Tue. Apr 7th, 2020

Touring budaya Bumi Majapahit Bersama Honda Adv 150 dan PCX PART II By Lutfi Hermansyah

Touring budaya ke detinasi sejarah memang sungguh membuat penasaran. Awalnya tidak menyangka akan seru, selanjutnya malah bikin kepo.

Perjalanan ini menantang. Kok bisa ? Yaaapz, karena berkendara dengan motor terbaru dari Honda. Aku dan Yansa menggunakan ADV 150, sedangkan si Shafira menggunakan PCX 150. wiiiiieeetz bisa nunggangin motor itu, sebab perjalan kita memang disupport oleh PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) distributor Honda Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Simak, This is our Journey…

Kamis pagi (16/01/2020), kita bertiga mulai riding, start di MPM Jatim, Jalan Simpang dukuh, Surabaya. Menggerus aspal ke arah selatan. Mojokerto untuk yang pertama kali kita singgahi. Penting nih !! Usut punya usut, Mojokerto adalah Pusat dari kerajaan Majapahit. Kita harus tahu, Sebagai generasi penerus bangsa,,, ciaaaah.

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu jam, kita sampai di Petirtaan Jolotundo, Trawas. Jalan yang mulus menjadikan riding kita tetap aman, motor Honda ADV pun ringan dipakai.

Situs ini , menyimpan Historisnya yang menarik, Candi Jolotundo merupakan wujud rasa cinta Raja Udayana dalam menyambut kelahiran Airlangga. Sehingga pada tahun 997 masehi, Raja Udayana membangun Candi Jolotundo. Namun terdapat sumber lain yang menyebutkan bahwa Candi Jolotundo merupakan tempat pertapaan dari Airlangga setelah mengundurkan diri dari singgasana Kerajaan Kahuripan dan digantikan oleh anaknya. Begitu….

Hawanya yang sejuk, melahirkan ketenangan. Airnya jernih serta gemricik suara air dan ratusan ikan hiasan dalam kolam memberkan kesan estetik dari tempat ini.

Eeh si Yansa konyol, katanya, barang siapa yanng membasuh wajah dengan air kolam disitu bisa awet jombloo….hahaha

Merasa puas, perjalanan berlanjut ke wilayah tengah Mojokerto. Tepatnya di Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri. Disana terdapat candi yang konon katanya adalah simbol dari rekonsiliasi antara dua kerajaan, kerajaan Majapahit dan padjajaran, namanya Candi Waji. Penasaran nih….beruntung, waktu disana, kita bertemu dengan juru kuncinya, dia adalah Ki Wiro Kadek Wongso Jumeno.

“Candi itu sebenernya maknanya wewecan diri atau bacaan diri, sedangkan Waji adalah wayahe dadi siji, waktunya jadi satu” kata Ki Wiro.

Bangunan pun penuh filosofi. seperti 3 pilar, itu mewakili 3 unsur yang ada dibumi.

Hari sudah menjelang sore, kita bergegas melaju ke Trowulan. Berkunjung ke candi Wringin lawang, candi Brahu, dan pendopo Agung, tempat sumpah amukti palapa.

Serunya, pada sore hari, hujan. Di sini, responsifitas mesin Honda ADV 150 diuji. Dipakai selap-selip diantara kendaraan, Honda ADV sangat nurut karena memiliki rake kemudi yang lebih tegak. Kemudi enteng dipakai belok. Mesinnya pun terasa putaran bawahnya lebih berisi Kita merasakan sensasi berkendara yang enak banget. Apalagi Honda ADV 150 yang dilengkapi ABS (Anti-Block System) , meski jalanan licin, ketika di rem ban tidak terkunci, itu artinya ban tidak akan selip. Pembawaannya pun ringan, handling yang sangat nyaman kita rasakan.

Seharian kita mendapatkan pengalaman asyik. Wawasan baru dari peninggalan zaman dulu. Makin menambah ke kepoin kita untuk terus menelusuri jejak kerajaan majapahit.

Perjalanan masih berlanjut esok harinnya.

Tunggu jurnal journey kita selanjutnya..

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: