Fri. Jul 19th, 2019

Tragedi Fanatisme Fans Sepakbola

RIKO ANDREAN…PEMUDA YATIM PIATU ITU T’LAH PERGI….

 

Sulit dimengerti betapa fanatisme buta bisa membutakan nilai-nilai kemanusiaan kita!  Kejadian tragis menimpa saudara kita Riko Andrean, remaja karyawan Yogya Lucky Square. Ia yang faktanya supporter Persib Bandung dikeroyok oknum beringas yang juga pendukung Persib hanya karena disangka pendukung rival abadinya, The Jack.

Tentunya ini jadi pelajaran berharga dan sungguh memilukan. Kejadian ini terjadi di Tribun Utara Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Peristiwa salah sasaran ini berawal ketika saat istirahat babak pertama Riko yang sedang menyantap bekal makanan dan turun dari tempat duduknya untuk membeli minuman, saat sedang membeli minuman tersebut tiba-tiba mendengar teriakan dari belakang “The Jak, The Jak”. Lalu ia menolehkan kepalanya ke belakang,  Tak disangka keributan, The Jak yang sedang dikeroyok oleh oknum bobotoh itu, berlindung ke arah Riko. Tak lama berselang ada bobotoh yang berteriak “The Jak” sambil menunjuk saudara Riko, tak ayal Riko pun terkena keroyokan bobotoh yang sedang emosi, karena adanya supporter rival yang sedang menyusup. Teman Riko pun sempat berteriak bahwa Riko bukanlah The Jak, namun oknum Bobotoh yang sudah emosi saat itu terus menganiaya Riko kesempatan mengeluarkan KTP pun tak digubris oleh para oknum Bobotoh ini. Hingga akhirnya Riko tumbang berceceran darah dan tak sadarkan diri, rekan korban yang masih melindungi Riko menunjukan KTP Riko bahwa bukan The Jak barulah para oknum Bobotoh ini berhenti.

Riko yang diketahui sebagai anak Yatim Piatu mengalami luka cukup parah hingga tidak sadarkan diri lalu dibawa ke RS AMC Cileunyi untuk diberikan pertolongan pertama. Riko diantar ke RS tersebut oleh pihak kepolisian dan rekan-rekannya. Setelah diberikan pertolongan pertama di RS AMC Cileunyi, karena kondisi Riko yang cukup kritis akhirnya pihak RS AMC merujuk ke RS Santo Yusup untuk menjalani perawatan lebih intensif. Ricko Andrean sempat dirawat di rumah sakit selama lebih-kurang empat hari. Namun pada Kamis, 27 Juli 2017, Ricko dinyatakan meninggal dunia akibat cedera parah di bagian kepala. “Pukul 10.15 WIB tadi, korban dinyatakan meninggal dunia di RS Santo Yusup,” ujar Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo. Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo mengatakan para pelaku diharapkan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.”Saya sampaikan ke pelaku saat ini polisi sudah mulai mengantongi (identitas) dan bisa mengidentifikasi para pelakunya itu. Cepat atau lambat pasti tertangkap dan dia harus mempertanggungjawabkan secara hukum,” ucap kutipan Kapolrestabes Bandung Hendro Pandowo, 31 Juli 2017. Aksi pengeroyokan ini pun dapat kecaman keras dari walikota Bandung Ridwan Kamil,”Coba kamu-kamu, oknum bobotoh yang menyiksa Ricko, bobotoh Cicadas, yatim piatu pula saat Persib lawan Persija. Berani enggak gentle datang minta maaf? Dia saat ini kritis dengan luka-luka di sekujur tubuhnya di RS Santo Yusup” tulis Ridwan Kamil di Instagramnya, @ridwankamil, Senin (24/7).

Ini memang peristiwa yang sangat mengenaskan. Tentu bukan soal salah sasarannya! Andaikata benar terjadi pada supporter lawan, pengeroyokan brutal sampai mengambil nyawa tentu saja bukan tindakan gentle dan beradab. Siapapun pelakunya wajib dihukum berat untuk menghadirkan efek jera baginya dan mencegah kejadian tak lagi terulang.  Moga tak ada lagi Riko keganasan supporter bola.

 

By: Eko Reborn
Foto: Tribun Jabar

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: