Sun. Sep 22nd, 2019

ROMANTIKA NGE-BUILD HARLEY-DAVIDSON HYDRA PANHEAD 1956 KISAH SERU PERJUANGAN KANG DENI HERDIANA MOTOR ANTIQUE CLUB INDONESIA (MACI-PANGANDARAN) MEMBANGUN MOTOR By Isfandiari MD

…Proses tak akan mengingkari hasil! Itulah lelaku penuh perjuangan kang Deni Herdiana, life members MACI Pangandaran membangun Hydra Panhead salah satu varian Harley-Davidson yang sangat diimpikan semua cult bikers. Kisahnya sanggat inspiratif -memotivasi. Well done kang Deni!….

“Katakanlah ini Harley nyicil! Yap, benar-benar nyicil! Pertama aku dapat mesin dan girboksnya. Diset di Bandung ala dalam keadaan tidak hidup. Barulah, pelan-pelan dapat frame dan seterusnya sampai utuh satu motor. Karena belum hidup, aku bawa pakai double cabin Bandung-Pangandaran.

Ini adalah sebuah perjuangan yang akhirnya akan berbuah manis. Di Pangandaran, motor mulai disimak dan diamati. Tapi begitulah, di kediamanku banyak keterbatasan alat. Syukur, saya punya brother hebat, bro Gendro, asal Bantul Jogjakarta. Tak banyak buang waktu aku ‘gendong’ di Panhead pakai double cabin ke sana.

    Treatment bro Gendro sangat oks! Ia dengan telaten ngeset mesin sampai bisa hidup walau belum layak pakai riding. Agar safety motor ini aku gendong lagi sampai Pangandaran untuk aku observasi lebih detail dan teliti.

Bro Gendro Jogjakarta
Kang Deni ngegas ke Iron Buffalo Solo

Di rumah, banyak waktu berpikir problem solving motor ini. Sedikit demi sedikit diperbaiki sebisanya, beberapa masalah bisa terpecahkan sampai akhirnya motor ini bisa jalan. Tapi itulah…ia harus diuji coba riding jauh alias turing. Memanfaatkan moment acara  MACI, Iron Bufffalo, aku pakai dia riding jauh. Nah..itulah asyiknya! Di jalan, hambatan demi hambatan menghadang. Banyak trouble yang dialami. Pelan-pelan dan sabar aku atasi semuanya dan motor berhasil menempuh ‘ujiannya’ riding jjauh Pangandaran-Solo pergi-pulang.

HUNTING PART ORI

Ini memang bukan motor sembarangan! It’s for real bikers not Yuppies! Treatmennya juga wajib spesial. Aku berburu part orisinal, order sampai Amerika. Syukurlah banyak teman yang punya link dalam perburuan part original ini. Dan..sebagian part juga aku dapatkan di Indonesia.

HARIEL  DAPITBRO

Ha..ha ini nama julukan si Panhead. Lihat di tangkinya, ada tulisan Ariel khan? Ya, ini ujud respek saya pada motor kesayangan lainnya, Ariel VG 500 tahun 1947 dan satu lagi sang legend ‘The Bike Who Win The war’ HD Forty Five- WLA 750 cc.

    Dihitung-hitung, aku habiskan 4 tahun pembangunan motor ini dengan hasil 90%. Yap, 10 persennya masih berburu, seperti shifter tongkat dan duduka di tangkinya. Kalau bikin shifter tongkat lumayan mahal, jadi mending sabar menunggu. Sementara, pakai pindahan di kaki dahulu.

    Oh ya, berbagai penyesuaian juga dilakukan. Karburator pakai Mikuni 38, rem belakang aku pakai cakram karena lebih safety! Maklumlah ini motor besar 1.200 cc, keamanan yang utama. Sedang depan tetap pakai teromol asli. Beberapa part masih menunggu, semisal tutup  dek kopling dan rantai transfer. Alhamdulillah, setang asli sudah didapatkan tinggal pasang holder gas yang sesuai setang asli,” kisah Deni.

    Mantaaaap!

Follow Ig@ridingreads dan FB riding read

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: