Wed. Oct 27th, 2021

Terobosan mencerahkan bagi petani Malang

Komisi IV DPR RI dan Direktur Pembiayaan Pertanian Kunjungi Penanaman dan Pencanangan Alpukat Pameling di Malang

ALPUKAT PAMELING, KOMODITAS UNGGUL YANG MENJANJIKAN By Isfandiari MD

…Buah-buahan unggul ini memiliki masa depan cerah dan sangat menjanjikan. Jadi tak heran, kelompok tani Makmur 2 dari Gapoktan Nakkulo, Desa Wonorejo Kecamatan Lawang, Malang antusias membudidayakannya. Apalagi permodalannyaa difasilitasi KUR Sektor Pertanian.” “Kalau bisa, kita targetkan pembiayaan alpukat ini sebesar 300 miliar dari KUR,” optimis Ditjen PSP, Indah Megahwati , MP, direktur Pembiayaan pertanian…….

Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar melakukan kunjungan ke Kabupaten Malang, guna menyerap aspirasi dari sejumlah petani terkait usaha dan budidaya hortikultura alpukat, Senin, (15/02). Pada kesempatan itu, politikus senior dari fraksi PDIP tersebut ditemani Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP, Indah Megahwati, MP.

Agenda kunjungan tersebut menemui kelompok tani Karya Makmur 2 dari Gapoktan Nakulo di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang.  Pada kegiatan tersebut dilakukan penanaman alpukat oleh Anggota Komisi IV DPR RI dan Direktur Pembiayaan Pertanian. Selain kelompok tani, hadir pula tim dari Paranusa Group. Paranusa adalah perusahaan yang bergerak mulai dari pembibitan, budidaya, buah segar, produk olahan, dan investasi alpukat pameling.

Alpukat Pameling dipilih sebagai komoditas selain dikarenakan produktivitasnya yang tinggi sebab tidak mengenal musim, dan hamper sepanjang tahun dapat berbuah, sehingga dapat panen raya dua kali dalam setahun. Pameling juga berbuah secara bergerombol, dengan kehalusan daging sebesar 80%, 99% tidak berserat dan memiliki kadar air yang tinggi. Keunggulan lain yang dimiliki komoditas ini adalah rasanya yang manis dan memiliki kandungan minyak yang besar, sehingga memiliki potensi yang besar untuk industri bahan baku obat dan kosmetik.

Indah menyampaikan bahwa untuk permodalan budidaya usaha tani alpukat ini dapat difasilitasi dengan KUR sektor pertanian. “Kalau bisa, kita targetkan pembiayaan alpukat ini sebesar 300 miliar dari KUR” ujar Indah. Alokasi KUR Pertanian untuk tahun ini cukup tinggi, yaitu sebesar 70 triliun rupiah. Adapun realisasi per tanggal 15 Februari 2021 sudah mencapai 5.7 triliun rupiah dengan rincian, tanaman pangan sebesar 1.4 triliun, perkebunan sebesar 2 triliun, peternakan sebesar 1.08 triliun dan hortikultura 780 miliar. Karenanya Indah mendorong pelaku umkm sektor pertanian yang ada di Malang ini untuk segera mengakses pembiayaan melalui KUR tersebut. Terobosan yang menjanjikan masa depan cerah petani di Malang. Selamat!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: