Tue. Jul 23rd, 2019

Journey, Catatan Perjalanan Dewi Siti Hawa, Draptor Brother Bandung

PERJALANAN CAHAYA…..

 

“Tanggal 30 juli dini hari jam 3 pagi saya mulai gas pelan-pelan dari Cirebon menuju Pantura seperti biasa sendirian. Angin bulan Juli yang menerpa kencang membuat kebo besi terbawa oleng sana sini dan debu yg menyapu jalanan hampir menggoyahkan niat saya untuk pergi. Tapi satu kisi hati membisik lebih kuat dari kisi lainnya untuk menabung pahala lebih keras lagi, atau setidaknya 50 5050 akherat 50 duniawi.

O iya bagi yang belum tau apa itu perjalanan cahaya. Perjalanan cahaya adalah perjalanan dengan roda dua menyusuri kampung yang jauh dari perkotaan untuk mengetahui masalah sosial yang terjadi disana terutama masalah penerangan dan membaca. Buat saya sendiri perjalanan cahaya adalah salah satu tujuan saya dalam menjadi manfaat buat orang lain yang ada kaitannya dengan hoby. Sambil motoran sambil menabur benih kebaikan dengan pengharapan menuai kebaikan lalu karma-karma baik berdatangan.. Amin.

Kembali ke perjalanan pagi ini di daerah Loh Bener saya bertemu kemacetan di arah yang berlawanan saya tidak mencari tau apa yg terjadi tapi memang ada banyak sekali polisi. Melanjutkan pelan-pelan saja menembus dingin  pesisir sepanjang Pantura ini membuat saya sedikit menggigil. Sampai di perbatasan atau lebih tepatnya memasuki gapura Kab. Subang , Balong tersebut merupakan sumber air utama penduduk desa ini digunakan untuk segala keperluan termasuk kebutuhan memasak.

Saya hampir menangis disini apalagi saat jamuan makan siang tiba rasanya hati ini sedih sekali mengingat saya itu termasuk rewel soal makan. Kalo tidak suka makanannya memilih tidak dimakan. Tapi dikampung ini kita tidak punya pilihan .. Tidak ada jajanan cemilan apalagi ice cream disini cuma ada nasi ikan asin garam yang penting bisa mengganjal perut dan ada tenaga untuk bekerja di ladang. Jajan bakso bisa jadi cuma sekali-sekali saja sebab baso cuma ada di desa terdekat jaraknya sama dengan jarak tempuh perjalanan cahaya menuju desa ini. Wew.

Ini lho hiburan menarik buat saya di kilometer ini adalah para bapak-bapak penangkap lembaran uang di sepanjang jembatan di kanan kiri jalan lengkap dengan sapu terbang khas nenek sihir seorang satu sapu. Sambil lewat sambil melepaskan beberapa lembar rupiah yang dengan sigap ditangkap para pemburu .. SERU!! “

 

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: