Sun. Jul 5th, 2020

Bukit Batu Dinding, Samboja, Kutai Kartanegara, Kaltim

New normalnya Pecinta Alam CAMPING KE BUKIT BATU DINDING BY Agung Saputra

Tanggal 10, jam 3 subuh dini hari kami ber-lima berangkat dari rumah masing-masing n menuju check point di perumahan nirwana…

Setelah semua anggota terkumpul yaitu saya sendiri: Agung, Logan, Azra, Donny, n Indah, kami langsung menuju lokasi camping yang berjarak 45 km dari kota Balikpapan…lokasi yang kami tuju yaitu bukit Batu Dinding, kecamatan Samboja
Di perjalanan ini tiba-tiba hujan turun, tapi kami tetap gas, gak peduli hujan karena waktu kita untuk sampai di lokasi – kalau bisa sebelum sunrise terbit, biar kita semua bisa mengambil foto… Perjalanan masuk dari gerbang awal dengan jalanan tanah liat n bekas hujan, amat sangat berhati-hati karena sangat licin n banyak lobang, ditambah lagi dengan gelapnya malam n suasana hutan yang lebat pasti sangat menguji adrenalin n mental kita… Alhamdulillah, semua berjalan lancar walau diperjalanan masuk hutan rada sangat susah, kita semua saling tolong-menolong dalam 1 tim… Pas jam 5:30 kami sudah berada di Batu Dinding sambil menunggu sunrise… Alhamdulillah, perjalanan tidak sia-sia, semua terbayar setelah sunrise-muncul.

Selesai foto-foto, kami semua prepare persiapan untuk Camping… Karena waktu masih panjang kami istirahat dulu di pondok yang sudah tidak berpenghuni… Disitu kita melakukan tugas masing-masing ada yang masak ada yang cari air ada yang cari kayu dll, setelah makan pagi, kami semua pada istirahat tidur.

Selagi mau prepare ternyata banyak yang terlupakan kayak beli gula, kopi, teh, rokok… Alhamdulillah ada teman kami yang mau nyusul n akhirnya kami bisa titip konsumsi buat Camping.

Teman kami yaitu si Rabiul berangkat dari Balikpapan jam 9 pagi, sendirian, diperjalanan menuju masuk hutan banyak kendala yaitu salah jurusan, nyasar ke kebun orang.., terus motor masuk lumpur… Rabiul sempat putus asa karena sudah sendirian di hutan kejebak kubangan lumpur tanah liat, akhirnya memutuskan untuk istirahat ngumpulin tenaga ahahahaha…. Alhamdulillah, ada petani kebun lewat, akhirnya dibantuin-lah motor Rabiul yang terjebak di dalam lumpur.

Jarak masuk dari gerbang masuk ke Batu Dinding sekitar 6 km. Setelah lolos, Rabiul-pun melanjutkan perjalanan… Diperjalanan selanjutnya, motor Rabiul masuk kubangan lagi.., sampai jatuh dari motor… Disitu kami mendengar dari atas bukit suara motor yang keras dan teriakan nyaring… Kayaknya itu Rabiul.., teman kami si Azra-pun langsung turun dari bukit untuk membantu Rabiul. Alhamdulillah, akhirnya semua bisa kumpul semua dengan cerita pengalaman yang sangat seru.

Waktu tidak terasa berlalu, sore pun tiba… Prepare tenda pun dimulai.
Senja di Batu Dinding amat sangat ditunggu tuk foto-foto…
Malam tiba, kami persiapan untuk buat api dan makan malam.
Suasana malam yang sangat cerah, membuat kami sangat senang karena banyak bintang bertaburan di langit… Saya sendiri menyiapkan camera untuk dokumentasi pengambilan foto Milkyway.
Banyak foto yang kita dapat di Batu Dinding pas sunrise, sunset, n milkyway.


Malam semakin larut…, udara semakin dingin, kami semua istirahat tidur jam 1 malam.
Pagi pun tiba, kami semua bangun jam 5 subuh, untuk menikmati sunrise kedua di Batu Dinding.
Setelah itu kami prepare buat sarapan pagi, sebelum prepare pulang.
Jam 9 pagi kami turun dari bukit untuk melakukan perjalanan pulang.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: