December 9, 2021

Kenali Kode Ban Sesuai Kebutuhan, Ini Himbauan Produsen Ban

Kenali Ban Sebelum Digunakan

by : Nandar Haydell

RidingRead.com – Pabrikan ban tentunya mempunyai spesifikasi soal standarisasi produknya mulai dari ukuran, ukuran angin, tahun produksi, kadaluarsa dan kode ban. Edukasi kepada para pengguna ban, diantaranya terdapat beberapa titik penting untuk di mengerti orang awam.Untuk yang mau belajar beberapa kode umum pada setiap tipe ban.

Tire Wear Indikator

Disetiap ban dilengkapi dengan indikator maksimal pemakaian ban. Namanya Tire Wear Indikator sebagai indikator maksimal pemakaian ban. Biasanya di pasang pada dinding ban.Tire wear idikator berupa tanda titik dikembangan yang bersentuhan langsung dengan aspal.  Jika tanda titik ini telah habis, pertanda waktunya ganti ban.

Tangal Produksi

Jangan lupa pantau kode ban diproduksi, jika lama berada di took kompon akan mengeras. Efeknya tentu saja ban tidak lagi maksimal nge grip dan licin.Kode produksi ban tertera dalam huruf emboss di dinding ban.

sangat penting untuk pembeli. Karena semakin lama diam di toko, kompon ban akan mengeras dan berbahaya jika jalan licin. Khusus produk Michelin terdapat di dinding ban dan diembos. Contohnya kode 4113. Angka 4 menyatakan ban diproduksi pada minggu ke 4.Sedangkan 1 menyatakan bulan januari dan 13 menyatakan 2013.

Kode SNI

Agar aman dari tilangan polisi yang sampai lihatin ban, sebaiknya pilih ban ber lisensi SNI sebagai syarat penggunaan oleh konsumen di Indonesia. Logo SNI bentuknya di emboss dan bukan disablon.

 

Beban Maksimal

Untuk kode beban maksimal, khusus ban dilengkapi stiker berwarna dari masing – masing pabrikan.Contohnya sebagai petunjuk ukuran serta beban maksimal ban. Produsen ban tidak hanya tertulis kodenya, tetapi juga dilengkapi juga dengan penjabarannya. Contoh arti kode 49P tertulis beban maksimal yang bisa ditanggung satu ban 185 kg. Kalau ban depan-belakang tinggal dikalikan 2.Jadinya 370 kg yang terdiri dari motor, rider, boncenger dan barang bawaan.

Speed Maksimum

Kode kecepatan juga tertera bareng kode beban maksimal. Misalnya kode 49P, bukan hanya beban maksimal 185 kg yang bisa di tanggung satu ban. Kode 49P juga menyatakan kecepatan maksimal yang direkomendasi. Kecepatan maksimal 150 km/jam atau 93 MPH (Mile Per Hour). Kode ini, berbeda untuk tiap jenis motornya.

Tanda Arah Pemasangan Ban

Di dinding ban juga terdapat tanda panah untuk posisi arah ban ketika dipasang. Tanda panah Rear Wheel menyatakan untuk ban belakang, sedangkan Front wheel untuk ban depan. Biasanya untuk tipe tertentu di seting kompatibel , artinya bisa dipasang untuk ban depan dan ban belakang.

Setiap ban dilengkapi dengan tanda titik atau berbentuk pewarna. Fungsinya sebagai tanda posisi pentil agar tetap balace setelah digunakan. Tanda titik atau warna tersebut adalah balancing dari produsen, meski dipengaruhi oleh kondisi pelek namun paling tidak tanda itu sebagai panduan.

Tubeless
Artinya ban ini termasuk ban tubless. Namun dalam pemakaiannya boleh juga menggunakan ban dalam, bagi yang masih menggunakan pelek jari-jari. ban diera saat ini, meskipun tubeless tapi memiliki bobot yang lebih ringan. Sehingga beban mesin lebih ringan. Tidak bikin boros bahan bakar. Jadinya tidak bikin polutan tinggi. Sesuai semangat ramah lingkungan dan cinta bumi yang disengungkan para aktifis pecinta lingkungan hidup.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: