Tue. Jul 23rd, 2019

NGOBROL KEBANGSAAN

Tercetusnya Deklarasi Kalibata

 

Minggu, 23 Juli 2017 di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan, dipenuhi oleh muda-mudi yang memakai kaos hitam bergambar Burung Garuda emas bertuliskan “Unity in Diversity” yang berbaur dengan teman-teman dari komunitas Islam Rahmatan Lil alamin (IRL) dan Solidaritas Boedoet. Rupanya, mereka adalah panitia acara NGOBROL KEBANGSAAN yang dihadiri oleh beberapa tokoh nasional dan tamu-tamu undangan serta teman-teman dari Anshor.

“Acara ini adalah untuk perenungan tentang nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman yang mulai terkikis oleh gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme. Kita wajib bangkit dan bersatu melawannya.” demikian kata Teguh Kurniawan mewakili IRL.

Dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama sekitar 500 orang, acara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan dari ibu Menteri Sosial Dra.Khofifah Indar Parawansa yang diwakili oleh M.Mas’ud Said karena beliau berhalangan hadir.

Dipandu MC beken Ustad Abu Janda dan Eko Kunthadi, acara berlanjut dengan obrolan seru tentang kebangsaan bersama Kyai Enha, Prof.Sumanto Al Qurtuby dan Yaqut Cholil Qoumas (Ketum GP Anshor).

Dalam pembukanya, Mas’ud Said berkata : “Ulama atau Kyai yang sesungguhnya adalah Gus Dur, Abdurrahman Wahid. Karena beliau sudah bisa mengakomodir keberagaman dan pluralisme serta kemajemukan bangsa Indonesia. Sosok seperti beliau lah yang kita butuhkan sekarang ini.”

Lain hal nya dengan Yaqut Cholid yang dengan tegas mengatakan : “Dua juta BANSER siap membela NKRI dari rongrongan terorisme, radikalisme dan intoleransi!”

Acara berlangsung dengan suasana santai dan dihadiri pula oleh beberapa tokoh lintas agama seperti Suster Irene Handayani, Niluh Djelantik, Sukmawati Soekarno Putri dan Dina Y.Sulaeman, penulis buku “Salju di Aleppo”. Pada puncak acara, semua hadirin diminta untuk berdiri dan mendengarkan “Deklarasi Kalibata” dibacakan. Tepuk tangan riuh pun menggema ke setiap sudut ruangan.

Sayangnya, salah seorang keynote speaker yang paling ditunggu-tunggu oleh para peserta acara, yakni bang Denny Siregar, batal hadir karena ada keperluan lain.

 

 

Berikut isi butir-butir Deklarasi Kalibata yang dibacakan oleh Graece Tanus

*DEKLARASI KALIBATA*

Kami putra dan putri Indonesia dengan ini menyatakan:

1. Bertekad bulat menjadikan Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.Serta Menanamkan jiwa dan sikap kepahlawanan, cinta Tanah Air dan bela negara kepada setiap anak bangsa, guna menjaga keutuhan dan kelestarian NKRI.

2. Dengan segenap kesadaran berkomitmen untuk menanamkan dan mengembangkan nilai keberagaman, menghargai kemajemukan dan memajukannya sebagai realitas budaya dan bangsa. Serta menolak segala bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, anti-NKRI, intoleran, radikalisme, serta terorisme di semua lapisan masyarakat.

3. Dengan kesadaran penuh untuk Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 dalam seluruh perikehidupan bangsa dengan penuh dedikasi dan cinta Tanah Air.

*Kalibata, Minggu 23 Juli 2017*

 

By: Iwan Rasta

 

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: