Mon. Oct 21st, 2019

Journey Ke Museum, Catatan Riding Lutfi Hermansyah (Jurnalis Ridingread.com) SUASANA KLASIK BAGI PENIKMAT MOTOR-MOBIL DI KOTA WISATA BATU JAWA TIMUR -NAIK HONDA REVO F1

…Museum angkut sangat recommended banget  buat brothers dan sist yang suka kendaraan klasik. Selain menjadi tempat wisata, juga menjadi tempat edukasi. Museum yang terletak di lereng Gunung Pandreman, Kota Wisata Batu, Jawa timur merupakan museum transportasi kuno. Mulai  aneka jenis Asia, Eropa, dan Amerika.  Ada Helikopter pertama milik Indonesia yang pernah dipakai oleh Bung Karno….

Journey adalah kegiatan yang paling tepat untuk mengisi weekend. Daripada tiduran di rumah aja, seperti kata  Che Guevara “Revolusi tidak akan lahir dari tempat tidur”, sok revolusioner hahahha. Tanpa pikir panjang, pagi-pagi aku sudah bersiap, ambil kunci, laluu Gassssss!!! Motor Honda Revo FI kugerakkan ke arah timur lalu selatan, dari arah mojokerto menuju Pandaan, pasuruan, ditengah perjalanan aku sempatkan untuk mengunjungi Masjid Cheng Ho, Masjid yang cukup unik, dengan perbaduan tiga arsitektur. Kolaborasi antara Jawa, Cina, dan Arab. Kereeen brooo Indonesia banget, Plural. Jika dilihat sepintas bangunan masjid ini kayak Pagoda. Katanya nih katanya, masjid ini dibuat untuk mengenang jasa Laksamana Cheng Hoo Asal Tiongkok yang telah berjuang menyebarkan islam di Tanah Jawa. Ceritanya, dulu Laksamana Cheng Hoo melakukan Ekspedisi bersejarah yang sudah diakui secara universal atas perintah Kaisar Dinasti Ming pada 1405, sejak saat itulah dimulai perjalanan mengarungui tujuh samudra menuju barat dengan membawahi 27.800 pasukan dan 100 kapal. Banyak bangeet brooooooo.

Tercatat untuk memenuhi tugasnya yaitu menjalin hubungan baik, mengembankan kebudayaan, perdagangan serta meningkatkan komunikasi anatara Tiongkok dengan Negara-negara Asia-Afrika.

Selama tujuh tahun mengarungi lautan di daerah barat, pasukan Cheng Hoo merupakan pasukan pertama yang melintasi samudra Hindia, Laut Merah dan Panati Timur Afrika langsung dari Tiongkok. Dari perjalan itu menghasilkan peta pelayaran pertama di dunia dan membuka 41 jalur pelayaran internasional. Perjalanan Cheng Hoo merperkaya pengetahuan Geografi dunia lhooooo.

Selama perjalanan Cheng Hoo juga menggujungi banyak Negara Asia-Afrika, termasuk kerajaan Majapahit di Jawa, bekas kerajaan Samboja di Palembang dan Samudra Pasai di Aceh. Keren banget kan brothers hahahahha, jadi tak heran jika Buya Hamka pernah menulis : “Seorang Muslim dari China yang amat erat kaitannya dengan kemajuan dan perkembangan agama islam di Indonesia dan Melayu adalah Cheng Hoo”. Beruntung banget ridingread.com bias berkunjug kesini, wawasan sejarah tentang islam Indonesia-cina bias bertambah jadi tidak gampang kebawah opini yang mengatakan, bahwa orang cina selalu membenci orang pribumi. So, kalian kapan brothers sis?hehehe

Almarhum Jusbakir Aldjufri , bupati pada saat itu, ialah salah seorang yang mempunyai ide cermalang pembuatan masjid ini dan didukung penuh oleh dari anggota Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Tidak hanya masjid yang ada disini, karena ini merupakan tempat wisata juga, di belakang masjid tersedia tempat penjualan oleh-oleh dan kuliner.

    Selain Masjid Cheng Hoo yang ada di Pandaan, Pasuruan, masih banyak tempat-tempat yang pernah dijelajahi oleh Laksamana Cheng Hoo jika mau ditelusuri.

GASSS KE BATU MALANG….

Tidak berselang lama, perjalanan aku lanjutkan ke KWB alias Kota Wisata Batu. Lumrah,setelah melakukan perjalan jauh badan terasa capek. Sampai di batu sekitar pukul 21.00 Wib, Aku pun mencari penginapan di daerah Kampung Wisata Songgoroti, daerah ini memang cukup terkenal bagi para pelancong dan bagi yang belum pernah ke sini akan merasa heran, karena banyak orang yang akan menawarakan villa dengan harga murah tanpa diminta sekalipun, biasanya per-kamar  dikenakan tarif 150 perkamar. Uuuupppps hati-hati  jangan dibuat dengan hal-hal yang negatif yaaaaa bagi pemuda pemudi hhahahahaha.  Di Songgoriti aku menginap semalam, baru melanjutkan berjalan esok harinya.

Mobil listrik Dahlan Iskan

Jalan-jalan ke Museum Angkut

Museum angkut merupakan destinasi wisata yang menyimpan transportasi kuno. Jenisnya beraneka ragam, mulai jenis Asia, Eropa, hingga Amerika, begitu pula dengan bangunannya menjadi daya tarik sendiri. Buat kalian brothers yang suka dengan motor kuno, tempat ini sangat menarik dikunjungi, selain wisata, wawasan tentang aneka ragam gaya motor kuno kalian temukan, semacam edukasi gitulah hahaha. Perlu diketahui, museum ini sudah memiliki kurang lebih 300 kendarran dari model kuno hingga modern.

Ada helicopter BELL 47J pertama milik Indonesia yang dipakai oleh presiden pertama Ir. Soekarno. Helikopter ini didapatkan dari barter politik antara Indonesia dan Amerika, pemberian Presiden Amerika John F Kennedy di pertengahan tahun 1960.

Koleksi nya bikin geleng-geleng kepala adalah sepeda jadul produksi perusahaan motor. Beberapa nama besar produsen otomotif dunia, antara lain, Opel, BSA (Birmingham Small Arms Company), BMW, Harley-Davidson, dan Royal Enfield (produsen motor gabungan Inggris-India.

Kalau mobil, ada Aneka mobil dari Mercedez Benz, Volkswagen, dan BMW bisa kita lihat di kawasan negara Jerman. Contohnya mobil Mercedes Benz 190 SL tahun 1956, Mercedes Benz keluaran tahun 1971 hingga tahun 1987, Volkswagen Pickup tahun 1970, Volkswagen 411 tahun 1970, dan aneka jenis mobil lainnya.

Eh, ada Mobil Tuxici yang menjadi primadona, ini merupakan mobil listrik punya Dahlan Iskan, bodynya sudah tidak utuh lagi disebabkan tabrakan di Daerah Magetan tahun 2013 pada saat uji coba. Sayang sekali.  Padahal mobil ini bentuknya sangat menarik, mirip mobil ferari. Hehehe

Puas, berputar-putar mengelilingi musem aku beranjak ke pasar apung, masih disektaran museum sih. Ditempat ini menawarkan berbagai makanan khas nusantara beserta rumahan-rumahan daerah, seperti kalimanta, Lombok, jogaja, dan lain sebagainya.

Lokasi yan keren dan recommended banget. Kapan-kapan riding dengan ridingread.com ya…yu ah!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: