Sun. Jul 5th, 2020

Honda Wins 100, Kuda Besi Langka Yang Jempolan By Lutfi Hermansyah

Honda Win 100, kuda besi berpenampilan sederhana nan praktis berhasil menarik hati para kolektor.

Berkat wujudnya yang bergaya retro namun minimalis membuat motor ini berjaya di era tahun 1990-an. Bisa dibilang motor ini tua-tua keladi ! Bikin greget.

Si do’i , kali pertama keluar pada tahun 1980-an dan design oleh orang Indonesia. Semua komponennya pun, diproduksi di Indonesia oleh PT Federal Motor yang sekarang PT Astra Honda Motor. Namun, malang nasibnya tak berumur panjang, pada tahun 2005 sudah tidak diproduksi lagi.

Motor ini cukup familiar di tengah masyarakat indonesia. Sebab, selama tahun ’80 an hingga ’90 an menjadi kendaraan dinas instasi pemerintahan, baik tingkat desa maupun pusat. Bahkan, menjadi tunggangan tukang pengirim surat tempo dulu juga, dengan ciri khas warna orange. Jadi, sering dijumpai dan begitu populer.

Sempat pula, motor itu nongol di salah satu film jadul ‘Si Doel Anak Sekolahan’, menjadi tunggangan pemain utamanya, Si Doel.

Ada pula yang menyebut, motor ‘laki’ yang satu ini memang sudah dibuat tahan banting. Kamu boleh cari sendiri, hampir tidak ada testimoni buruk yang disematkan pada performa atau pun perawatan pada motor semi trial ini.

Hal berikutnya yang sangat akrab dengan Honda Win adalah irit. Dilengkapi dengan tangki bensin 8 liter, berdasar pengakuan beberapa pengguna, Honda Win disebutkan dapat menempuh sekitar 50 km dengan 1 liter bensin. Tidak heran kalau motor yang satu ini selain cocok untuk para peturing.

Honda Win termasuk motor yang ringan dan ramping. Meski mengambil model motor ‘laki’, bobotnya hanya sekitar 100 kg dan bentuknya juga tidak bongsor, sehingga untuk ukuran orang Indonesia Honda Win terlihat pas.

Tidak boleh dilupakan juga Honda Win lah yang mempopulerkan penggunaan mesin 4-tak yang lebih ramah terhadap lingkungan. Di saat para kompetitor masih berfokus dengan penggunaan mesin 2 langkah, Honda tanpa ragu memaksimalkan mesin minim asap ini.

Di era yang katanya milenial seperti sekarang ini, Honda Wins banyak digunakan oleh kaum Pecinta motor clasic dengan berbagai scane custom maupun purists.

Misalnya, Ilham Bahaudin Syah, bikers asal Mojokerto, Jawa Timur, dia mempunyai Honda Wins yang sudah direstori dengan mengusung konsep Trial Classic.

Ia mengatakan, memilih konsep Trial Classic karena masih jarang ada yang mengusung konsep seperti itu.

“Kebanyakan, temen-temen bikers merestorsi bergaya custom culture Japstyle,” katanya.

Lanjutnya, Honda Win memiliki spesifikasi yang sama sejak pertama kali rilis. Mesin 4 langkah SOHC 1 silinder dengan nickname “ECONOPOWER” memiliki sudut kemiringan 80 derajat alias mesin tidur seperti bebek. Dengan bore & stroke 50 mm x 49,5 mm menghasilkan kapasitas murni 97,2 cc.

Kemudian, Memiliki rasio kompresi rendah hanya 8,8:1. Sistem pengapian sudah menggunakan CDI. Tenaga puncak sebesar 8 dk pada 8.000 rpm dan torsi 7,45 Nm di angka 5.000 rpm.

Uniknya, Sepatbor depan varian standar terbuat dari besi dan varian semi trail menggunakan bahan plastik serta terpasang pada posisi high mount di segitiga bawah ala motor trail.

Mesin Motor Honda Wins 100 yang dimiliki Ilham ini masih ori. Sedangkan untuk penambahan aksesoris dan lain-lainya, semua after market.

Nah, karena motor ini tergolong langka dan banyak diburu, tak heran jika masih kondosi ori harga motor bekas ini masih lumayan tinggi, sekitar Rp. 30 Jutaan. Berbeda jika sudah dimodifikasi, harganya turun , sekitar Rp. 10 Jutaan hingga Rp 18. Jutaan.

Follow FB dan IG ridingread

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: