Tue. May 21st, 2019

MENIKMATI MOJOKERTO PART 3 AYO BELAJAR SEJARAH..NAPAK TILAS BUNG KARNO KECIL By Iwan Rasta

Sewa rumah kami sangat murah, karena letaknya kerendahan, dekat sebuah kali (Kali Sadar).

Kalau musim hujan kali itu meluap, membanjiri rumah dan menggenangi pekarangan kami. Dan dari bulan Desember sampai April kami selalu kebasahan. Air menggenang yang mengandung sampah dan lumpur. Inilah yang menjangkitkan penyakit thypus-ku.

Setelah aku sehat kembali, kami pindah ke jalan Residen Pamuji (sebelah utara Pasar Tanjung). Rumah ini tidak lebih baik keadaannya, akan tetapi setidak-tidaknya ia kering.

Kamar-kamarnya melalui ruang gelap yang panjang. Yang paling kecil adalah kamarku, yang mempunyai jendela atap sebagai ganti lubang udara.  (Ini kutipan dari buku biografi Bung Karno ; PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT INDONESIA halaman 35

Benar khan..membahas  Mojokerto nggak ada habisnya. Artikel awal berkisah hang out kami dan bikers menikmati kemegahan Majapahit. Artikel kedua, masih seputaran kebesaran kerajaan hebat ini plus ziarah ke makam raja-raja yang legendaris. Nah, di artikel ketiga, ridingread.com ingin mengajak brothers-sisters semua mengenang sosok legendaris sang bapak bangsa Ir. Soekarno atau akrab disapa Bung Karno. Di kota inilah beliau menghabiskan masa kecilnya. Otomatis…kota ini menjadi kota kenangan yang sangat  bersejarah. Apakah kenangan atasnya masih utuh dan dipelihara sebagai aset Mojokerto? Kita simak yuk…

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (JAS MERAH) adalah quote yang terkenal dari Bapak Pendiri bangsa Indonesia. Namun, rupanya quote ini malah dilupakan oleh Pemerintah Kotamadya Mojokerto. Kenapa? Dalam buku biografi Bung Karno berjudul PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT INDONESIA yang ditulis oleh Cindy Adams -seorang wartawati Amerika- disebutkan bahwa Bung Karno pernah tinggal dibantaran Kali (sungai) Sadar. Lalu pindah ke jalan Residen Pamudji yang letaknya disebelah utara Pasar Tanjung, di kota Mojokerto.

Beberapa waktu yang lalu ridingread sengaja menapak tilas masa kecil Bung Karno selama tinggal di Mojokerto, dan alangkah kagetnya ketika mengetahui bahwa rumah peninggalan tersebut telah rata dengan tanah, dan berganti menjadi bangunan ruko (rumah toko). “Ya, benar. Disitu dulunya adalah rumah masa kecil Bung Karno. Pernah menjadi sebuah penginapan atau losmen bernama MERDEKA. Lalu entah kenapa rumah tersebut dijual, dan sekarang dibikin ruko.” demikian keterangan dari pak Hartono, yang sudah puluhan tahun menekuni pekerjaan sebagai tukang sol sepatu di pasar Tanjung.

Salasar atau koridor sekolah, khas arsitektur Belanda.
Ruang kelas SMPN 2 Mojokerto



Bersama ayahanda, Raden Soekemi Sosrodihardjo

Untungnya, bangunan bersejarah lainnya masih tetap berdiri dengan kokohnya. Adalah SMP Negeri 2 Kota Mojokerto yang letaknya di jalan Jend. Ahmad Yani no.15. Disitulah Bung Karno bersekolah, sebelum akhirnya pindah sekolah di kota Surabaya dan nge-kos di rumah HOS Cokroaminoto

Bangunan tersebut masih kokoh dan terawat dengan baik, meskipun sudah ratusan tahun umurnya. Tampak jendela kelas yang lebar dan arsitektur khas Belanda menambah kesan vintage/klasik bangunan tersebut. Akan tetapi, ada satu hal yang terlupakan ; yakni tidak adanya secuil keterangan berupa plakat/prasasti bahkan patung yang menerangkan bahwa disini pernah bersekolah seorang Bapak Pendiri Bangsa Indonesia ; Ir.Soekarno.

Bagaimana nih Pemkot Mojokerto?

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: