Sun. Aug 18th, 2019

SEJARAH SOK SPRINGWHEEL TRUS PLUNGER TERUS….. Written By:Isfandiari MD

…Bebuka abad 20 mana ada sih desainer motor nyang kepikiran kalau waktu nyemplak, si rider nyaman teredam getaran tanah. Belum kepikiran tuh, bikin sasis berlengan ayun apalagi konstruksi monosok macam orang sekarang….

AJS Model D 1912 masih hardtail

     Maklum dulu motor itu sama aje kayak sepeda yang dikasih mesin, otomatis konstruksinya juga konvensional macam sepeda zaman itu. Pakemnyaback-bone langsung melewati center-bone menurun langsung ke as roda belakang. Ini die yang namanya rigid atau ada juga yang bilang hardtail. Contoh-contohnya bejibun, seperti AJS Model D 1912, BSA Model E 1919, motor republik Czech  Laurin & Klement (1898) dan buanyaak lagi. Supaya ginjal nggak pecah, rata-rata motor mereka menerap suspensi langsung di sadel. Ya… sama persis sepeda kumbang.

ABC Motorcycle asal Inggris, sudah ada lengan ayunnya
Tuh..konstruksi Springwheeldi Triumph 500 cc
Triumph Springwheel… soknya di dalam roda.

Tapi yang namanya manusia kreatif, doi kagak bisa diem, terus ngelakoni inovasi. Coba simak motor Inggris bermerek ABC. Dilihat konstruksi sasisnya, doi sudah menerap prinsip suspensi lengan ayun. Artinya, pipa terusan back-bonenya kagak ada.  Center bone langsung mantek sama pipa yang memegang roda belakang.  Sambungannya nggak dilas mati tapi pakai as hingga bisa main dikit. Tapi tetap aje, suspensi sejatinya ada di sadel penyemplak.

     Paling menarik disimak di kubu Triumph. Contoh miliknya dedengkot Bikers Brotherhood Bandung, Jeffrey Polnaja. Di imahnya  alias omahe nangkring Triumph Springwheel 500 cc 1950. Suspensinya unik. Sesuai istilahnya springwheel (per di roda), peredam ajrutan ada di teromol belakang yang supergede. Di rumah teromol di pasang per spiral dengan sistem kerja pegas. Waktu ban belakang melindas jalan lobang, energi getarannya nggak diteruskan ke sasis tapi diredam per di dalam teromol tadi. “Memang nggak secanggih sistem lengan ayun atau monosok sekarang,” kata Kang Jeje sang penjejalah dunia dalam program Ride For Peace ini.

Ariel Square Four menganut sok Plunger

Dari rigid ke springwheel sudah inovasi. Pihak Royal Enfield fuanass dengan terobosan konstruksi plunger. Ini cikal bakal konstruksi lengan ayun. Rangka belakang yang memegang as roda nggak langsung nyantel tapi diberi per. Supaya main, rangka yang menuju center-bone nggak dilas mati tapi diberi as supaya bisa main. Ya… ilustrasi kerjanya mirip HD Softail. “Plunger ini dikembangkan mereka lain semial Zundapp, Victoria, Bergmeister, Ariel Square Four. Inilah cikal bakal lengan ayun,” ulas JJ.

    

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: