Thu. Aug 5th, 2021
Surat Cinta MMC Outsiders Nationz

SURAT CINTA MMC OUTSIDERS NATIONZ UNTUK PAK POLISI…By Isfandiari MD

Bagi kami, tampilan standar benar-benar tidak menggetarkan hati.

Kali pertama mengaspal di tahun 1988, kami, bocah badung dari Bandung memang tak suka estetika pakem karya pabrikan.

Awalnya, bolehlah standar sebagai awal mula disemplak rider. Dalam satu dua hari saja cukup!

Selanjutnya penampilannya wajib berubah, sesuai karakter pemilik, taste yang beragam dan menjadi ciri khas tiap person yang mengaku kaum two wheelers sejati.

Jadi tak heran, saat naksir Kawasaki KZ 200 atau Binter Merzy di awal sejarah klub, para life membernya sudah gatal memotong sasis dari lelaku kecil-kecilan,

menurunkan center-bone sampai benar-benar membuang semua sasis pabrikan hingga tersisa komstir tempat bernaungnya nomor rangka sebagai bukti kepatuhan kami dalam membayar pajak.

Selain itu, semuanya handmade dengan tilikan dominan, hardcore coppers dengan sasis hardtail murni.

Seiring waktu berjalan, varian motor makin beragam. Tak hanya Kawasaki Binter Merzy, tapi mulai ‘ke lain hati’ lansiran Honda, Suzuki, motor Eropa,

sampai kebanggaan para yankee berjuluk dua keluarga pembuatnya William HARLEY dan Arthur DAVIDSON.

Akhirnya klub pun berubah nama dari MMC Merzy Motorcycle Club menjadi Modified Motorcycle CLUB, (MMC) Outsiders Nationz.

Satu hal yang tak pernah berubah..kami gandrung modifikasi sebagai predikat nyata kaum kreatif di dunia bikers.

Syukurlah, zaman tak mampu memusnahkan kami dan kreatifitas customized. Makin meriah, lahir klub-klub lain yang juga gandrung men-chop, handmade maupun lelaku bolt on demi tampilan beda motor-motornya.

Mereka inilah yang biasa dijuluki kaum Kustom Kulture. Di sinilah terlihat betapa bervariasinya riders Indonesia, bagai miniatur bangsa Indonesia yang Bhineka Tunggal Ikaberbeda namun tetap satu nationz, satu cita-cita menjadi bagian bangsa yang proud dan respect.

Rezim silih berganti. Dari jaman Presiden Soeharto, masuk era Pak Habibie, Gus Dur, Megawati, Esbeye sampai era kekinian yang dipimpin Pak De Jokowi.

Nah, di jaman terakhir ini, angin segar semakin kencang bagi kami yang suka modifikasi. Kami tahu betul, R1 ini punya hasrat yang sama, kreatif dan support olah karsa dan karya anak bangsa di bidang custom.

Jadi tak heran, saat Pak De beliau berjuang menjadi pemimpin bangsa, sebagian members mensuportnya terang-terangnya lewat simbol membangun motor choppers dan riding berkeliling mengunjungi warganya.

Sebagian dari kami menjadi relawan pendukung dengan santun dan beradab sampai menyelenggarakan event semisal konser musik JOKOWIROCKZ di salah satu sudut Jakarta.

Chapter-chapter lain membuat dukungan senada, walau ada juga members yang mendukung pesaingnya khususnya di era istilah CEBONG VS Kampret. Itulah demokrasi, it’s Ok, kita bebas memilih toh?

Tapi keadaan memang sulit ditebak. Akhir-akhir ini kaum kreatif di dunia modifikasi motor mendapatkan tantangan berat.

Kami seperti ditekan agar tidak terlalu ‘ajaib’ berkreasi dan sedikit melupakan olah karya customized. Fakta terjadi, choppers yang sedang riding di sweeping,

kami yang enjoy hang out di razia, bukan cuma karena kelengkapan surat namun bentukan yang sudah tidak standar lagi dianggap menggagu ketertiban umum.

Apa sampai segitunya? Padahal efek lelaku modifikasi banyak manfaatnya. Menjadikan kaum millennial dan generasi seterusnya berpikir positif dengan jiwa yang hidup untuk melahirkan karya.

Komunitas ini tak mengenal hasrat destruktif yang anti produktif apalagi membahayakan keamanan negara seperti para teroris durjana itu.

Malah sebaliknya, kami bisa terus mengawasi setiap generasi untuk konsen membangun sebuah peradaban kreatif walau hanya dalam bentuk motor.

Nah, bagaimana aparat kepolisian menyerap issue ini? Adakah kompromi yang ideal agar dunia modifikreasi tidak head to head dengan legalitas yang ada? Harusnya ada dan bisa hadir sebuah solusi!

ALL MEMBERS MMC OUTSIDERS INDONESIA

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: