Sun. Jul 5th, 2020

Sejarah Café Racer MENJADIKAN CAFÉ SEBAGAI GARIS START SEKALIGUS FINISH By: Isfandiari MD

Café racer style mewabah di Inggris, Italia juga bagian Eropa lain di awal 60-an. Waktu itu para speed junkie disana berlagak bak pembalap GP, geber dan pelintir gas di tengah kota, dari café ke café.

Mereka parkir atau hang-out di café, saling tantang buat balapan dan jadi jagoan balap di komunitasnya. Maklum buat keperluan balapan, modifikasinya nggak mementingkan kenyamanan tapi bener-bener di desain balap. Setang nunduk, pijakan kaki dipindah ke belakang dan tangki slim ala pembalap. Buntut tawon tentu nggak dilupakan tak ubahnya pembalap motor beneran layaknya pembalap di sirkuit resmi lengkap dengan gaya single seatnya. Kadang taruhan balap-pun terjadi, ayo siapa paling cepat geber dari satu café ke café lainnya. Makanya diberi julukan Café Racer!

Komunitas ini terus berkembang dan jadi lifestyle tersendiri. Motor-motor legendaris, semisal Norton, Triumph Bonnevila terbilang beken sebagai pilihan desain café racer jempolan. Ayo siapa yang nggak kenal Triton, desain khusus café racer dari Triumph atau Norton antara 1960 sampai 70-an. Biasanya penganut café racer lebih comfort memilih motor-motor silinder ganda non V-Twin, karburator dobel milik Norton atau Triumph, lebih spesifik lagi pada Norton 650-750 cc atau juga BSA 650 cc dalam speks idola di kisaran bore and stroke 68 X 89, 49 dk milik Norton atau ‘hitungan sakti’ milik Triumph T120 Bonneville 649.31 cc, 71 X 82 mm, 46 dk.

Café racer sebenarnya punya benang merah dengan chopper ataupun bobber. Ketiga aliran ini sama-sama ogah pakem pabrikan ataupun style motor massal. Mereka getol memodifikasi, membuat motor tampil beda dari standar termasuk mengilik mesin jadi lebih yahud. Kini, style café racer jadi lifestyle bikers tersendiri dan punya banyak penggemar. Tak cuma ke desain motor dan mesin. Tapi juga masuk ke ke style ridernya. Mereka gampang dikenali karena dress-up ala café racer, macam speed junke Amerika lewat American Greaser, atau ala Britania dengan British Rockers. Tentunya, style makin berkembang lewat imajinasi dan ciri khas para bikers masing-masing Negara. Tak heran, café racer mania, berkembang sampai sekarang.

Follow FB dan IG ridingread

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: