Thu. May 13th, 2021

THE END OF PARJO RED CARPET 2018 NEXT YEAR KITA BUAT YANG LEBIH KEREN. SHARE IDE YA! By Isfandiari MD foto by Rizky

Supaya nggak keder, judul itu adalah kata-kata Mang Agus Gusno, penggagas Parjo saat ketemu ridingread,com persis di hari terakhir Parjo Red Carpet 2018 (Minggu 7 Oktober). Tentu dalam hati rr, pencapaian Parjo kali ini sudah sip! Gimana nggak, mereka berbarengan dengann event gede lainya, semisal International Music Indie Festival dan di bawah naungan ajang  Pekan Raya Indonesia di ICE BSD dan  berlansung 11 hari dan disupport Shopee. Applaus!…..

“Keren dah acaranya, seru dan punya nyali bentrok dengan acara sejenis,” nilai Jeff Kareem, seniman engraving kulit di bawah bendera Cyclebrave asal Bandung. “Keren memang, banyak builder keren pamerkan motornya,” tambah Kamal Firhad, gembong Safari Motor, Tangerang. “Ini memang ajang yang penting! Pasalnya barengan dengan event gede lainnya termasuk entertainment kelas dunia. Makanya saya sengaja datang ke sini, jauh-jauh dari Ciamis,” puji Uus ‘HAwex’ Usnaeni, tokoh adventure dan balal di tatar priangan yang hadir sekalian mempromosikan proyek ambisius Rantai Bumi barengan ridingread.com.”Sosialisasi event keliling Indonesia , menyatukan perbedaan dan toleransi,” promosi Hawex. Sip..sip!

Tapi dari semua itu ada catatan yang agak sentimentil dari ridingread.com. Parjo bagi kami jadi bukti persaudaraan tulus antarbikers. Begini…Saat kali pertama merintis, Parjo didukung bebeapa komunitas, daily rider juga kawan-kawan Parjo yang setia. Mereka percaya betul  ajang ini bakal menggurita, membesar dan jadi salah satu event yang dihormari disamping event-eveng gede lainnya. Nah, catatan khususnya, Parjo tak pernah melupakan brothers lama yang mendukungnya dari awal.

Sebuah kesan yang sentimentil memang..tapi memang begitu kenhyataannya dan sangat inspiratif. RR misalnya selalu disuport dan diundang Parjo, malah kami diberi stand gratis untuk sosialisasi sampai jualan.  Awak pers juga begitu, mereka memberi respek yang sama media besar-kecil-sedang. Semua kebagian marasakan pencapaian yang baik dari event ini. Jadi nggak heran kalau Gusno sebagai ‘gawang’-nya Parjo terbuka ngajak ngobrol dan sharing ide-ide liar apa yang bakal dikerjakan tahun depan. Nice..

Bikers Station awesome Trike…

Komunitas Tattoo juga berpendapat sama. Curhat mereka…beberapa penyelenggara event kerja keras ingin ajak kerjasama dan partisipasi saat mereka awal terbentuk. Pas udah gede, lupa deh…ditinggal dan cari komunitas yang lebih eksis. “Klub kali juga sangat disupport Parjo dari awal. Mereka nggak pelit berikan stand untuk kami  eksis dan pamerkan karya kita. Makanya kami suka mensuport Parjo lewat partisipasi aktif, ikutan rolling hard mereka dan ikut kordinir bikers lain ramaikan ajang ini,” jelas Veteck, head (ketua) MMC Outsiders Banten Chapter. Sama juga yang kita perhatian pada komunitas atau builder lain. Setidaknya beberapa seperti Bikers Station yang dikomandani Ignatius ‘Bingky’ Hendra yang sangat ‘eye cathing’ di ajang Parjo.

 PEMANDANGAN YANG BEDA BUAT TWO WHEELER

Itulah untungnya barengan event lain. Dalam naungan Pekan Raya Indonesia, suasananya nggak melulu bikers. Rider bisa sejenak  alihkan perhatiannnya dari motor keren dan melihat fesyen up to date jaman now sampai menikmati musik-musik bermutu di ujung hall 10.”Asyik…kapan lagi bisa bergoyang lagu Syantik SIBAD alias Siti Badriah. Atau yang agak sendu band indie nggak cuma dari negri sendiri tapi mancanegara. Mau agak berisik, simak jadwal manggungnya beberapa band rock seperti Andra And The Back Bone, atau buat komsumsi bikers cilik, yukkk nonton Konser Dongeng Naura 3 yang sangat teatrikal. Tuh..itu bisa dinikmati sekaligus menyimak builder keren termasuk garapannya Cory Ness, anak kesayangan sang godfather of chopper Arlen Ness. “Gue sih tetep kagum garapan builder lokal milik Dodi Chrome Cycles, Veroland ‘Kick Ass Chopper’ atau yang lainnya. Ups, ada juga karya almarhum builder keren Julius Rosa yang dibawa tim Outsiders dan Cyclebrave dari Bandung. “Dan nyaman khan? Kalau biasanya panas-panasan,  kini adem ayem  malah cenderung dingin,” canda Gusno yang juga menggelar kontes motor kustom. “Nggak cuma sempalan aja lo, ajangnya serius, pemenang diberangkatkan ke MotoBike Expo 2019 di Verona Italia,” bisik Gingin Kurniadi salah satu penjual fesyen bikers kulit yang memajang karyanya di Parjo. “Sebetulnya bukan kontes pure kompetisi, ini lebih kepada penghargaan saja. Jadi misalkan ada 25 builder dengan karyanya masing-masing, sang builder memilih motor orang lain, jadi jurinya mereka sendiri sebetulnya,” jelas  Gusno.

Oakley dah, yang jelas Shoppe Parjo Red Carpet kali ini keren banget. We salute you all. Sampai ketemu di Parjo 2019!

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: