Fri. Sep 20th, 2019

Pekalongan Kustomfight  Rise Of Creativity 2017

PERSAINGAN PARA BUILDER DI ZONA BERNAFAS ART DECO

 

Ajang ini tentu jadi indikator kemajuan customized Pekalongan dan sekitarnya. Panitia inti menantang builder  local bersaing di ajang kontes dengan mitranya para customizer zona lain.”Kita mampu kok! Perkembangan dunia kustom disini sangat baik. Inilah salah satu  tujuan kita menggelar even hang out ini,” buka bro Bhekti Sejati ‘Jathie’…. Ooo. Makanya konsep yang mereka usung beraroma kompetisi yakni Kustomfight, Rise Of Creativity. Bertarung olah karsa modifikasi dan bangkitnya olah karya dalam naungan lelaku modifikasi (29-30/7)- lokasi historikal Kawasan Budaya Jetayu, jantung kota.

Pilihan riungan juga keren lo! Ini komplek pelataran bekas pemerintahan Belanda era colonial. Bangunan khas art deco yang bikin suasana beda. Sabtu siang ridingread.com tiba di kota santri ini. Pas masuk acara, seperti singgah di lorong waktu lewat suasana vintage yang beda dari biasanya. Persis setelah masuk Gerang, kontestan peserta kontes memamerkan karya-karya mereka. Taste builder cukup beragam. Bobber, chopper ol skool, street tracker, sampai yang suka  gaya original dipertontonkan. ”Detailing, konsep keren-keren! Penilaian cukup ketat, kita juga wajib perhatikan aspek safety riding yang mereka suguhkan. Kelengkapan berkendara jadi bahan penilaian juga,” jelas Reka Puji Asmara, builder senior  Sofieskull Kustom Jogjakarta. Weis, keren deh! Panitia inti Bhekti Sejati ‘Jathie’, Adi Pribadie Utomo dan All Kustom Pekalongan pas banget mengundang dia sebagai salah satu  juri kontes damping sang seniman nyeni, bro Wawan Junx Bakwan, pinstripper, builder aliran Industrial asal Semarang. Makin klop, diundang juga juri dari kalangan jurnalis, bro Ryan yang indipenden mengelola web keren berbendera Garassi.com.

Diluar nunsa kontes, hang out kali ini lebih condong bernuasa kustom kultur. Foodtruck ada di sisi kanan panggung, booth riding gear juga fashion bikers berjejer tak cuma dari  Jawa Tengah tapi datang juga dari wilayah Barat semisal stand Badjingan yang getol membuat local produk Accessories, merchandise untuk para two wheeler pecinta fashion.”Halo bro, ketemu lagi kita!” sapa bro Andi Gass, sang owner. “Siap kang!”

Catatan khusus, mereka nggak melulu libatkan bikers. Di zona lain, dibuka juga kontes mobil kustom yang kebanyakan bergaya vintage, audio contest, gathering, freestyle, komunitas Parkour dan banyak lagi.Makin afdal, menjelang Minggu siang, raungan low end torque harleymania hadir di acara ini barengan Walikota Pekalongan H. Achmad Alf Arslan Djunaid, S.E.  akrab dipanggil Alex… yang memang die harder harleymania. “Thank’s sudah hadir bro Alex,” sambut panitia.

“Ini  adalah kali pertama penyelenggaraan seperti ini. Mungkin ke depannya kita butuh support lebih besar lagi dari berbagai kalangan. Next-nya komunitas bisa lebih  berperan untuk hidupkan acara. Builder yang ikutan juga moga lebih banyak dan bisa bersaing sama builder daerah lain. Tak cuma itu kitapun butuh support sponsor dan dukungan pemerintah setempat agar ajang ini menjadi agenda rutin yang bisa membanggakan warga Pekalongan,” beber  Jati lagi.

Kita dukung bro..keep raising…dan jadi kebanggaan warga Pekalongan!

 

By Isfandiari MD-Eko Reborn

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: