Sun. May 26th, 2019

SCOOTER OWNERS GROUP INDONESIA 18 MARET 1995, DARI VESPA OWNER CLUB LALU SCOOTER OWNERS CLUB DAN TERAKHIR SOG! Written By:Isfandiari MD

….Ini adalah kisah kesuksesan kumpulan skuter yang meraksasa. Ia tak berhenti sekadar klub tapi lebih luas lagi menjadi group. Di jalanan mereka merekrut anggota, bertambah dan bertambah sampai menjadi klub skuter terbesar di dunia, Scooter Owners Group….


PERJALANAN YANG PENUH KERJA KERAS

     Hareudang..adalah motto sekaligus yel-yel yang sering mereka teriakkan. Gerah adalah arti sebenarnya dalam bahasa sunda. Diantara mereka hareudang berarti hebat, spektakuler dan mengandung semangat kebersamaan tinggi.

     Hebatnya, bukan cuma life members tatar priangan  yang familiar dengan kalimat ini. SOG  Jawa Tengah-Timur, Kalimantan, Sumatera sampai Malaysia, Singapura dan Brunei ikut-ikutan menyebutkan kalimat ini. Suatu bukti hasil kerja keras para founding father SOG yang layak diacungi jempol.

     “Ini bukanlah perjalanan yang ringan. Awal tahun merupakan ujian berat, kami  berjibaku mencari member sebanyak mungkin, memberhentikan tiap skuteris di pengkolan, memberikan brosur agar berminat bergabung,” kenang para pendiri mereka diwakili jubirnya, Boy Januar Ariska. Ia mengatasnamakan ke-9 founder lainnya, Kol CPm (Purn) Moerabed, Abah Iman Solihin, Tono S, Raddy, Beno Hendarin, Wawan, Saman, Anthony dan salah satu founder yang sudah meninggal, Yayan Peloy. Kesepuluh orang inilah cikal bakal klub ini.

     “Ada dua faktor utama grup ini menjadi sebesar sekarang. Semua anggota dididik disiplin ala militer dan mereka juga diberi arti hakiki tentang sebuah keluarga besar,” tambah Abah Iman saat berbincang akrab dengan ridingread.com di markas mereka, zona Nangkasuni Bandung.

DILARANG MEMAKAI SANDAL DAN NO RAT SCOOT!

     SOG mengutamakan estetika, dignity, sopan santun dan penghargaan tinggi pada diri sendiri.”Setelah itu barulah mereka bisa menghargai orang lain,” jelas Abah Iman dan Boy. Contoh paling ringan adalah penampilan. Di SOG ‘haram’ hukumnya anggota datang pakai sendal. “Anak-anak lain sontak akan menginjak kaki brothersnya dan disuruh pergi,” jelas mereka. Bagi SOG ini menjadi sarana edukasi bahwa skuteris harus sopan juga safety. Motor merekapun tak boleh melanggar kaidah safety. Rat scoot alias brekele atau modifan x-trem tak bisa diterima di kumpulan ini.

BACK PATCH  SOG:SI KALONG BICARA!

-Si Kalong berwarna Hitam, warna yang gagah, jantan , ekslusive, berwibawa dan seram

-Kalong itu hidup mandiri, tidak tergantung orang lain dibuktikan dengan cara dia bergantung dengan kakinya

-Kalong itu tahan segala cuaca, hujan, panas, malam siang dan tidak mengenal jarak tempuh. Iapun kompak dan bisa hidup berkelompok dalam melakukan berbagai aktivitas. Iapun memiliki cengkraman yang kuat dan mampu mencari tempat berlindung yang aman.

** Untuk brothers Brunei, sesuai amanat Sultan Bolkiah, lambang kalong dilarang karena menurut mereka memiliki bentukan negatif (satanisme). “Kami melakukan pengecualian untuk brothers di sana. Tapi saat keluar wilayah Brunei, mereka wajib memakai colors yang sama,” jelas para founders.


PERJALANAN MENJADI LIFE MEMBERS

Mengisi formulir, membayar biaya pendaftaran, punya sim C, minimal 17 tahun, melakukan turing perjalanan   minimal 60 Km dan mengikuti acara pelantikan sesuai tradisi SOG. Hal-hal lain diatur oleh negara masing-masing

 2006, MAJALAH BIKERS DIAJAK BERKUNJUNG KE CHAPTER SINGAPURA DAN MALAYSIA

     Bukan omong kosong kalau mereka ini klub international. Klub ber-mother chapter di Bandung ini melakukan gebrakan mengunjungi chapter mereka di Singapura dan Malaysia ((2-3/12). “Bro mesti ikut dan lihat chapter kita,” ajak Deny Biskat (Ketua Umum), Erwin  (ketua Harian), Boy Januar A, Abah Iman (Pendiri) dan beberapa petinggi klub saat itu.

     Kami beranjak lewat Batam untuk sowan ke Cik Ramli, ketua SOG Singapura dan memantau perkembangan chapternya. Di pelabuhan, para brothers  asal Singa-Ikan sudah menunggu. Tengah malam, kami langsung menuju Malaysia untuk menghadiri ‘Kemon’-nya Malaysia bertajuk PSK 06 yang lengkapnya, Perhimpunan skuter, Vespa, lambretta  & Motor Klasik Kebangsaan 2006. Di sana digelar pesta bikers bertema  Belia Benci Dadah dan  Basmi Lumba Haram alias Balap liar

 “Kami juga ingin lihat perkembangan bikers di Singapura dan Malaysia termasuk studi tentang berbagai hal di dua negara ini,” Bocor Deny. Di  Kuala Lumpur,  para pengurus  berdialog langsung dengan Dato Nor Haji Omar, menteri pengajaran dan ketua Majlis Anti Dadah Umno sebagai pelindung acara ini. Terjadi dialog serius antara skuteris Indonesia dan petinggi Malaysia ini. Malah dalam wawancara dengan TV3, pejabat negeri Jiran memuji kehadiran rakan-rakan dari Indonesia di acara ini. “Kami mendapat kehormatan atas kedatangan mereka,” katanya pada TV nasional Malaysia ini.

      Kini pengurus SOG pusat sedang ‘meniarapkan’ chapter Malaysia untuk sementara.”Maklum akhir-akhir ini negeri kita sedang perang dingin dengan mereka. Sebagai ujud nasionalisme, SOG Malaysia vakum sementara, melihat situasi lebih lanjut,” jelas Boy.

ROMANTIKA PARA FOUNDERS

SELAKSA CERITA

     Abah Iman Solihin no register 027 di SOG punya banyak kisah di klub ini. Di awal dan pertengahan perjalanan, pertempuran di jalan, perseteruan antaklub sering melibatkan  brother bertemperamen keras ini. Ia bisa dibilang cukup kenyang asam-garam SOG, pahit-manis, getir sampai unik.”Saya kadang sedih jika berpapasan dengan life members lain  tapi ia tak kenal saya,” curhat Abah. Sipnya, Abah Iman sama sekali nggak menyalahkan brothernya. “Ini memang kelemahan SOG sekarang. Komunikasi dan koordinasi dengan anggota rada kurang,” ujar pria kekar kelahiran 27 Desember 1964 ini. Ia sadar, di Bandung saja anggota lebih dari 1.500-san. Coba hitung lagi dengan 16 chapter lainnya belum lagi anggota di Malaysia, Singapura dan Brunei. Jadi nggak heran jika  Richard Evan, skuteris asal Inggris yang jadi anggota SOG komentar,”Ini grup skuter terbesar di dunia. Di Inggris saja, 15 anggota tiap klub sudah sip,” nilai Richard.

     Founder lain punya kisah lain lagi. Boy misalnya punya catatan khusus pada dua chapter mereka, Surabaya dan Lampung. Untuk Surabaya, mayotitas  anggotanya satuan marinir. Pelantikannya berenang di laut macam tentara.”Kadang bingung juga, soalnya saat pelantikan saya sebagai founder harus membina sekaligus melakukan ritual plonco pada mereka yang berprofesi prajurit aktif berpangkat tinggi. Tapi aku jalani aja, gass!”  kisah Boy.

     Founder lainnya punya kebanggan saat hanphone mereka raib di gondol copet di atas Ferry penyebrangan Bakaheuni-Merak. Kebetulan para jawara pelabuhan ini life member SOG. “Saat kami ceritakan hilang ponsel di Kapal, mereka lantas menyisir. Dahyat beberapa jam kemudian ponsel kembali utuh. Salute SOG Lampung!”

“SKUTERIS PUNYA JADI DIRI KUAT”

     Kadang terdengar juga anggapan miring kalau skuteris khususnya di SOG meniru fesyen harleymania. Para founder harus menjelaskan lebih rinci.”Skuter punya identitas sendiri. Dari pabriknya, sudah dibuat skuter polisi, skuter tempur untuk tentara. Juga ada varian khusus yang pakai anhang dan sespan. Jadinya, nggak cuma Harley-Davidson atau British bike aja yang begitu.

     Dari situlah fesyen bikersnya menyesuaikan. Pakai jaket kulit, boots misalnya bukanlah identitas chopperis berback-bone atau motor gede. “Pakaian bikers ya..pakaian bikers, harus esuai fungsinya. Jaket kulit, sepatu boots itu  untuk kenyamanan dan keamanan di jalan,” jelas mereka. Akur!

SEPENGGAL KISAH SAAT MEREKA BAKTI SOSIAL

     Terjadi  peristiwa yang baik untuk pelajaran para bikers. Kisah ini dilakono SOG 4 chapter, Bandung, Sumedang, Garut dan Tasikmalaya.

     Saat bulan ramadhan beberapa tahun lalu, gunung Papandayan Garut meletus. Penderitaan masyarakat sekitar mengetuk hati para skuteris.“Daripada cuma buka puasa mending kita bantu mereka,”  kata ketua pelaksana saat itu,  Erwin Yulizar dari SOG Bandung Raya. Dua skuteris SOG Garut, Iwan dan Dede ditunjuk melakukan survei ke lokasi. “Kondisi masyarakatnya menderita. Sawah-sawah rusak. Aduh…, ngenes banget banyak bayi kelaparan. Bayangin bayi masih merah terpaksa disumpal mie instan,” lapor mereka.

     Lewat kordinasi dengan SOG Pusat, bantuan klub lain semisal Kymco Club Jakarta, dana dan bantuan makanan berhasil dikumpulkan. Salutnya mereka riding menembus medan berat naik skuter. Perjalanan menuju kaki gunung Papandayan bukanlah ringan. Saat normal saja, tanjakannya ekstrem, apalagi saat bencana alam seperti itu. Syukurlah, perjalanan mereka diridhoi Tuhan dan sampai dengan selamat. “Cup..cup.., adik bayi, jangan nangis lagi ya, ini susu dari kakak semua,” begitu kata para skuteris. Hebat!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: