasil menuntaskan peluangnya untuk meraih predikat Juara Umum FFA 250 Trial Game Asphalt 2018. Dengan bekal sebagai juara putaran sebelumnya di Semarang, Yogyakarta, dan Solo, Doni tampil tenang dan percaya diri dalam race di Malang.  Pebalap asal Yogyakarta ini meraih 34 poin setelah finish di urutan kelima dalam race pertama (moto1) dan kemudian finish di peringkat empat dalam race kedua (moto2). Dengan demikian, Doni memuncaki klasemen dengan total 225 poin, meninggalkan pesaing terdekatnya Tommy Salim dengan 203 poin dan Farudilla Adam dengan 119 poin.

Sambil memegang trofi juara umum usai balapan, Doni mengakui lawan-lawan yang tangguh membuat dirinya harus puas dengan hasil race di Malang. Podium finish diisi oleh juara 1 Gerry Salim, juara 2 Tommy Salim, dan juara 3 Dimmas Ekky. Sedangkan posisi ke-4 diraih Farudilla Adam. “Saya berusaha mengamankan poin dengan tetap finish. Menyempurnakan poin tertinggi agar tetap menjadi juara umum. Hal Ini tidak mudah karena balapannya sangat kompetitif. Kami tidak hanya bersaing di sirkuit, tetapi juga berkompetisi dalam stamina mesin, performa mekanik, dan tentunya jam terbang pebalap. Itu merupakan tantangan, dan saya sangat gembira berhasil menjadi juara umum,” ujar Doni Tata.

Selain FFA 250, perebutan gelar juara umum juga terjadi kelas Trail 175 Non Pro dan Trail 175 Open. Sirkuit Stadion Kanjuruhan menjadi medan laga para rider di masing-masing kelas untuk meraih catatan waktu tercepat. Erick Chandra berhasil merajai kelas Trail 175 Non Pro dengan 202 poin setelah finish tercepat dalam dua kali race. Sementara di Trail 175 Open, gelar juara umum digenggam oleh Farudilla Adam. Finish kedua di Malang, pebalap kelahiran Malang ini berada di puncak klasemen dengan total 212 poin.

Keseruan tidak hanya terjadi di lintasan balap, Trial Game Asphalt juga secara serius menggarap sisi entertaiment di luar arena. Dengan konsep sportainment, perpaduan antara sport dan entertaiment mampu memuaskan “dahaga” ribuan penggemar supermoto yang hadir. Performance musik terus mengiringi jalannya lomba hingga saat penentuan juara umum.

Yang paling ramai tentu saja pada saat meet & greet, yakni sesi jumpa fans dengan para pebalap internasional di sore hari jelang balapan. Puncaknya, penutupan gelaran Trial Game Asphalt 2018 membuat langit Malang berwarna-warni dengan pesta kembang api raksasa.

Benar-benar pesta keren yang manjakan adrenalin. Congratz Trial Games..support and cheer’s!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: