Fri. Jul 19th, 2019

RAKORNAS 3 LESBUMI-LEMBAGA SENI BUDAYA MUSLIMIN INDONESIA-PBNU -GEDUNG GRAHA WILWATIKTA PANDAAN PASURUAN MENEGUHKAN ISLAM NUSANTARA DI ERA MILENIAL By Lutfi Hermansyah

Pencapaian Lesbumi sungguh membanggakan. Organisasi di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini jadi garda terdepan memperjuangkan dakwah Islam melalui jalur budaya demi memperkuat persatuan Indonesia. Mereka berjuang keras agar keberagaman dan aktivitas kebudayaan nusantara tetap lestari. Dengan tema Meneguhkan Islam Nusantara Di Era Milenial, menyelenggarakan Rakornas yang penuh makna…..

Rupa rupa karya seni rupa sengaja pamerkan oleh sejumlah seniman dari kalangan warga nahdliyyin (NU) dalam Gelaran kegiatan Rakornas LESBUMI (Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia) PBNU 3 yang dipusatkan di gedung Graha Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Rabu (03/07…

Sesuai dengan tema yang diangkat, Meneguhkan Islam Nusantara di era Milenial, Pameran yang apik dan epic, bagaimana tidak? Dalam pameran ini ada 44 Lukisan, 3 patung, 1 seni instalasi dari puluhan seniman lesebumi. Dari 44 lukisan, ada dua diantaranya adalah milik KH. Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus. Dua lukisan tersebut berjudul Asma Agung dan Anak Cucu Adam. Lukisan tersebut juga tergolong jarang muncul di publik.

Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj, M.A. (Ketua PBNU) didamping KH. Agus Sunyoto, M.Pd (Ketua LESBUMI) dan segenap pengurus LESBUMI meninjau lokasi

Tak hanya itu bro, dalam pameran ini turut mewarnai juga naskah kuno, topeng dan keris yang merupakan koleksi anggota lesbumi yang punya misi pelestarian. Kalau dihitung hitung, barang barang artistik ada 57 buah berbentuk unik-unik khas nusantara tentunya.

Sementara, Ketua Lesbumi PBNU, Kiai Agus Sunyoto menuturkan bahwa lesbumi tidak hanya mengembangkan serta merawat seni budaya.  “Lesbumi harus tegas akan melakukan perlindungan, perawatan, bahkan tindakan perlawanan terhadap gerakan gerakan menolak eksistensi seni dan budaya”, dawuh kiai Agus Sunyoto.

Rangkain kegiatan yang dikonsep oleh penitia memang agak begitu padat, karena dalam forum rakornas menghadirkan narasumber yang hebat pula, salah satu narasumbernya adalah penyair indonesia yang sudah tidak asing lagi, yakni, Kiai Zawawi Imron, beruntung ridingread.com bisa menyimak kegiatan ini.

Garis besarnya, Beliau menekankan agar selalu mengedepankan akhlaq dan santun berbicara dalam kondisi apapun terutama dalam hal dakwah.  Dipuncak penutupan acara Rakornas 3, ribuan santri dan warga nahdliyin baik dari pasuruan maupun luar pasuruan turut memadati tempat acara.

Acara ini ditutup dengan konser sholawat yang di hadiri Charly Van Houten, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, dan Kh. Said Aqil Sirodj, Ketua Umum PBNU , sekaligus beliau menutup acara ini.  Kiai Said menyampaikan harapannya, “Seni Lesbumi atau seninya orang santri diakui oleh bangsa, diakui internasional. Harus, bila perlu.” pesan Kiai Said.

Kami kira, tidak hanya anggota lesbumi saja yang wajib menjaga, melestarikan serta merawat seni budaya nusantara, akan tetapi semua warga indonesia wajib. Dengan harapan agar seni khas nusantara tetap lestari dan bisa bersaing didunia internasional.

Bravo Lesbumi..kapan-kapam menggelar riungan bareng komunitas bikers. Gasssss!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: