Wed. Oct 27th, 2021
Pluralisme Ibarat Turing Bareng

PLURALISME IBARAT TURING BARENG by Isfandiari MD

Menghargai perbedaan memang jadi syarat mutlak seorang biker.

Mereka terbiasa melihat perbedaan selera motor, perilaku riding, taste modifikasi sampai kepada hal yang lebih prinsip, seperti perbedaan agama.

Saat bicara tentang toleransi, biker muslim mengutarakan pendapatnya.

Dari obrolan santai, banyak dari mereka memandang pluralisme sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam Piagam Madinah 622M, tahun pertama hijrah.

Peristiwa ini terjadi saat beliau melakukan kerjasama dan perjanjian dengan kaum Nasrani dan Yahudi.

Teman biker rata-rata sepakat pada sebuah prinsip saat memandang perbedaan agama. Menurut mereka agama terbagi 3aspek: Ketuhanan, Ritual dan Sosial.

Pertama dan kedua sangat privat. Tidak bisa ditoleransi karena memang beda.

Tapi di aspek ketiga, memungkinkan untuk bekerjasama dengan agama lain.

Hal itu tertuang dalam Al Qur’an, bahwa Allah SWT membebaskan manusia memilih agama apa saja yang mereka yakini,

namun kelak harus mempertanggungjawabkan pilihannya,” beber Ustadz M. Asnawi Hafid, dari pondok pesantren Roudlotut Tholibin, Kudus.

Jeff Kareem

Seorang biker sahabat Ridingread yang juga mualaf, Jeffrey Kareem, menambahkan di dalam surat Ali Imran ayat 85 disebutkan:

Barang siapa mencari agama lain selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya

dan dia di akhirat termasuk orang yang rugi,” jelas Jeff mengutip ayat Al Qur’an ini.

Ia menambahkan di Surat Al Baqarah ayat 256: “Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam, sesungguhnya jelas (mana) jalan yang benar dan sesat.

Sebagian dari pegangan inilah yang membuat rekan biker menjadi sangat toleran. Ini seperti prinsip turing.

Walau riding bareng, acara bareng dan saling bantu membantu, namun resiko ditanggung sendiri.

Maksudnya, bisa saja beberapa mengalami resiko celaka, tidak mesti menyalahkan peturing lainnya.

Sama dengan hubungan antar beragama, sebisanya kita saling bantu dan bertoleransi. Soal mana yang selamat di mata Allah SWT, hanya Allah yang tahu.

Kita sebagai manusia hanya berusaha menjadi umat yang terbaik,

dan menjadikan Islam sebagai rahmat baik sekalian alam, baik dan menyejukkan,” tutup Ustadz M. Asnawi Hafid.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: