Thu. May 13th, 2021

PANJALU..PANCA KAKI MERENTANG SEJARAH LELUHUR By Isfandiari MD

 

     Banyak pertanyaan timbul ikhwal masuknya Islam ke bumi Nusantara. Paling gencar adalah bukti sejarah jika muslimin tanah Hejaz (Arabia)  dan Gujarat India memasuki tanah air lewat kerajaan kita secara aktif mencari ilmu sampai ke tanah Arah, seperti yang dialami Prabu Borosngora, putra mahkota kerajaan Panjalu yang saat itu dipimpin Prabu Cakradewa jalur perdagangan. Di sisi lain, fakta sejarah menujukkan. Inilah kisahnya….

 

 

Priangan Timur abad ke-7 masehi berdiri kerajaan Panjalu yang diperintah prabu Cakradewa. Dari hasil perkawinan dengan putri Sari Kidang Pananjung, lahirlah enam putra yang salah satunya bernama Prabu Borosngora. Ia inilah yang disiapkan menjadi raja Panjalu di masa mendatang. Sejak muda Borosngora sangat berbakat mendalami ilmu kedigjayan. ”Kesaktiannya luar biasa, berjalan di tanah dan air tak ada bedanya. Iapun  tidak pernah tahu warna darahnya sendiri karena kekebalan tubuhnya,” kisah kuncen Bumi Alit Panjalu, museum tempat barang-barang pusaka Panjalu di alun-alun kota. Alkisah, tak ada satu mahlukpun di Nusantara yang mampu mengalahkan Borosngora.

Ayahnya cemas akan kesaktian putranya. Ia takut sang putra manyalahgunakan ilmunya. Diceritakan, tak ada satupun Wiku (pendeta Hindu) yang bisa melunturkan ilmu Borosngora. Maka disuruhlah Borosngora berkelana mencari Elmu Sajati di negeri yang jauh. Singkat cerita ia mengadu ilmu dengan seorang kakek tua di Hejaz, Mekah, Saudi Arabia. Ternyata ilmunya kalah oleh sang kakek yang tak lain adalah Sayidina Ali R.A. Iapun berguru dan mendapat ajaran Islam. Pulang berguru, Borosngora menjadi raja  sekaligus menjadikan Panjalu kerajaan Islam yang kuat. Saat pulang Borosngora dihadiahi Pedang, Cis (tongkat untuk kotbah) dan Baju kesultanan. “Cis, dicuri gerombolan DI/TII tahun 50-an, baju hancur dimakan waktu, sedang pedang masih ada sampai sekarang,” kata Kuncen Bumi Alit. Sampai kini pedang tersebut tersimpan di Museum dan bisa disaksikan oleh masyarakat saat akhir bulan Rabi’ul Awal atau akhir Maulid Maulid Nabi dalam upacara Nyangku.  Sejarah menulis, saat pulang Borosngora juga membawa air Zam-Zam dan ditumpahkan di dataran rendah Panjalu dan berubah menjadi Situ Lengkong atau danau Lengkong.

 

 

KESAN MENGUNJUNGI BUMI PANJALU

 

Lansekap daerah antara Ciamis dan Tasikmalaya ini sungguh indah. Di atas gunung terdapat danau yang asri lengkap dengan pulau yang dihuni ratusan kelelawar pohon berukuran besar.

Di pulau inilah bersemayam para leluhur Panjalu, Mbah Panjalu yang menurut Abdurahman Wahid adalah  Sayid Ali Bin Muhammad Bin Umar dari Pasai. Dalam buku Babad Panjalu, beliau disebut sebagai Hariang Kencana, putra Prabu Borosngora. Versi lain menyebut yang dimakamkan adalah Wastu Kencana, raja Galuh yang bertahta di Kawali. Walahu alam!

Di atas rakit menuju pulau Lengkong, imajinasi saya lantas bermain. Terbayang perikehidupan peradaban Sunda beribu tahun  yang lalu. Lelaku saya ini kata diistilahkan orang sunda sebagai panca kaki (mencari asal muasal)  para orang tua kita dahulu.

Di dalam pulau Nusa Gede kami berziarah di makam-makan yang sudah ditutupi lumut. “Prabu Borosngora tak dimakamkan di sini. Makamnya misterius dan tak ada yang tahu,” jelas kuncen Nusa Gede.

Selepas dari pulau ini kami mengunjungi museum yang dikenal dengan nama Bumi Alit, tempat benda-benda pusaka kerajaan disimpan, termasuk  edang Sayidina Ali R.A, oleh-oleh sang guru pada Borosngora.

Pedang tersebut tersimpan baik diselubungi kain putih. “Sebelum meninggal Borosngora  berpesan untuk tak menujukkan letak makamnya. Hanya pedang inilah sebagai kenang-kenangan keturunan Panjalu sampai sekarang,” terang Kuncen Bumi Alit.

IKLAN

Honda Dream surat lengkap posisi Ciputat, 36.5 juta nego, wa ridingread Isfandiari MD 087881452626
Sasis modif GL , pelek depan belakang, ban Batlaxx 17-450 Pelek 300 Baros tanpa mesin, dijual 1.5 jyta. Minat, wa ridingread.com 087881452626 isfandiari md

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: