Tue. Jan 21st, 2020

RAT SCOOT ANTITHESIS KEMEWAHAN DI SEKITAR KITA Penulis:Isfandiari MD

Belasan tahun kami bergaul dengan skuteris, mulai yang fashionable, daily scooterist sampai rat scoot. Khusus yang terakhir memang agak unik. Di jalanan luar kota saat turing, di sudut desa sampai kota metropolitan, rat scoot selalu hadir dalam wajah yang sama: Ramah dan bersahaja. “Kalau sempat luangkan sedikit waktu ya, nanti kami ajak jalan-jalan di kota ini,” ajak Daryono dan Welit dari Komunitas Vespa Ciruas, Banten. Walau nggak semua, beberapa brothers komunitas ini menganut rat scoot. Dalam waktu dan komunitas berlainan, pengalaman ini memang sering kami alami, intinya semangat bersilaturahmi dan kehangatan ala bikers yang tak pernah lekang

Untuk soal estetika, kita perlu energi lebih untuk menerjemahkan. Motor dibiarkan seperti rongsokan. Variasi butek dan kusam, kadang banyak benda ‘aneh’ seperti kaleng, sapu, ember sampai kaos-kaos butut bertebaran di motor. Untuk yang beraliran ekstrem, skuter seringkali berwajah chopper ekstrem, pro street superpanjang atau berubah tak lagi monochoque tetapi tubular lewat modifikasi 100 %. Belum membahas penyemplaknya, pinjam istilah beberapa bikers, nyetrit banget (baca= ala jalanan alias street). “Aku nggak ngerti sih sama mereka, kok suka berdandan kucel gitu ya,” komentar seorang lady bikers. Wah, masuk akal juga tuh komentarnya!
Yang jelas memang banyak yang tertarik membahas komunitas ini. Dalam ilmu psikologi misalnya, Prof Dr. Nimpoeno pernah cerita soal kecendrungan para manula yang mengalami regresi mental lewat prilaku membuat sarang alias nestbaum.”Mengumpulkan benda-benda tak berharga, rongsokan dan lainnya,” urai professor. Tentunya tak sepenuhnya berhubungan dengan rat scoot dilihat dari alas an yang jelas pada barang-barang yang dikoleksi mereka.
Hanggianto Matyas… mahasiswa Universias Muhammadiyah Jogjakarta jurusan komunikasi bahkan serius membuat skripsi yang bersinggungan dengan rat scoot.”Judulnya Konstruksi Budaya Perlawanan Komunitas Penggemar Vespa Terhadap Budaya Dominan,” jelas Hanggi yang juga skuteris ini. “Saya tertarik membahas komunitas ini karena sering dipandang kurang baik oleh masyarakat. Hampir sama dengan komunitas mods di Inggris sebagai bentuk perlawanan anti kemapanan. Mereka mengekpresikan sebuah bentuk perlawanan terhadap budaya dominan yang mereka konstruksikan dalam sebuah identitas komunitas Vespa,” urai Hanggi.
Dalam identitas tadi mereka memang membawa beberapa nilai. Sebuah pesan bahwa penampilan yang kumuh tak sertamerta mencerminkan perangai yang ‘kumuh’ juga, berusaha keras disampaikan. Di jalanan, mereka memamerkan realitas ‘kemiskinan’ secara terang-terangan. Jika kebanyakan jalanan didominasi oleh pameran kemewahan, nah mereka ini sebaliknya. Jalanan juga harus menyisakan ruang buat mereka yang berkantung tipis.”Jangan lupa juga, segala atribut yang dibawa seperti bekas ‘luka’ di motor, penyok sampai barang-barang yang diangkut adalah catatan yang bersangkutan saat beraktifitas. Ooo..penyok ini saat disitu, atau benda kenangan ini saat turing di suatu tempat,” komentar Reka Puji Asmara teman skuteris dari Motor Antique Indonesia asal Jogjakarta.

EYE CATHING DAN SAFETY….

Nggak bisa dipungkiri, mereka sungguh eye catching di jalanan. Fesyen skuteris dan motor yang ekstrem membuat orang berpaling dan menatap agak lama. Desain yang mereka tawarkan juga gila! Kadang rat scoot suka pada bentukan nggak umum. Pro street panjang misalnya membuat mereka tak bias melangsungkan solo ride. Untuk menjalankan motor, harus ada partner yang setia menghidupkan mesin di bagian belakang. Ini membawa pesan your never ride alone secara gamblang.
Ada juga motor yang secara ergonomi sangat ajaib. Setang ape hanger ekstrem, posisi duduk yang tak nyaman berikut beberapa komponen yang sudah tak laik membuat kita kadang khawatir pada kaidah safety di jalanan. Ini juga bukan tak bermakna. Kesabaran dalam ergonomi tak nyaman dengan jarak turing yang biasanya jauh membuahkan kekaguman tersendiri. Ketahanan fisik,mengalahkan rasa frustrasi dalam ketidaknyamanan membuat rat scoot dihormati bikers lainnya. Apalagi reputasi mereka sebagai peturing jauh, sungguh tak diragukan.
Belum lagi energi survival mereka yang luar biasa. Beberapa peturing rat sukses membiayai perjalanan mereka sendiri dengan berjualan pernak-pernik, kopi sampai kaos bikers. Uang itu mereka bahkan mampu mereka sisihkan untuk amal jika hadir dalam pesta bikers di manapun. Luar biasa!
Yang jadi catatan khusus mungkin kaidah safety di jalanan. Kadang mereka alpha di sisi ini. Pilihan rake di modif eskstrem, desain setang, posisi duduk, wheelbase motor terlalu panjang, desain sespan sampai kualitas las-lasan yang terkadang diabaikan. Apalagi untuk peturing jauh yang kerap ‘bertarung’ dengan mobil dan kendaraan besar, ngeri juga tuh! Soalnya handling jadi terbatas,belum lagi diameter roda skuter yang riskan menghadapi manuver mendadak atau jalan lubang. Sebagai sesama brothers kita wajib saling mengingatkan buat menseriusi sisi ini.
Ingat Bro, jalanan tidak memilih korban, we care for u all, we love u full!!Ha…ha..ha…..

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: