Tue. May 26th, 2020

Journey Jakarta-Malang Part 3 Berbasah-basah di Dataran Tinggi Pekalongan By Isfandiari MD

“Siapkan fisik kalian..kita subuhan di dataran tinggi desa Dukuh Wangunan,menyimak eksotisme telaga SI Kepyar yang belum lagi dibuka untuk umum..” ajak Gus Eko Ahmadi ketua Lesbumi PC Pekalongan…-6 maret 2019-“

Hari-hari padat kami alami dalam turing part 3,Jakarta-Malang kali ini. Momennya masih sekitaran Pekalongan,zona yang kaya lansekap dan budaya di tanah jawa ini.

Lelaku riding dimulai dengan ziarah ke makam waliyullah Syech Siti Jenar di daerah Lemah Abang di sekitar daerah Doro, Pekalongan.Pastinya bro and sist pernah dengan nama beliau? Tokoh penuh kontroversi dan banyak di salah mengerti oleh banyak umat muslim Indonesia. “Beliau inilah yang kali pertama mengetengahkan konsep kesetaraan tanpa memandang jenjang yang tegas antara abdi-raja sebagai cikal bakal konsep kemasyarakatan.Beliau juga berjasa menumbuhkan sistem pendidikan modern-padepokan,” jelas Gus Eko. Beruntung, saya bareng bro Anton Magaski dan bro Deddy Raksawardana bisa berziarah ke makam beliau. Desain makam artistik dari kayu jati yang terlindung di dalam ruangan.

Journey Jakarta-Malang Part 3
Situs Budaya Makam Syeh Siti Jenar
Journey Jakarta-Malang Part 3
Gus Eko memberi keterangan tentang waliyullah Syech Siti Jenar
Journey Jakarta-Malang Part 3
Simbol respek dan penghormatan : melepas sendal-sepatu sebelum masuk ke pemakaman Syekh Siti Jenar

Suasana sekitar makam terasa damai,hening dan sejuk. Pohon-pohon besar yang rindang menambah suasana nyaman.Tak hanya kami yang hadir saat itu.Puluhan Lutung, sejenis monyet berekor panjang juga hadir dalam tingkap pola lucu,berlompatan diantara pohon hingga menimbulkan bunyi gemeretak kayu beradu dan ranting bergesekan.Sebuah pemandangan menarik yang sulit dilupakan.Kami juga berkesempatan menikmati jernih dan dinginnya mata air tak jauh dari makam waliyullah ini.

Alhamdulillah…Menjelang sore,2 Kawasaki Estrella dan 1 W175 sudah riding kembali ke lain tempat.Kali ini diajak hang out dengan santri Gus Eko yang sedang bergiat membuka wana wisata keren,sungai berbatu nan indah berjuluk Bengkelung Park di dusun Rancah Desa Sidoharjo. Inspiratif sekali!Anak anak muda dalam kumpulan Pemuda Sadar Wisata,bahu membahu membenahi objek wisata demi kemajuan desanya.

Journey Jakarta-Malang Part 3
Keindahan Bengkelung Park yang dikelola oleh santri setempat

Kabarnya mereka bekerja bekerja dengan ikhlas tanpa upah.Sebuah tindakan yang patut dicontoh.Beruntung kami bisa menyaksikan semangat mereka.Beres bekerja,bersama-sama dalam suasana ceria,berenang menikmati Bengkelung Park.Melompat dari bebatuan,menyelam di aliran sungai yang cukup dalam dan lumayan deras.Inshaa allah tak lama lagi,wana wisata ini bakal viral di kalangan remaja milenial dan membawa berkah untuk warga desa Sidoharjo. Aamiin…

Tak terasa, gelap sudah hadir di Sidoharjo dan kami berpindah tempat kembali ke padepokan Lesbumi,bersiap menikmati kesenian Sintren khas Pekalongan digelar yang akan digelar ba’da Isya.
Masuk pukul 20.00 malam,gelaran sintren-pun dimulailah.Musik repetitif,gamelan dan dupa menjadi bagian penting.Gadis muda yang masih suci menjadi bintang utama gelaran ini.Nuansa mistis sangat terasa.Sulit diterima akal saat sang gadis mengalami suasana trance,kerasukan dan mampu berganti kebaya dalam kurungan sempit dalam keadaan tangan terikat.Inilah kekayaan budaya kita jangan sampai punah.”Syukurlah..kesenian Sintren asli ini mulai tumbuh kembali dan mulai disukai remaja Pekalongan,”bangga para santri yang sedang menikmati kesenian ini.

MENIKMATI DINGINNYA PETUNG KRIYONO

Masuk 6 maret,hari masih sangat pagi.Kami diajak Gus Eko shalat subuh di mesjid cukup megah di dataran tinggi Petung Kriyono.Masalahnya..udara dingin luar biasa dan kabut tebal jadi teman setia saat 3 motor bersusah payah menaklukan tanjakan ekstrem Petung Kriyono.
Beribadah di mesjid ini sungguh terasa nikmat.Air wudlu sedingin es juga lantai mesjid yang tak kalah dingin.

Beres shalat,kami haris berjalan kaki menaiki jalanan terjal diantara tanaman sayuran penduduk nan subur.Metahari belum lagi tampak namun suasana sekitar perlahan benderang. Tujuan kami,menimato telaga bernama Telaga Si Kepyar yang belum lagi dibuka menjadi objek wisata utama Daeran Wangunan,Petungkriyono.

Dari keterangan warga, telaga ini sedang dibenahi.Akses jalan sedang dibangun.”Sekarang…motor juga mobil belum bisa sampai sisi telaga.Tapi tak lama lagi akan rampung dan jadi salah satu objek wisata keren daeran ini disampung banyak destinasi lain di Petungkriyono,”bangga bro Farid A. Khakim, S.STP, MM Camat Petungkriyono.Doi bertemu kami di sebuah kedai saat sarapan pagi.He..he..obrolan langsung nyambung karena dia juga biker sejati dan punya Byson Scramblers hasil modifikasi bro Icus Custom Semarang.Penasaran sama tungganganya? Tenang..ridingread.com bakal mengulasnya di rubrik modifikasi.Wait and see..

Journey Jakarta-Malang Part 3
Foto bareng bro Farid, camat Petungkriyono

Oh ya..telaga si Kepyar yang juga disebut telaga Wangunan ini luar biasa indah. Mereka yang suka lansekap eksotis pasti akan betah berlama-lama di wilayah ini. Sangat recommended sebagai destinasi wisata Pekalongan.

Ingin tahu kisah mitologinya?Sampeyan bisa bertamu ke kuncen telaga,Mbah Margo Hadi Suharto persis seperti kami sowab beliau di Rabu (6/3) tadi.

Journey Jakarta-Malang Part 3
Mbah Margo saat berkisah tentang Telaga Si Kepyar

Oks bro..simak terus journey kami.Bravo two wheelers!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: