Fri. Apr 19th, 2019

Riding Impression Indian Scout dan Victory

TWO X-TRAORDINARI MUSCLE BIKE..

 

 

Indian Scout 1.133 cc 2015

Ridingread.com cukup familiar dengan motor ini. Beberapa tahun lalu, saya jajal langsung performanya di New Zealand sebelum masuk Indonesia. Di sisi desain ia mengandalkan romantisme ol skool tulen. Jok sadel kuda khas era wild west dan roda gendut 16”, muscle, padat dan kompak. Opsional warna  silver, hitam dove, hitam dan merah. PT. Arya Motor Indonesia, distiributor resminya juga menawarkan  optional winshield, saddle bag juga setang sesuai style dan ergonomi rider plus kebutuhan rider cruiser sejati. Saat ‘diwajibkan’ memasang radiator di zona down-tube,  Indian ini  tetap tak berkesan modern. Sepatbor ‘fulldressed’ seolah-olah tidak ditopang  fender strut seperti desain lawas biasanya. Mereka cerdik memasang fenders strut di bagian dalam hingga sepatbor seolah-olah  menggantung saja. Benar-benar clean dan minimalis. Taste Mr. Rich Christoph, kepala desainer Scout  dan Greg Brew  director of Industrial Design memang sesuai dengan reputasinya: Detail, estetis  dan punya kelas tersendiri.  Apalagi  disempurnakan  opsional setang  gaya Scout Pullback, Extended Reach, Chieftain Pullback Bar, Chief Beach Bar.  Style setang ini berkaitan langsung dengan style rider juga posisi ergonomi individual setiap rider yang ditopang sok teleskopik 4.7 “ alias 120 mm dan dual sok 3.0”, 76 mm ini.

Antusias bikers cukup gede saat mereka hadir di Indonesia. Motor ini gabungan antara legacy dan teknologi. Silakan tebus mereka di harga Rp. 410 juta off the road.

Victory Hammer  8-Ball   dan  Victory Cross Country

Keduanya juga dijajal dalam kesempatan berbeda. Victory Hammer 8 Ball ber-genre chopper ol skool diajak riding Jakarta-Lampung sedang Victory Cross yang fulldressed justru diajak nyusruk di kemacetan Jakarta.

Riding position Hammer bisa diandalkan. Postur motoris kisaran 170-180 cm, dirasa paling ideal untuk jarak antara jangkauan setang dan pijakan kaki. Khusus tipe Hammer yang sporty, ergonominya sport agak nunduk tapi nggak narik pinggang. Bikers bisa tahan dalam kondisi turing jauh. Saat digeber kencang, fokus saya tetap pada keandalan motor ini. Sok depan-belakang yang keras saat pelan, terbayar saat digeber di kecepatan tinggi. Untuk jalanan lurus dan mulus, akselerasi mantap. Mencapat kecepatan 120 km, nggak banyak memakan waktu.  Karakter V-Twin cc gede tentunya jadi rasa yang khas saat pelintir gas di gigi tinggi dalam rpm relatif rendah. ‘Batuk’ di low end torque jadi sensasi tersendiri. Kitiran mesin di kisaran 2.250 rpm adalah kondisi paling sip saat Hammer ini digeber dalam kecepatan tinggi kisaran 95 km/jam sampai 120 km/jam. Rake 32.7 derajat memang pilihan pas dan sedikit lebih landai ketimbang tipe touring mereka yang dirancang 29 derajat.

Cross Country berstyle lain. Motor ini masuk kategori bagger- fulldressed dijajal daily riding, nggak  turing jauh tapi ‘blusukan’ ke daerah padat, ‘terperosok’ pada kemacetan Jakarta. Cukup menyita perhatian maklum desain karya Cory Ness terlihat anggun dan streamline. Panjang motor, 2 meter 652 cm-nya justru menjadi kekuatan desain. Belum lagi detailing di desain, corak warna, desaion pelek, grips, pedal-pedal dan setang. Saat riding ia dilengkapi jok lebar dengan jarak dari tanah hanya 667 mm, footboard panjang hingga kaki lebih  leluasa, setang mendekati jangkauan juga adjustable, winshield tinggi-lebar dan bonusnya, telinga dimanjakan dengan fasilitas radio, AM/FM dengan kualitas speaker mumpuni.  Belum lagi keindahan V-Twin dengan sentuhan diamond cut engine-nya, motor jadi semakin mewah.  Oh ya, motor ini juga dikeluarkan oleh PT. Arya Motor Indonesia. Nah silakan pilih deh, Victory Hammer 8 Ball (Rp 390 juta) dan Victory Cross Country (Rp 578 juta sampai Rp 640 juta).

 

By: Isfandiari MD

 

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: