Tue. Jun 22nd, 2021

Mitsubishi Lancer Evo 3 1998

MOTOR LEGEND-NYA TANGERANG 

By Isfandiari MD

Kalau pemilik trike ini bukan Haji Sisnugraha, tentunya sudah putus asa. Perjuangan menuju kesempurnaan geometri trike sungguh panjang. Kronologisnya, ia yang doyan turing pengin santai saat riding. Kaki nggak perlu menginjak tanah dan ngebut abiz di jalan lengang. Pilihan jatuh pada mesin Evo 3 dengan pertimbangan. ”Bisanya trike memilih mesin di belakang. Hasilnya motor jadi panjang dan kurang ergonomis. Evo in line 1600 cc dan girboks Mitsubishi L300 selain responsif jadi pilihan baik. Apalagi dipilih gardan Peugeot 505 yang sudah diamputasi agar terlihat padat. Kelar memodif trike ini cerita belum selesai!

Setelah dibuatkan sasis tubular bergaya chopper, motorpun di jajal. “Apa nyana! Ergonometri motor ini amburadul. Saat riding, mesinnya getar abis walau sudah dipasang engine mounting,” keluh Sis. Apalagi pas dipakai belok, pantatnya ngebuang nggak karuan. Ketua BOCT Tangerang inipun lantas melakukan berbagai perbaikan.

Saat dalam proses ia ketemu sohibnya Conefo pakar ergonometri mobil-mobil jeep dari kampung Pabuaran Gunung Sindur, Bogor. Pertemuan ini bukan sesuatu yuang aneh. Pasalnya selain suka modif motor, Sisnugraha juga offroader mobil Wilis. Tanpa basa basi sang sobat langsung ‘nembak’: “Hitung-hitungannya salah semua!” katanya nyantai. Conefo memerinci. Konstruksi gardan, girboks, suspensi nggak presisi. Pantas aja motor bergetar hebat saat riding. Akibatnya, banyak komponen mengalami kerusakan. Ban cepat gundul, sasis tertarik dan bengkok, gardan mudah patah. “Tak cuma itu, sudut trail yang nggak bener bikin motor jadi berat saat handling,” kenangnya.
Di bengkelnya, motorpun direhab habis-habisan. Pas jadi, Sisnugraha girang bukan kepalang. Ia lantas mencoba riding motor ini ke Pelabuhan Ratu. Di perjalanan, motor dipinjamkan temannya. Mungkin karena keenakan, ia kelewat geber, tak bisa handling motornya nabrak dan hancur berantakan. Di sini kesabaran pak Haji diuji!
Syukur nggak patah semangat dan memperbaiki trike ini demi menuju kesempurnaan.

 

TINGGAL PIKIRIN ESTETIKA

Soan genre modif, Sisnugraha memilih chopper ol skool. Bentuknya yang pakai back-bone dan tangki boongan sebagai pemanis, ditambah raiser lumayan tinggi dan setang bullhorned menjangkau setang. Bagian belakang di buat minimalis dengan jok berundak layaknya peturing choppers.
Asyiknya lagi, kami diajak rembuk soal estetika ini. Usul kami sih, trike yang berkonstuksi lebih kompleks dari 2 wheel harus diminimalisir. “Setuju kalau memang harus disederhanakan!” Bentuk sebelumnya agak ramai. Jok belakang misalnya pakai back rest dan terpisah dengan depan yang single seater plus per seperti sadel motor jadul. Kini, semua diubah jadi lebih slim dan minimalis. Usul awalnya, kelirnya hitam dove dengan list silver dan sedikit sentuhan gold leaf. “Saya kurang setuju. Inginnya hitam mengilap dan sedikit stripping ala hot rods,” sanggah Sis. Akhirnya didapat estetika final dengan tim eksekusi Yale Airbrush di bilangan Bumi Serpong Tangerang.

Spesifikasi:
Owners : H. Sisnugraha
Mesin: Lancer Eva 1.600 cc, girboks Mitsubishi L300, Gardan Peogeot
Rake: 35 derajat
Sok depan: Honda CBR400
Belakang: Monosok Satria
Roda Depan: IRC 120/145-17
Roda Belakang: Carlsson ring 17, Goodyear Eagle F1, 125/145-17
Sasis, fender struts, pijakan kaki, joykey stick

Tubularmade by, Conefo Custom Cycles

Cat dan airbrush: Yale Airbrush, Serpong Tangerang

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: