Tue. Feb 19th, 2019

Founders of Harley Davidson The North Shore Bulletin Dec 1920

Kisah Ikhwal Harley-Davidson

  “AKU WILLIAM HARLEY..DAN INI SAHABATKU ARTHUR DAVIDSON…..”

 

 

Teaser:  Ratusan tahun lalu, ada dua keluarga yang mencatatkan sejarah spektakuler diantara para bikers. Merekalah dua keluarga Harley dan Davidson. Kita lihat catatan harian mereka yuk, sangat mengispirasi dan asyik untuk disimak…

“Perkenalkan, aku William Harley dan ini sahabatku Arthur Davidson. Kami sama sekali tak menyangka jika di masa depan kami jadi bagian dari sejarah dunia. Seorang penjual produk kami di era 90-an menuturkan  kalau kami punya andil dalam sejarah otomotif dan peradaban dunia.

William Sylvester Harley                                           Arthur Davidson

 

Kisah kami bermula saat kami berdua kagum pada kejeniusan James Watt sang pencipta uap untuk menggerakkan mesin tahun 1700-an. Itu sungguh sebuah  permulaan. Lalu, tersiar kabar bahwa William Murdock, salah satu anak buat watt berkreasi membuat tricycle dengan tenaga uap. It’s amazing!

Setelah itu pembaruan muncul di sana-sini. Pionir muda menjamur. Tahun 1868 perusahaan Austin Velocipede membuat mesin uap ditopang roda dua. Ada juga ciptaan dua innovator brilian asal California, LD dan WE Copeland yang sukses bikin mogtor sejenis. Mereka cukup sukses!

Lewat media Perancis, kami juga dengar beberapa inovasi menakjubkan saat bensin mulai marak digunakan di dunia otomotif belahan Utara. Kami menyimak bro Delamare-Debutteville bergegas bikin tricycle pertama dengan bahan bakar bensin. Hebat! Ia malah bikin peranti bernama karburator untuk mengatur suplai bensin ke mesin. Wajar kalau dia dapat hak paten untuk karburator tahun 1884. Ha.ha..beruntung dia! Padahal Carl Benz asan Mannheim juga bikin barang sejenis. Tapi sayang, secara komersial ia kurang sukses.

Tanggal 10 November 1885 jadi moment bersejarah bagi dunia otomotif. Saat itu seorang Jerman Gottlieb Daimler mampu bikin roda dua berbahan bakar bensin. Saat itu dunia menjulukinya bicycle sejati dab belakangan disebut motorcycle. Takdir memang..ia  meninggal saat motornya sukses di pasaran. Tergiur usaha yang ia rintis, berbagai perusahaan membangun motor, setahun kemudian.

Founders of Harley Davidson The North Shore Bulletin Dec 1920

Saat  itu aku berumur 21 tahun dan Arthur 20 tahun. Kami bertetangga dan menyimak perkembangan teknologi motor saat itu. Oh ya kami bekerja di perusahaan yang sama, sebuah pabrik di Millwauke. Aku bagian pengangkutan dan Arthur bagian pola. Tapi pada dasarnya, kami gila inovasi dan bercita-cita jadi pioneer di masa mendatang. Ha..ha..kami berdua doyan ngutak-ngatik mesin dan bercita-cita bikin motor yang keren!

Untungnya di tempat kerja ada seorang Jerman yang tahu betul seluk beluk mekanik. Ia nggak pelit berbagi ilmu, lewat ilmunya itulah kami berdiskusi hingga larut malam. Tak hanya diskusi, kami berusaha mewujudkan mimpi. Aku mencoba membuat kontruksi motor sederhana dan Arthur putar otak merancang mesin. Kejadian it uterus berlangsung di sebuah gudang kecil, nyaris pengap di  lantai bawah pabrik.  Hasilnya jauh dari sempurna! Tapi kami bisa tersenyum dan bangga atas pencapaian ini.

Waktu berlalu. Titik cerah pun datang saat  saudara Arthur yakni Walter Davidson punya keahlian di bidang mekanik. Ia bekerja sebagai masinis kereta api di Kansas. Pertemuannya sungguh tak terduga. Ia datang ke Milwauke menghadiri pernikaan saudara mereka. Ha..ha..nama pengantinnya kebetulan sama denganku, William. Kamipun bertemu dan langsung klop.

Oh ya William sang pengantin juga tertarik pada gagasan kami. Nggak ada ruginya ia bergabung. W.Davidson adalah spesialisasi alat-alat bengkel. Begitulah! Tiap sore dan malam tim kecil ini bekerja tanpa lelah, membuat sebuah motor dari nama keluarga ini: Harley-Davidson. Lucu juga mengenang masa itu.Busi yang kami gunakan, sebesar gagang pintu. Untuk membuat bannya berjalan saja, sulit minta ampun karena tenaga motornya sangat lemah. Masa-masa penuh kenangangan. Kami sering menertawakan moment lucu itu. Yap, betapa primitifnya tim kami, ha..ha..ha..

 

Tahun 1902 jadi tahun yang penting buat kami. Salah seorang  keluarga lain bernama Bill Harley punya naluri bisnis yang gede. Ia tertarik bergabung dan merumuskan ide membuat Harley-Davidson motorcycler dalam skup komersial. Oh ya..tunggu dulu, sebelumnya sebuah masalah muncul. Persoalannya menyangkut nama motor, apakah harus Davidson-Harley atau Harley-Davidson? Sebuah keputusan yang gampang-gampang susah, menyangkut ego , nama keluarga siapa yang lebih dahulu. Syukurlah tidak berkepanjangan. Saya salut pada keluarga Davidson yang rela nama keluarganya disimpan belakangan. Jadilah, Harley-Davidson. Lagiula keluarga Harley-lah yang kali pertama mendesain mesin-mesin motor yang kami buat itu.

Lewat berbagai ujicoba, Harley-Davidson pede mengiklankan produk kami. HD sanggup riding sejauh 100 mil dengan baik. Kami punya motto andalan yakni Silent Gray Fellow. Silent karena tidak berisik, grey sebagai warna andalan dan fellow sebagai ujud motor yang  bersahabat. Waktu itu HD dijual seharga 200 dolar. Walau tak sebanding dengan hasil kerja keras memang, tapi itulah jalannya hidup. Kami sedang menciptakan sejarah.Ini adalah permulaan, dan kami yakin telah berjalan di jalur yang benar.

1907 Harley Davidson

Kalender di dinding menujukkan tahun 1906. Seorang paman dari keluarga Davidson bernama James Clay asal Wisconsin mendengat debut kami. Ia percaya pada kami dan relam meminjamkan sejumlah dana. Sungguh itu sebuah kemajuan yang besar bagi kami. Ia pun kami juluki ‘honey uncle’ karena kedermawanannya. Duit yang lumayan itu kami belikan sebuah gedung seluras 2.300 meter persegi di Juneau Avenue. Di kemudian hari, lokasi itu berganti  nama jadi Chesnut Street. BIsa dibayangkan kebanggaan kami saat itu. Di samping gedung megah itu, terpampang tulisan gede: HARLEY-DAVIDSON MOTOR.CO. Di sanalah kami makin serius. Di awal-awal perjalanan, perusahaan ini hanya mampu mempekerjakan beberapa karyawan saja. Tapi itu awalnya! Setelah kami mampu bikin motor untuk keperluan warga, hadir juga pesanan dari pihak militer Amerika Serikat. Kami juga mampu bikin spare part sendiri.

Di tahun itu kami mampu bikin 50 motor. Lama kelamaan berkembang. Davidson bersaudara kebagian tugas menjaga show room kami di Milwauke. Seadng saudaraku Bill Harley menuntut ilmu ke Univrsitas Wisconsin di Madison khusus mempelajari ilmu permesinan spesialisasi Internal Combustion Engines. Dari situlah, kami menjadi legenda!”

 

ARTHUR DAVIDSON:

“Sepak terjang kami sempat terganggu di tahun 20-an. Muncul pesaing, seorang industriawan jenius, Henry Ford yang bikin mobil keren, The Black T. Akibatnya minat warna Amerika beralih. Produksi Harley-Davidson menurun sampai 10.000 motor tiap tahunnya. Dari sinilah kami tertantang untuk bikin inovasi baru supaya nggak kolaps!

Inovasi mulai dengan penyempurnaan sistem rem di roda depan tahun 1927. Berkat inobasi ini produk kami  naik lagi jadi 20.000 motor pertahunnya. TAhun 1929 jadi tahun yang baik bagi kami. Saat itu lahir WL 45 cu alias HD 750 cc ‘The Forty Five’.  Ini motor yang sukses di pasaran dan diikuti penyempurnaan  mesin dengan valve twin dan special twin. Lagi-lagi kegemilangan kami terganggu saat Amerika dilanda krisis moneter yang menghantam insutri otomotif nasional. Lagi-lagi kami nggak menyerahd an terus berjuang.

TAhun 1935 kami bikin mesin berkapasitas 80 cu  yang bisa ngacir sampai 160 km/jam. Tahu  setelahnya lahir Knuckelhead 61 cu alais 1000 cc OHV EL yang legendaris sampai sekarang. Inovasi terus berlanjut.Bodywork makin keren dan eksotis termasuk pilihan bahan aluminium di mesinnya.

Perang kembali pecah. PEngalaman dipakai di PD I berlanjut di PD II. KAmi mengeluarkan tipe WLA, WLD 45 sekaligus bikin edisi khusus EL 74 cu. HD WLA ini dibuat sampai 90.000 unit dan jadi kendaraan favorit tentara Amerika di perang Eropa. Kami makin getol dengan membuat Panhead bermesin canggih di masa itu yakni tipe 61 cu dan 74 OHV kepala silinder dari Aluminium kapasitas 1000 cc.

Penyempurnaan terus berlangsung tanpa henti. Wajar dan membanggakan jika kami menjadi legenda dunia….”

Monument in Littleport, England

 

By: Isfandiari MD

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: