Thu. May 13th, 2021

LAWANG SEWU SEMARANG ,Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij By Isfandiari MD

Tak ada satu insanpun yang mampu meminta kapan  dan dimana dia dilahirkan. Apakah kelahiran tahun 60-an atau bebuka abad 20. Setiap zaman tentunya punya romantisme sendiri, termasuk saat abad 20 datang tepatnya di tahun 1903. Ya..,saat itulah, Semarang membangun kantor Belanda berjuluk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij  yang mulai start pada 27 Agustus 1913.

Memang kita hidup di jaman sekarang,  tapi bukan berarti kita tak layak salut pada duet arsitek Belanda, Prof. Jacob K. Klinkhamer dan B.J. Oudang. Dua-duanya jeli merancang  gedung ini secara bersayap. Rancangan bangunan utama dan pendamping dengan perspektif yang sangat apik membuat bangunan anggun menawan hati.  Makin afdal, mereka menambahkan duo menara bergaya gothicnya, yang seakan angkuh  mengawasi kota semarang dari ketinggian.

Saat pertama dibuka tahun 1907, suasana zona ini membang membangkitan rasa iri. Secara berkala, trem alias kereta api dalam kota setia melintas di jam yang disepakati. Sebuah mass tranportation yang tertata secara profesional. Itulah Semarang jaman kolonial, noni-noni Belanda datang dan pergi mengurusi sebuah keperluan. Ah, itu hanya satu sisi keindahan yang terjadi, dalam sisinya yang lain, nasib pribumi terjajah, menjadi kisah tragis tersendiri, disiksa dan diperas sampai mati.

Di Era Jepang kondisinya semakin ekstrem. Waktu kami diajak ke lantai 3 oleh guide Lawang Sewu, rasa agak tak nyaman dan sumpek terasa. Aneh, padahal ini aula yang luar dengan ventilasi baik. Ini bukan perasaan bernuansa mistik namun aura jelek yang berpendar sampai jaman ini. Kebetulan sang guide merasakan ‘ketidaknyamanan’ ini dan bercerita. Di jaman Jepang, disinilah tempat penyiksaaan kaum pribumi. Orang-orang digantung-siksa  sampai tewas.  Entahlah apakah ada benarnya, konon pula, mereka ditusuk sampai ususnya terburai. Di sudut aula ada  dua kamar durjana pemuas nafsu birahi bala tentara jepang terhadap wanita-wanita pribumi. Ia lantas menunjukkan tempat itu dan tentu saja tak hanya membangkitkan rasa ngeri tapi juga marah dan sedih bercampur baur. Bagaimana saat itu bangsa kita dihinakan begitu rupa!

Di era itulah, pertempuran Lima Hari yang fenomenal terjadi di Semarang yang merengut nyawa para bunga bangsa. Beberapa yang gugur dikuburkan di areal ini hingga tahun 70-an, jasad mulia inipun dipindahkan ke makam pahlawan.

Memasuki bagian perbagian di Lawang Sewu mengundang banyak kesan. Ruang bawah tanahnya adalah konsep arsitektur yang tertata. Belanda memperuntukkan ruangan ini sebagai ventilasi udara sekaligus pendingin ruangan di atasnya. Mirip sistem air conditioning era sekarang. DI Jaman Jepang, ruangan ini menjadi penjara bawah tanah yang mengerikan. Ada satu ruang tempat pemenggalan kepala pesakitan. Guide pun tak lupa menjelaskan ikhwal penjara jongkok dan berdiri di ruangan ini. Desain mirip bak mandi diisi kira-kira 8 pesakitan berjongkok di bak dan diisi air sebatas leher. Mereka ditutup sampai waktu yang tak terhingga, kematian menjemput suatu waktu. Sama dengan penjara berdiri. Mereka  ditumpuk 8 orang di ruang sempit hingga tak mampu jongkok, sungguh siksaan yang membuat miris, betapa humanisme dipendam sampai dasar terdalam lubuk hati manusia. Jika ada yang masih ingat realty show Dunia Lain  Trans TV soal penampakaan kuntilanak di Lawang Sewu, disitulah lokasi persisnya.

Keluar dari ruang bawah tanah, kita seakan terselamatkan dari dunia bawah tanah yang suram. Lawang Sewu sedikit benderang. Apalagi PT Kereta Api Indonesia mulai  ‘memanjakannya’ dengan renovasi di sana-sini. Perlahan namun pasti, ia berseka dan menjadikan daerah ini sebagai daerah tujuan wisata primadona Semarang. Proteksi ditambah lagi dengan dinobatkannya Lawang Sewu sebagai  salah satu dari 120 bangunan  lama yang wajib dilestarikan.

Saat meninggalkan gedung ini, pedagang keliling dan peganan ala kadarnya mulai menjajikan dagangannya. Lwang Sewu menjadi bangunan yang punya nilai ekonomi dan edukasi. Moga kota-kota lainnyapun memperlakukan gedung tua mereka sepertihalnya Semarang. Mereka sadar bahwa sejarah adalah pelajaran berharga bagi kemajuan intelek muupun material bangsa ini.

Selamat tinggal Lawang Sewu, jika kami berkunjung padamu lagi, kamui yakin kamu akan lebih berseri. Amin!

IKLAN

Honda Dream surat lengkap posisi Ciputat, 36.5 juta nego, wa ridingread Isfandiari MD 087881452626
Sasis modif GL , pelek depan belakang, ban Batlaxx 17-450 Pelek 300 Baros tanpa mesin, dijual 1.5 jyta. Minat, wa ridingread.com 087881452626 isfandiari md

 

 

 

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: