Thu. May 13th, 2021

TOURING HERITAGE PART 4 – Pencerahan Para Two Wheeler

Bikers Mengemban Jembatan Toleransi Dalam Berbagai Momentum
Teks – photo by Isfandiari Md

RidingRead – Jembatan Bagan gerbang Lasem sedang dibebani 10 rider tim Heritage persis saat mentari condong ke Barat (27/11).”Selamat datang, kalian sudah kami tunggu . Ayo masuk gerbang Pesantren Kauman,” ajak santri yang sejak dzuhur menunggu rombongan.Inilah kisah seru para peturing dalam rute Pekalongan-Lasem melewati Kudus.”Thank’s sudah hadir di chapter Kudus dan ajak kami ke Lasem sowan Kiai,” girang Bowo crossbone (mantan head) klub MMC Outsiders Mc yang juga klub peturing 10.

“Terus terang saya penasaran sekali ingin sowan ke pesantren. Kagok alias sungkan..maklum belum pernah.Boleh ikut?”jelasnya lagi.”Ayo siapkan motormu!”ajak yang lain.Dan itulah,mereka sudah sama-sama riding menuju Lasem.

PESANTREN KAUMAN DAN AL HIDAYAT

Begitulah,10 rider sudah ada diantara santri dalam upacara penyambutan yang keren,karena diiringi musik paduan Cina-Jawa dan Arab.”Selamat datang ya..kehormatan nih kedatangan bikers,”sambut Gus Ahmad Siddiq yang sekarang bergelar Mbah Bedug.”Kehormatan kiai sudi menerima kami,” balas Hari Novaro Rambing,road captain tim 10.

Sowan ke Pesantren Al Hidayat asuhan Gus Affan

Penyambutan langsung berlanjut ke acara makan ala santri.Beberapa nampah besar berisi goreng ayam, ikan asin,lele goreng dan peganan lainnya. Nampah besarnya pas untuk dimakan 3 -4 orang per-nampan.Mereka saling berbagi cerita ikhwal perjalanan penuh makna ini.
“Touring heritage bukan turing biasa!Disini kami semua mendapatkan manfaat.Rider diberi acara berjuluk NgajiToleransi.Mereka diberi pencerahan pentingnya toleransi.

Di Pekalongan misalnya dikenalkan kepada seniman dalam Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia).Nah Di Lasem sowan dengab kiai dan pemuka agama yang teduh dan penuh pesan perdamaian,” jelas Faisal Mahbub Gondewa event organizer yang dipercaya Adira Finance dan Viar Motor Indonesia untuk acara ini.”Kita sejalan. Bikers mengajarkan persaudaraan kami juga.Pesantren ibarat bengkel.Ada yang salah dalam pemahaman dan adab ya kita perbaiki.Di sini adab etika yang utama,barulah ilmu.Kalau kebalikannya bisa gawat,orang jadi sombong!” tegas Gus Affan Martadi pengasuh pesantren Al Hidayat saat tim ‘meminta’ nasihat Gus ikhwal toleransi.”Kegiatan kita juga dalam rangkaian 100 tahun ponpes Al Hidayat ini,” tambahnya lagi.

Tim juga diberi moment berkesan ziarah kubur ke makan para aulia termasuk salah satu dari 3 pendiri Nahdlatul Ulama,Makam mbah Ma’soem, mbah Ali Baidlowi, mbah Kholil.”Sangat berkesan dan bermanfaat,” tambah Yana Sumaryana alias Kang Yankee kordinator lapangan.
Tak kalah mengesankan,rombongan juga diajak pengasuh Pesantren Kauman dan Al Hidayat berkunjung ketempat ibadah agama lain.”alhamdulillah diijinkan oleh bante Piyadiro .Yes! kita bisa masuk Ratana vana Arama lokasi peribadatan yang luas dan sangat artistik.”Mengagumkan sekali lokasi ini.Patung Budha Gautama,miniatur candi borobudur sampai yang paling fenomenal patung Budha Tidur dibatas bukit,” bangga Rosalina alias Ocha,satu satunya lady bikers dalam rombongan. “Menjadi keistimewaan progran touring heritage.

Banyak manfaat didapat terutama pengalaman baru yang bisa dibagikan pada all bikers hingga mereka punya pandangan yang lebih baik betapa pentingnya toleransi,antihoax dan pemilu damai,” tambah tim inti touring heritage Bella,Hilmi dan Sayuti mewakili pimpinan pesantren Al Hidayat Gus Zaim dan Bu Nyai Maria Ulfa.

Moment penuh makna juga terjadi langsung dan nyata.Bro Oddie Destrana penganut Hindu berdialog dengan Mbah Bedug.”Bisakah saya dibantu mencari tempat peribadatan saya di sekitar sini?” -Sertamerta Mbah Bedug mengantarkan Oddie ke Lingga Siwa bernama Ngargomulyo.Mengharukan juga saat pihak pesantreb juga sediakan syarat syarat sembahyang termasuk dupa dan kembang.”Mengesankan,saya diantar mbah Bedug ke lokasi.Sebelumnya saya bareng dulu sama mbah ke mesjid Jami.Beliau rutin menjadi imam mesjid setiap dzuhur,” kenang Oddie.

Oddie sembahyang di Lingga diantar oleh Mbah Bedug

“Thanks untuk semua pihak!Moga kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bai komunitas bikers lainnya, untuk turut menyebarkan nilai – nilai positif, bagi generasi milenial khususnya sebarkan semangat brotherhood,” jelas BroPaul dari Adira Finance didampingi kang Budhi Setiawan dari Adira Finance Jawa Tengah.Wah,kebetulan Mas Budhi berulang tahun saat temu akrab di kafe Oei Lasem.

Dari sisi peturing,perjalanan ini punya misi riding impression dua mereka baru Viar Motor Indonesia dan Cleveland Motorwerk.”Viar Vortex cocok untuk para pengelana.Riding position pas untuk durability jarak jauh,nyaman dan bertenaga,”nilai Rambing yang diberi kehormatan jadi road captain misi ini.”Awalnya ragu juga diberi tantangan nyemplak Vintech.Sejak start di mabes sampai Bandung penasaran.Syukurlah Viar Motor menjawabnya dengan tantangan riding sampai Lasem. Motor ini cocok juga untuk cewek.Ngga berat!Biar cewek,aku bisa bersaing dengan rider lainnya,” jelas Ocha. Dia juga jajal Cleveland Scramblers dan punya sensasi tersendiri saat menjajalnya.


Ikhwal ketiga motor ini,ridingread.com akan menulis lengkap…Cekidot.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: