Sun. Jul 5th, 2020

PEMBALAP LEGENDARIS: SAKSONO ‘JOHN SONNY ’ SOSTRO ATMOJO (Alm) By Isfandiari MD

Tahun 1970, Pontjo Sutowo berambisi bikin tim balap di bawah Pertamina Racing Team (PRT). “Pembalap kita mesti mendunia!” ambisi Pontjo.

Nggak jauh-jauh, tetangganya di Menteng Jakarta punya potensi. Dialah Sonny yang saat itu baru 18 tahun. Dia memang menonjol. Di event Armada Race Surabaya tahun 70-an ia menyabet 4 gelar sekaligus, kelas 125 cc, 250 cc dan 500 cc. Tunggangan andalannya Honda CR93 hadiah dari bokapnya. Di PRT putra pasangan Marie dan Sostro Atmojo ini makin berkibar. Setelah digdaya di kadang, giliran Malaysia dan Singapura diacak-acak!

Tahun 1972, Indonesia keluar dari FIM karena ngak bayar iuran. Biar begitu, pembalap kita tetap berambisi balapan di Eropa khususnya seri Belanda berlokasi di Zandvoort. Syukur, adik ipar Sonny, Robert Silitonga punya koneksi di Belanda. Sonny pun masuk tim mereka asuhan meneer Bant. Sip! Di event ini dia menyabet juara II. Ini kebanggaan bagi bumi pertiwi.

Sasaran selanjutnya ikut seri I di Praha, Cekoslovakia, Agustus 1972. Kali ini setingan Suzuki 500-nya di up grade abiz. “Sirkuit Praha sangat berbahaya. Sirkuit jalan raya bekas tambang batu bara,” nilai Benny Hidayat, yang juga pembalap andal. Benar saja, saat sesi latihan, ia menggeber motornya dalam kecepatan 120 km/jam. Di tikungan S, Sonny terpelanting. Tubuhnya langsung menghujam rel kereta api. Helm bergambar garuda retak, iapun menghembuskan napas terakhir saat menuju rumah sakit. Tiap tanggal 12 Agustus, lentera dinyalakan untuk mengenang saat kematiannya. Malah tikungan itu kini bernama Tikungan John untuk menghormatinya.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: