Wed. Apr 21st, 2021

Test Ride Kawasaki Ninja 2018 – Evolusi Maksimal Mengikuti Perkembangan Jaman

Sepeda motor sport dengan kapasitas mesin 250cc terus berevolusi seiring perkembangan jaman. Semua sudah mengetahui kalau pionir motorsport 250cc di Indonesia adalah Kawasaki Ninja 250. Kawasaki Ninja 250 telah di rilis dalam dua kali mulai dari era karburator dan injeksi. Seiring permintaan akan motor sport tetap tinggi walau secara persentase terlihat menurun,tapi secara jumlah tetap meningkat dan tetap menjadi daya tarik buat para produsen. Kini Kawasaki terlihat menghadirnya Ninja 250 MY 2018 terbarunya yang benar – benar totalitas baru, bukan pembenahan beberapa bagian saja.

Ninja 250 2018 kental akan tampilan motorsport sejati, baik teknologi dan tampilannya. Pada kesempatan kali ini ridingread.com  diundang Kawasaki Motor Indonesia ( KMI ) untuk mencoba pertama kali  di Indonesia motor evolusi terbarunya dengan gen motorsport tulen. Jelas bergaya sport sejati dengan bodi full fairing dan dari sisi teknis, Ninja 250 menjadi unggulan terkini pecinta motorsport.  Dikarenakan motornya telah mempergunakan mesin 4 katup.  Tenaganya pun jauh lebih besar, didukung dengan bobot lebih ringan dan handling lebih mumpuni.  DI sisi lain, selain menguji performa mesin, ridingread menguji kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Kali ini pengujian bernuansa racing dengan hadirnya juara tiga kali WSBK Jonathan Rea dan pebalap Kawasaki Manual Tech AM. Fadly Pengujian kenyamanan bekendara dilakukan di rute yang sama dengan seperti pengujian motor lainnya.  Hasil pengujian juri, secara garis besar didapat bahwa handling Ninja 250 lebih mudah dan cocok untuk  full performa dan riding jarak jauh.  Ini disebabkan oleh posisi duduk yang nyaman dan lebih tegak dibanding rivalnya, posisi duduknya merupakan transisi antara touring dan racing.

Scorpio dengan posisi pengendaraan lebih nyaman untuk bermanuver dan melakukan pergerakan-pergerakan berbelok mendadak.  Saat berhenti, pengendara bisa duduk santai dengan tangan tetap di setang.  Meski belum menguji di rute perkotaan, diyakini termasuk gesit dalam merambah jalan perkotaan, hanya saja posisi lebih merunduk menjadikannya kurang santai saat berada pada kecepatan rendah.  Tampilan sport sejati berkaitan langsung dengan karakter pengendaraannya dan  benar-benar motor sport, untuk berbelok perlu pengimbangan badan oleh pengendaranya.  Badan harus dimiringkan sesuai arah belok, ini perlu pembiasaan.

Manuver berkendara dapat dilakukan dengan mudah dan nyaman layaknya motor–motor sport  Tenaga saat menyusul kendaraan lain dirasa cukup baik berbeda dengan keluaran tahun sebelumnya, kali ini motor lebih responsif. Nafas panjang terasa sekali pada setiap tingkatan gigi, dengan 6 percepatan tenaga keluaran yang dihasilkan terasa jauh lebih besar dibanding genrasi terdahulu. Sedangkan pengereman sudah mengalami perbaikan mulai dari bahan tuas rem kaki hingga cakram yang lebih baik dan lebih menggigit pada bagian depan dan belakang

Motor memiliki komposisi konstruksi dan susupensi yang baik.  Buktinya, motor mampu merambah semua tikungan dengan baik, tidak membuat pengendaranya was-was.  Saat menikung tajam pengendaranya tidak perlu menurunkan kecepatan secara berlebihan. Karakter sport sangat terasa saat harus menyusul kendaraan lain, Mesin terasa sangat responsif, memudahkan saat menyusul.  Sama seperti saudaranya, dengan transmisi 6 percepatan menjadikannya sangat gesit.  Tak pernah terasa kehilangan tenaga saat motor dipacu.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: