Sun. Nov 17th, 2019

‘Si Pahut’, Norton yang Berani Melawan Dominasi Serta Mempertahan Warisan Leluhur Indonesia By Hel20

Si Pahut itulah nama motor kustom pemberian dari Geges Garage sebuah bengkel kustom di Pekanbaru, yang mengesankan bengkelnya sebagai keluarga kecil.

Tak dijelaskan lebih lanjut makna nama dari si Puhut untuk Norton Commando 850cc tahun 1973 ini, namun yang jelas hasil dari Geges Garage memodifikasi Norton Commando ini meraih juara pertama motor kustom di kelas Free For All (FFA).

Si Pahut itulah nama motor kustom pemberian dari Geges Garage sebuah bengkel kustom di Pekanbaru, yang mengesankan bengkelnya sebagai keluarga kecil.

Tak dijelaskan lebih lanjut makna nama dari si Puhut untuk Norton Commando 850cc tahun 1973 ini, namun yang jelas hasil dari Geges Garage memodifikasi Norton Commando ini meraih juara pertama motor kustom di kelas Free For All (FFA).

Sekaligus mengubah stigma selama ini bahwa dunia kustom Indonesia, di kuasai oleh teman-teman pelaku kustom di daerah Jawa.

“Kemenangan ini memberikan harapan kepada seluruh pelaku kustom diluar pulau Jawa khususnya Sumatera” ujar Ronny Lesmana Sinaga, kepala keluarga Geges Garage.

Tampil dan menjadi pilihannya motor Norton ini sendiri merupakan sebuah pemikiran yang matang, karena selain nama besarnya di dunia roda dua Norton yang merupakan motor produksi negara Inggris ini tidaklah banyak jumlahnya di Indonesia, yang menjadikannya mempunyai kelas tersendiri.

Si Pahut yang tidak berkelir cat ini pun sebenarnya merupakan karya yang jika dilihat pada saat ini, sangatlah mengikuti perkembangan trend kustom Dunia dengan menggunakan sentuhan metal berbahan kuningan, dan sekaligus sebagai pengingat untuk kita semua bukan sekedar menjadi pengikut trend, akan tetapi bangsa kita sudah dari zaman kerajaan dahulu sudah merupakan pengrajin metal khususnya kuningan yang handal.

Memang tidaklah berlebihan jika kita melihat si Pahut berhasil “main” di Jogja. Bahkan dengan keelokannya si Pahut pun mendapatkan kehormatan bersama 7 karya kustom lainnya untuk mewakili Indonesia melalui “Indonesian Attack” untuk “main” dalam perhelatan dunia yaitu Yokohama HotRod Custom Show 2019″ di Yokohama Jepang pada tanggal 1 Desember mendatang.

Memodifikasi Norton Commando ini meraih juara pertama motor kustom di kelas Free For All (FFA).

Sekaligus mengubah stigma selama ini bahwa dunia kustom Indonesia, di kuasai oleh teman-teman pelaku kustom di daerah Jawa.

“Kemenangan ini memberikan harapan kepada seluruh pelaku kustom diluar pulau Jawa khususnya Sumatera” ujar Ronny Lesmana Sinaga, kepala keluarga Geges Garage.

Tampil dan menjadi pilihannya motor Norton ini sendiri merupakan sebuah pemikiran yang matang, karena selain nama besarnya di dunia roda dua Norton yang merupakan motor produksi negara Inggris ini tidaklah banyak jumlahnya di Indonesia, yang menjadikannya mempunyai kelas tersendiri.

Si Pahut yang tidak berkelir cat ini pun sebenarnya merupakan karya yang jika dilihat pada saat ini, sangatlah mengikuti perkembangan trend kustom Dunia dengan menggunakan sentuhan metal berbahan kuningan, dan sekaligus sebagai pengingat untuk kita semua bukan sekedar menjadi pengikut trend, akan tetapi bangsa kita sudah dari zaman kerajaan dahulu sudah merupakan pengrajin metal khususnya kuningan yang handal.

Memang tidaklah berlebihan jika kita melihat si Pahut berhasil “main” di Jogja. Bahkan dengan keelokannya si Pahut pun mendapatkan kehormatan bersama 7 karya kustom lainnya untuk mewakili Indonesia melalui “Indonesian Attack” untuk “main” dalam perhelatan dunia yaitu Yokohama HotRod Custom Show 2019″ di Yokohama Jepang pada tanggal 1 Desember mendatang.

follow ig@ridingreads dan FB riding read

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: