Wed. Apr 8th, 2020
PT Daya Adicipta Motora (DAM)

Punya Motor Matik? Ini Cara Perawatan CVT Agar Awet AYO RAWAT MOTORMU..by HEL20

Punya motor jangan cuma dipakai terus, Bro. Sekali-sekali manjakan dia, biar bagaimana pun kuda besi sampeyan banyak jasanya. Nganter ke kantor, nganter ke pasar, nganter ketemu gebetan, bahkan dia diam saja ketika brother nganter selingkuhan, eh.

Nah, kalau motor sampeyan matik ada satu bagian penting pada motor tipe matik, yaitu Continuously Variable Transimission (CVT), atau biasa disebut transmisi otomatis, adalah sistem transmisi yang digunakan pada motor matik, dengan menggunakan sistem pemindahan roda-roda gigi secara otomatis. 

Tentunya bagian ini perlu secara rutin diberikan perawatan, minimal dibersihkan saat servis.

Jika tidak dibersihkan dan dibiarkan dalam keadaan kotor, maka akan berpengaruh buruk pada komponen lain yang ada di dalamnya, sehingga kenyamanan saat mengendarainya akan berkurang, mau?

Kalau enggak mau, makanya cek buku service yang biasanya disimpen di lemari barengan sama BPKB kalau motornya waktu beli cash, kalau bayarnya nyicil ya biasanya di simpennya barengan tuh sama dokumen-dokumen cicilan, he..he..he.

Pada buku service itu ada keterangan CVT dilakukan pemeriksaan setiap 8.000 kilometer
dan ada beberapa penggantian yang dilakukan maksimal setiap 24.000 kilometer.

Nah, PT Daya Adicipta Motora (DAM) sebagai main dealer sepeda motor Honda di Jawa Barat, ingin berbagi informasi beberapa komponen apa saja yang perlu dilakukan pemeriksaan, untuk memastikan CVT berkerja dengan baik.

PT Daya Adicipta Motora (DAM)

V-belt 
V-belt merupakan komponen penting dalam bagian CVT, fungsinya sebagai penghubung puli primer (penggerak) dengan puli sekunder (yang digerakkan). Kondisi V-Belt yang mulai rusak harus segera diperiksa bila perlu diganti, jangan sampai V-beltnya putus karena jarang dicek, nanti motor sampeyan dipelintir gasnya dalam-dalam juga percuma, wong motornya enggak bisa maju.

“Dengan memperhatikan V-Belt keamanan saat berkendara dapat terjaga, karena V-Belt yang tidak terawat dapat menyebabkan masalah dan bahaya saat motor sedang melaju di jalan,” kata Ade Rohman, Asisten Manajer Technical Service DAM.

Roller Weight
Selain itu komponen CVT yang harus diperhatikan atau dirawat adalah roller weight, kalau kondisi roller yang rusak atau hancur harus segera diganti dengan yang baru.

“Rusaknya roller bisa disebabkan kerja roller mengalami keausan seiring pemakaian,” kata Ade.

Inget nih, kerusakan satu roller harus diganti dengan satu set roller. Gejala yang bisa terjadi jika roller rusak adalah terdengar bunyi atau suara yang berisik di dalam bagian CVT bagian depan.

Kanvas Kopling
Ketebalan dari kanvas kopling wajib diperhatikan, karena jika sudah di bawah batas service maka akan sangat berbahaya jika digunakan.

Hal tersebut akan merusak komponen CVT lainnya seperti mangkok kopling.

“Agar pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh, konsumen dapat melakukan pemeriksaan secara langsung oleh mekanik ahli di bengkel resmi Honda atau AHASS,” terang Ade.

Nah, itu komponen yang harus diperhatikan kala motor matik sampeyan service.

Ayo sekarang dinget-inget kapan terakhir service? Lupa kan? Huh terlalu.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: