Tue. May 11th, 2021
Kisah Historical Desain Motor Bobber Choppers

KISAH HISTORIKAL DESAIN MOTOR. LELAKU CUSTOMIZED BERMULA DARI SINI… By Isfandiari MD

….Olah karsa dan karya yang tak pernah puas alias gak pernah ada habisnya!

Itulah langkah lelaku customized. Two wheelers punya taste masing-masing.

Ada yang suka minilalis, tetap pakai sasis pabrikan dan ubahan dikit di beberapa bagian, atau bablas ogah asli, dan hanya sisakan nomor sasis di rangka.

Yap, Cuma mesin aja yang stay, semuanya baru lagi. Biasanya itu dilakukan insan penikmat choppers baik yang hardtail ataupun softail.

Jadi akan jadi seru jika kita menyimak perjalanan historikal desain-desain ini.

Mulai standar, bobber, choppers sampai yang sekarang kadang latah…Japs style……

Hasrat memodifikasi bisa jadi fitrahnya manusia yang nggak mau sama dan stagnan ikhwal estetika.

Bisa ditebak, awal nya coba-coba, sedikit demi sedikit alias minimalis. Dulu, desainer pabrikan suka maksimalis, semua serba gede dan ‘berat’.

Misal di kalangan harleymania sebagai motor yang jadi bebuka agresivitas modifikasi. Harley sangatlah ‘lebay’ dan berat.

Jok, sepatbor belum lagi aksesori lain sangatlah besar-besar. Makanya banyak haters bikers menjulukinya Garbage Wagon atau gerobak sampah, saking ribetnya.

Dari situlah para dia harder mulai mengkritisi. Uniknya mereka ada di kalangan outlaws, para bajingan jalanan penunggang kuda besi.

Mereka ingin Harley lebih simpel dan ringan, gampang bermanuver apalagi untuk aksi-aksi kejahatan merampok atau kejar-kejaran antargeng motor.

Posisi duduk juga dibuat seru…, menjadi dropseat mengejar style keren saat riding. Di sinilah, lahir istilah BOBBER.’

BOBBER:
Dulu..dulu saat saya masih jadi wartawan Motor Plus, ada obrolan seru dengan Veroland, salah satu builder ternama dari Kick Ass Choppers.

Dia jengkel pada orang-orang yang salah menterjemahkan Bobber.

Banyak pede menyangka, bobber istilah modifikasi yang cenderung ber-ban gendut depan-belakang. Asal ber-ban gendut, mereka menyebutnya Bobber.

Desain bobbers lebih simpel dan ol skool.

Hal yang sama dibicarakan Rudy Soedjono dari Flying Piston Garage. Motornya pernah menang jadi the best bobber di event internasional,

dan…tampilannya modifikasi minimalis dengan ban depan-belakang yang tidak gendut. Nah!

Oks..oks, bobbers adalah modifikasi minimalis yang lebih dahulu dari chopppers. Ia tidak mengubah tampilan asli pabrikan, tetap memakai peranti asli.

Di jamannya tetap pakai drum brake, kick starter dan nge-bob (potong) fender belakang tanpa sepatbor depan ataupun kalaupun ada hanya pemanis dan sangat minimalis.

Oh ya, fender belakang juga sangat pendek dan sama sekali tak bisa diandalkan untuk menahan cipratan air.

Justru tugasnya memberikan kesempatan ban belakang lebih show off..big fat ass, agar lebih stylish.

Kini istilah bobbers sedikit bergeser dan fokus pada roda depan-belakang yang besar.

Apa boleh buat, definisi ini sudah kadung melekat dan para builders –punya seolah men-sahkannya.

CHOPPERS:
Nge-Chop, memotong adalah inti dasar dari choppers. Bodi motor di cho-chop hingga makin simpel. Bodi motor semakin ringan dan aksesori yang tak perlu dibuang ke sudut bengkel.

Choppers menjadi sangat diminati saat para outlaws era 70-an menguasai jalan-jalan di Amerika.

Para Outlaws, pahlawan desain choppers.

Geng besar seperti Hell’s Angels, Outlaws, Pagans, Bandidos menjadi bebuka awal kebudayaan Choppers ini, terutama Hell’s Angles.

Film-film legendaris macam Easy Riders telah membuka taste bikers seluruh dunia untuk menjadi chopperis sejati.

Choppers dalam tingkat ekstrem sangat terkait dengan kreativitas dan ketidakmampuan bikers saat itu untuk membeli motor utuh.

Beberapa kasus, mereka berburu mesin dan membangun sasis hardtail sendiri untuk menjadikan sebuah motor yang layak dibanggakan.

Setelah itu kisahnyapun berlanjut. Aliran choppers berkembang terus, bisa ala New York (New York Choppers) yang serba rapat sesuai traffic padat kota New York.

Skandinavian Choppers, down tubenya merapat ke mesin.

Ada gaya California atau bahkan tak kalah seru selera bikers Skandinavia dengan Skandinavian Choppers, dengan dow tube (Pipa sasis di depan mesin) bisa double atau single yang merapat, dengan rake yang adjustable.

Konstruksi sasis juga disasar sesuai selera. Rake bisa rapat ataupun centang sesuai kebutuhan.

Center bone bisa drop seat dengan posisi duduk yang rendah, sepatbor pakai sissy bar, setang bisa pilih drag bar, ape hanger ataupun semi ape hanger.

choppers klasik, sasisnya belum rata tanah…

Biasanya roda depan lingkar lumayan besar dan belakang gendut. “Choppers ibarat cewek cantik dan seksi!

Roda belakang besar ibarat bokong wanita, tangki yang langsung besar ke depan sama halnya pinggang dan payudara,

sok depan centang panjang, kaki yang panjang, sangat seksi,” gambaran Rudy Soedjono, harlemania asal Jakarta dan pengamat kehidupan outlaws bikers.

Knalpot terbilang suka-suka dan stylish sekali. Bisa melangkung ke atas, ke bawah, terserah.

Variasi dibuat macho, beberapa pakai sentuhan kulit seperti di jok, lampu depan belakang bolt on, tangki bisa tearsdrops, coffin ,mustang atau apapun.

Ini benar-benar bebas lepas dalam kreasi dan selera builder ataupun ownernya.

Sipnya lagi, choppers sejati sangat mementingkan performa mesin. Mesin bisa aftermarket yang canggih, pakai NOS atau variasi penunggang performa lainnya.

Yang unik dari choppers…sebelumnya mereka menjadi chopperis karena kurang modal, kini..chopperis perlu biaya ekstra untuk mendandani choppernya agar keren.

Pro street x-treem hubless.

Dalam beberapa kasus, membangun choppers menjadi sangat mahal.

Tapi ada yang digarisbawahi..choppers yang respectable, tentunya lebih memprioritaskan lelaku handmade (membuat sendiri) ketimbang bolt on (membeli jadi) dari toko variasi atau pabrikan.

Ini yang menjadikan choppers sangat individualis dan bergengsi.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: