Mon. Jan 25th, 2021
Sarasehan Gugus Tugas Pemuka Agama

SARASEHAN MUHASABAH GUGUS TUGAS PEMUKA AGAMA – BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME 2020 By Isfandiari MD

Intoleran-Radikalisme-Terorisme :Virus yang Lebih Bahaya Dari Corona.

…Moment penting terjadi di penghujung tahun 2020, pemuka-pemuka agama kompak dan solid mensupport Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Lewat Sarasehan dan Muhasabah Gugus Tugas Pemuka Agama, Senin-Rabu (28-30 Desember 2020), kabar baik demi Indonesia tenang dan damai sebagai Darusallam….

Suasana hangat dan penuh antusias sudah terasa di hari pertama riungan yang di gelar di hotel Millenium Tanah Abang Jakarta Pusat.

Beres registrasi dan swab test antigen, Seluruh peserta, pemuka agama dari berbagai ormas keagamaan mendapat pencerahan dari Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis (Deputi Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT).

Beliau menjelaskan ringkas ikhwal bahaya terorisme dan masukan-masukan penting sebagai bekal peserta. Tak sampai di situ, share berkesan juga dilakukan Brigjen Pol R. Ahmad Nurwahid, tak lama setelah pak Hendri berbicara.

Audiens tentu punya perhatian lebih dengan paparan Pak Nurwahid ini. Rekam jejaknya unik dan fenomenal : “Ia pernah terpapar virus radikalisme!.” Daya magnetnya sangat besar!

Pentolan-pentolannya adalah orang-orang pintar. Mereka bisa mensugesti kita untuk jadi teroris tulen. Amrozi

Misalnya, mengaku mampu mencuci otak orang menjadi teroris hanya dalam waktu 2 jam saja. Itu ia sampaikan langsung pada saya saat di penjara. Bayangkan bahayanya!” beber Nurwahid.

  • Pemaparannya terbilang detail dan menyeluruh . Ia memulai dengan definisi teroris, potensi radikalisme, gerakan radikal, jenis jenis teror, kenapa orang melakukan teror, kasus kasus nyata di berbagai negara dan share pengalaman pribadinya saat terpapar virus radikal dan bagaimana menyembuhkannya.

Pengalaman real ini membuat beliau tahu persis seluk beluk dunia terorisme. “Bagaimana menghadapi para teroris, kecenderungan orang menjadi radikal, tanda tanda intoleransi lantas xtreem menjadi teroris dan tentu saja cara mengatasinya,” tutur beliau.

  • Bekal buah pikirnya tentu saja diperhatikan intens ormas-ormas keagamaan yang memang concern memberantas virus ini.

Hari kedua semakin intens. Hadir para pengisi materi, direktur Bina Ideologi dan Wawasan kebangsaan dari kemendagri, Dr Yusnar dari lembaga persahabatan Ormas Islam (LPOI), Ir.Rudi Pratikno dari Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) dan Dr.Suaib Tahir sebagai moderator.

Paparan mereka sangat membuka wawasan, hingga tak heran dalam sesi tanya jawab, antusiasme audiens sangat besar.

Ada yang bertanya, memberi masukan sampai curahan hati agar terorisme segera hengkang dari ibu pertiwi. Semuanya berlabuh dalam semangat agar semua energi negatif ini hengkang dari Indonesia tercinta.

Masih di hari yang sama, semua ormas dipersilakan mempresentasikan ide-gagasan untuk dijalani tahun 2021 bersama BNPT. Semuanya dicatat untuk didiskusikan teknis pelaksanannya di tahun 2021.

Hari ketiga menjadi penyempurnaan moment ini. Hadir 3 tokoh penting nasional. KH.Said Aqil Siradz, Ketua Umum PBNU dan pembina BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar (Kepala BNPT RI) dan Tuanku Guru Bajang, tokoh agama, ahli Tafsir dan penggiat antiradikalisme dan anti terorisme di jalur dakwah keagamaan.

Ketiganya menyampaikan beberapa pesan penting terkait Job desk Gugus Tugas para pemuka agama dan pembekalan pembekalan yang sangat bermanfaat.

“Terorisme adalah virus yang lebih berbahaya dari Corona,” serius Kiai Said salam sesi pidatonya. Beliau juga menggambarkan dampak kehancuran radikalisme di beberapa negara seperti Irak, Afganistan, Suriah dan negara-negara Timur Tengah lainnya.

Sesi perenungan yang mengharukan dipersembahkan dalam doa bersama dipimpin KH Ir. Faisal, memohon pertolongan Allah SWT.

Agar mereka yang bertugas diberi kemudahan kelancaran sekaligus memohon pertolongan sang khalik demi Indonesia yang damai dan tentram.

Untuk semua yang hadir, moment akhir tahun ini sangat penting. ”Semoga semua pemuka agama dan pemerintah lewat BNPT, bersinergi aktif memerangi intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Kita pasti bisa,” ujar Kiai Iqbal Sulam, mewakili delegasi Nahdlatul Ulama yang disepakati delegasi lain dari kalangan Islam, Hindu, Budha, Katolik, Kristen dan Kong Hu Cu.

Oh ya, delegasi NU memberikan gagasan tentang ketahanan pangan terkait dengan upaya pencegahan terorisme.

”Ketahanan pangan menjadi sangat penting,” beber Gus Rochim, nahdiyin muda salah satu delegasi Nahdlatul Ulama (NU).

Sukses terus Ormas keagamaan yang setia 4 Pilar Kebangsaan. Sukses BNPT. Wujudkan Indonesia yang damai sejahtera. Aamiin.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: