Sun. Sep 22nd, 2019

SEKEPAL ASPAL INDONESIA MOTOART EXHIBITION 2017

ASYIKNYA MENGHARGAI KERAGAMAN

            Congratz deh, nggak terasa sudah tahun ke-5 ya riungan bikers khusus buat bersenang-senang, tanpa kompetisi dan menghargai berbagai keragaman. Buat ridingread.com, ini adalah meeting point bertemu brothers lama dan baru, hang out berbagai media untuk enjoy the view barengan. Di warung estetis ala Solo, kami ngobrol ngalor ngidul tentang apa aja. Di moment keren zona Jl, Madrasah samping TPU Jeruk Purut ini kami semeja dengan builder beken Flying Piston Garage bro Rudi  Soedjono dan  the cool man bro Octa  (Chopper ‘Çhobaz’ Baztard). Mereka apresiatif banget dengan gelaran ini.”Dari tahun ke tahun makin membesar…mungkin lama-lama nggak mungkin di tempat sekecil ini,” puji Octa.

Selebihnya, kami bertiga berbincang betapa kreatifnya builder tanah air, asyiknya riungan bikers. “Tapi sayang pemerintah setengah hati mensupport kita-kita ini. Taruhan…80 persen motor yang dipakai two wheeler nggak bersurat. Banyak yang ketegori collector item, motor langka dan sangat berharga bagi sejarah bangsa kita ini. Tapi….legalisasinya selalu mandek! Pertemuan sudah intens tapi tak hasilkan jalan keluar. Mau bayar pajak aja susah! “ gemas keduanya. He..he nggak lama gabung bro Djoko Iman Santoso. Ia sekarang sedang gandrung ngurusin event balap dan membuat wadah  berjuluk Speed Lovers Indonesia. “Semua yang berbau balap-kecepatan kita wadahi deh,” tuturnya. Di  zona lain, kami juga bertemu sang ‘Shovelmania’Rudi Joseph Soegono. “Kemarin-kemarin sibuk ngurusin Triumph, ha..ha sekarang kembali ke dunia Harley-Davidson lagi. Main-main ke kantorku bro, sekarang aku di PT. SNS Motor Indonesia, masukin mesin S&S dan perakitan. Sebentar lagi motornya akan dinikmati bikers tanah air,” jelas sobat lama yang sekarang jadi   managing director perusahaan ini.

Yuk ah kembali ke moment ini. Suasanan memang asyik banget! Di dalam ruang pamer, tampil karya seni liquid art, seni video maping pakai OHP Projektor.” Inspirasi style bikers era 60-an bergaya psychedelic. Lewat media motor, saya ingin hidupkan lagi karya seni ini,”jelas Edy Khemod seniman yang juga drummer band cadas Seringai. Selain menikmati karya ini, kami juga bernostalgia menikmati Kawasaki Meguro yang jadi subjek seni kang Edy. Mmm..kayaknnya kenal nih motor! Entah sekarng milik siapa, yang kami paham motor ini disemplak Budi Dalton Garda Pancala, eks president Bikers Brotherhood MC saat riungan di Bali bertahun lalu.

Makin sore, suasana Sabtu (5/8) makin seru. Motor cc gede, sedang, kecil ngumpul.Klub, kominitas, independen gabung semua. Skuteris berbagi suasana dengan motor back-bone. Artis yang familiar di televisi, hang  out bareng  two wheeler non artis. Band indie juga jedang-jedung di arena, say yeah to Kelelawar Malam, Stairway To Zinna, Speedkill, D’Jenks, Godplant dan  Kick Your Motor Noise. Tak kalah bikin betah, booth fashion bikers, variasi motor. Mungkin  jarang yang menyangka, gawean setengah  Lawless Jakarta dan setengah Saint & SinnerS Motorclothes bakal terus membesar sampai sekarang. Salut!

Oh ya masukan dikit boleh dong! Kuliner yang disajikan Joglo Jeruk Purut Compound, baiknnya dibenahi dikit. It’s ok kalau secangkir kopi warung dihargai 18 ribu rupiah. Tapi masa disajikan di gelas plastik? Not worthed!

 

By: Isfandiari MD & Iwan Rasta
Foto: Isfandiari

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: