December 9, 2021

Lady Bikers Uchie Yohnsru CONCERN BENCANA LOMBOK

Lelaku head (president) Balikpapan chapter, MMC Outsiders Indonesia , miss Uchie sangat inspiratif. Selain satu-satunya presiden chapter cewek di klubnya, ia terbilang cepat tersentuh dan melakukan tindakan jika ada bencana alam.

Tindakan paling nyata saat gempa Lombok terjadi. Uchie lansung terjun ke lapangan  bareng rekan-rekannya.”Malam pertama  survey pengungsian seputaran Mataram. Malam kedua kami langsung ke gunung Sari, Gunung Macan, Dopang dan sekitarnya. Jalannya masih tanah. Kami naik motor, saya  boncengan sama mbak Ade, owner Arinz Hotel,” katanya membuka kisah.

Rasa empati pada bencana Lombok memang besar. Saat Uchie ketemu rombongan mahasiswa di pesawat menuju Labuan Bajo, mereka langsung gabung ikut tim.”Dengan mereka kami melintas Gunung Sari menuju jalur Pusuk lantas ke daerah Rinjani. Dari sana masuk ke lokasi pengungsian di Pemenang, ibu kota Lombok Utara. Setelah itu kami melewati Senggigi arah balik Mataram untuk cari  barang-barang yang dibutuhkan pengungsi. Disana mereka masih membutuhkan terpal, genset ukuran 1000-2000 watt. Saya langsung kontak Banten chapter untuk bantu cari terpal dan dikirimkan via cargo. Sampai sekarang masih di lokasi pengungsian,” urainya.

 

SHARE HARI SELANJUTNYA VIA WA DENGAN RIDINGREAD.COM

“Lumayan kaki yg kanan rada-rada bengkak mungkin karena kecapean. Masih ada barang-barang  yang mau di donasikan tapi dah uchie serahkan catatan untuk titip ke temen yang bantu kemarin untuk mau disalurkan kamana. Jarak yang terlalu jauh lumayan bikin kita harus nyetir jauh  berjam-jam  jadi gak bisa semua terjangkau dalam 1 hari. Doakan Uchie balik lagi ke Lombok karena di sana mereka masih butuh banyak bantuan  relawan  juga donasi.

Bantuan yang ke Bayan dan sekitarnya berupa terpal, genset,  selimut kita titip d dapur umum pemenang dan tentara yang bertugas di Bayan yang turun ambil karena kami gak keburu untuk ke daerah Bayan dan sekitar karena harus sudah gelap secara perjalanan ke sana masih 2 jam lebih.Terus juga kita supply ke desa yg di daerah dalam Senggigi.  1 kampung semua hancur dan jumlah kepala rumah tangga yang mengungsi di satu lokasi kampung itu sekitar 400 kk. Jadi terpal masih kurang dan juga selimut dan alas tidur. Kalo genset kebeneran penerangan di sana ada dan gak mati walaupun kampungnya semua seperti kota mati karena gak ada 1 rumahpun  yang selamat. 1 bayi meninggal dan 1 ibu dan bayi sempat terperangkap d runtuhan bangunan permanent tapi Puji Tuhan merrka selamat walau sang ibu kakinya sempat tertusuk  ke tusuk .

Asli gak kuat banget lihat situasi d lapangan tapi kami harus tegar di depan mereka untuk tetap membuat mereka semangat. Khususnya anak-anak dan para ibu juga dan manula….”

Thanks share kisahnya, sist Uchie. Inspiratif sekali!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: