October 1, 2022

                                             KEPALA STAF TNI ANGKATAN DARAT (KSAD) JENDRAL DUDUNG ABDURACHMAN

BERANI DAN CINTA ISLAM      By Isfandiari MD

…. Kesan dan komentar ikhwal sang Jendral memang terus menyeruak. Berbagai kalangan antusias memberikan tanggapannya. Mayoritas memberikan diskripsi senada, Jendral Dudung memberi harapan baru atas kegemilangan negri ini. Ia menjadi oase penyejuk yang memberikan rasa nyaman dalam moment yang pas, menyambut hadirnya tahun baru 2022………………

Jendral Dudung Abdurachman

Karir gemilang dan melesat naik tentunya bukanlah kebetulan. Sepak terjang Jendral Dudung Abdurachman memang kerap disorot berbagai kalangan, pun bagi para pembencinya. Sikapnya yang intoleran pada ormas-ormas radikal yang kerap  merongrong kewibawaan pemerintah menjadi sorotan di mana-mana. Saat banyak pihat, termasuk pejabat berwenang terkesan gawang menangani manuver intens mereka lewat provokasi, Jendral Dudung segera mengambil tindakan nyata, head to head dengan mereka. Hal ini mengundang reaksi berbagai pihak, dari mulai pemerhati masalah sosial, anggota ormas, seniman-budayawan sampai kalangan muda, aktivis mahasiswa.

Tokoh kebudayaan tatar Priangan, Abah Yusuf Bachtiar, sesepuh Kabuyutan Dayeuh Luhur Geger Kalong memberikan komentarnya. Bagi Abah, Jendral Dudung sosok yang ditunggu-tunggu. “Saya punya 4 fase penilaian tentangnya. Pertama, sebagai Prajurit TNI,  ia  memang harus loyal pada 4 Konsensus Kebangsaan, yang tertuang menjadi sumpah prajurit , SAPTA MARGA, dengan hirarlhi komando dari Panglima TNI dan Panglima Tertinggi Negara (Presiden). Loyalitas  ini lah yang memuluskan perjalan karir militer Jendral Dudung dari sejak PANGDAM JAYA , PANGKOSTRAD TNI AD dan posisi KASAD saat ini. Kedua, modal kemampuan yang dimiliki, sikap tegas terhadap pada kelompok MAKAR terhadap NKRI semasa PANGDAM JAYA. Hal ini tidak serta merta mengejar karir. Kang Dari.., begitu biasa saya sapa, tahu betul resiko, tentang alasan membabad habis baliho Riziq Syihab, di Ibu Kota Negara, DKI. Sikap tegas dan berani melawan arus.. Hasilnya ia naik pangkat dan jabatan , dari bintang 2 ke bintang 3 dengan jabatan baru PANGKOSTRAD TNI AD. Ketiga, Kang DAR tetap tanggap terhadap isue politik, terkait KKB, dan kelompok separatis lainnya. Keempat, konsistensi terhadap apa yang diucapkan, Kang DAR hadapi dengan  kepiawaian. Moga cepat atau lambat Puncak karir Panglima TNI segera diraih…cag,” beber Abah Yusuf.

Abah Yusuf Bachtiar-Kabuyutan Dayeuh Luhur Geger Kalong-Bandung

Tokoh pemuda, bikers sekaligus seniman aktyor film Joe P Project juga mengaku nge-fans dengan profil dan tindak tanduk Jendral Dudung. Bagi Joe, Jendral Dudung itu Maung (harimau-macan , Sunda-red).” Saya bangga punya jendral seperti Kang Dudung. Beliau ibaratnya maung! Selamat bertugas sebagai KSAD,  meminjang kata Kang Ibing, budayawan Bandung,- sok tandang..pinuh jeung kaludeung… atau meminjam kata Bob Marley musisi reggae legendaris, get up stand up..stand up for you right!..dont give up the fight! NKRI harga mati,” semangat kang Joe.  Hal senada diungkapkan  Hanran Widjianto, tokoh pemuda yang mukin di Bali.” Ia  adalah jendral yang berani melawan arus, tidak pernah takut menegakkan NKRI dan cinta Islam,” bebernya.

Joe P Project (foto;Liputan6.com)
Hanran Widjianto saat sowan kepada KH. Nuril Arifin Husein

Suara dari Bali yang lain juga hadir lewat  Pariyadi atau akrab disapa Gus Yadi, kordinator Patriot Garuda Nusantara (PGN). “Faktanya kita memang sedang mengalami masalah besar dengan hadirnya kelompok-kelompok intoleran dan memecah belah persatuan apalagi ingin menegakkan khilafah. Sosok jendral Dudung sangat dibutuhkan. Ia tidak mencari popularitas dan mewakili suara rakyat , suara plularisme, suara kebhinekaan. Saya bangga  memiliki tentara yang tidak pernah ragu demi menyelamatkan Pancasila,” semangat Gus Yadi.

            Komentar intens juga datang dari kalangan muda lainnya semisal, Feri Rizwan, anggota Lembaga Cegah Radikalisme dan Terorisme PB PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), Mochamad Nur Habib (Aktivis PMII) dan  Naey Habibi Said (wabendum bidang olahraga dan seni kopri PB PMII).” Bagi saya keamanan bartu bisa hadir dari orang yang memiliki ketegasan tanpa pandang bulu. Tahu apa yang harus dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pada masyarakat. Itu saya dapat dari sosok Jendral Dudung,” buka Naey Habibi Said, mewakili kaum wanita aktivis. “ Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi pada beliau khususnya perhatian yang besar pada kalangan santri. Jendral Dudung ingin merekrut prajurit TNI dari kalangan santri terlebih yang hafids Al-Quran  adalah langkah strategis dan tepat.Dengan direkrutnya santri pesantren yang nasionalismenya tidak diragukan lagi. Saya pribadi sebagai jebolan pesantren sangat merasakan hal ini.  Jika perekrutan anggota TNI dari kalangan santri benar dan masif dilakukan. Maka tidak akan ada ceritanya anggota TNI terpapar paham radikalisme. Secara moral atau akhlak, santri juga dididik, itu bisa menjadi modal awal juga untuk anggota TNI ketika berhadapan dengan lapisan masyarakat lainnya  dengan lebih humanis,” tutur Mochamad Nur Habib sebagai Sarjana Hukum (S.H.)  jurusan Hukum Ekonomi Syariah, IAIN Surakarta yang menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta.   Feri Rizwan ikut komentar,”Semua tindakannya merujuk pada stabilitas negara! Pertama, sejak Penurunan baliho FPI dan tokohnya pada November 2020 lalu. Hal ini merespon upaya penurunan yang berkali-kali disikapi dengan pemasangan kembali. Maka ia memerintahkan anak buahnya untuk membantu proses penurunan yang dilakukan Satpol PP karena dianggap tak berizin. Kedua, Ancaman pembubaran FPI. Pernyataannya yang mengancam pembubaran organisasi masyarakat ini dinyatakan secara terbuka, sebab ia merasa bahwa ormas tidak boleh merasa paling benar. Terdapat hukum yang harus ditaati. Ketiga, Pernyataan bahwa semua agama benar. Pernyataan ini dilontarkan sesaat setelah beliau dilantik sebagai Pangkostrad. Ia meminta seluruh prajurit TNI AD untuk menghindari fanatisme, karena semua agama benar di mata Tuhan. Walaupun pernyataan ini kemudian direspon oleh MUI, bahwa toleransi tidak berarti menyamakan semua agama. Saya berharap keberaniannya dapat menyelesaikan ketertiban negara, dari segala aktivitas yang tidak kondusif. Masih banyak memang hal yang harus diselesaikan. Di daerah saya, Kerawang misalnya, sering terjadi konflik penyalahgunaan kewenangan. Belakangan ini masyarakat diganggu dengan berbagai konflik LSM,”  kata Feri.

Naey Habibi Said
Mochamad Nur Habib
Feri Rizwan (Lembaga Cegah Terorisme dan Radikalisme PB PMII)

Berbagai komentar yang cukup intens terhadap Jendral Dudung memang layak diampresiasi dan menjadi input yang berguna bagi karirnya sebagai KSAD. Rakyat banyak berharap dari kiprah berani beliau. Di penghujung tahun ini, lahir pula harapan menuju Indonesia yang lebih nyaman.

            Good luck jendral!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram