December 9, 2021

Hang Out Sebentar Dengan Lawless Garage Jakarta NAMA…NYEREMPET OUTLAWS..TAPI TETAP BAYAR PAJAK! By isfandiari MD

“……Dulu chopperis punya image-nya “urakan” kalo sekarang stylish ya! Hahaha. Mungkin karena penikmat genre choppers dulu lebih terlihat “mengkespresikan gaya-nya masing2 kedalam motor” dari mulai mereka cari ornamen authentic dan potong2 frame semaunya mereka, karena choppers itu ngga ada batasan. Nah untuk sekarang yang gue lihat choppers malah menjadi “pakem” ya, ada syarat ini dan itu sehingga mayoritas di Indonesia untuk choppers bentuknya hampir sama, bahkan ada beberapa yang identik. Nggak heran sih kalo genre choppers yang memang terlihat “amat keren” sekarang menjadi industri….”  Yusuf ‘UCUP’ Abdul Jamil, builder Lawless Garage Jakarta

 

Ucup..full concentration…

 

Awan hampir melepaskan bebannya di Depok baru lalu. Syukurlah tak terjadi hujan hingga ridingread.com bisa santai agak lama di pekarangan Lawless Jakarta, berhadapan langsung ‘in flesh’  dengan, salah satu owner  Lawless, mang  Yusuf ‘Ucup’ Abdul Jamil mewakili owners lainnya, Roni Pramaditia, Sammy Bramantyo dan bro  Gofar Hilman.

Wajar kalau cult bikers betah berlama-lama di zona ini. Di bengkel yang luas, beberapa ‘rider item’ menawarkan pesonanya. Ada Triumph Bonnenvile, Yamah XS 650, BMW dan beberapa lagi. Rata-rata customized berbagai style. Ol skool choppers, gaya street tracker, board track, pro street  dan sebagainya. Sambil menikmatii estetika ini, gak rugi kalau berbicang sedikit ikwal rumah modifikasi yang cukup eksis ini. “Bebuka kisah saat kami di salah satu café dan menemukan nama Lawless! Kayaknya keren juga nama itu walau tentunya bukan golongan antihukum dan tetap patuh bayar pajak,” buka Ucup yang dibantu daily operasional mang Dinant di keuangan, Bedu kepala mekanik, Rizky dan Anshor di fabricator dibantu Tyo di operasional.

Obrolan makin dalam saat share ikhwal  taste custom para builder ini. Katanya, prinsip fleksibel dan fungsional tetap jadi utama.”Nggak terpatok satu dua genre doang! Membangun mogor harus menyimak karakter ownersnya, lebih pas kearah mana dan kegunaan membangun motor itu. Tapi mayoritas doyan desain klasik yang ridiable semisal style scrambler atau tracker yang nyaman disemplak di segala medan,” tutur Ucup.  Tak sekadar itu saja. Faktanya, banyak bengek tutup karena masalah keuangan. Yap..kita tentu ngerasain juga, tumpang tinding berjuang tetap jalan. Solusinya wajib disipling kelola keuangan. Jangan sampai uang untuk belanja motor ini, terpakai di motor itu, bisa tumpang tindih dan nggak karuan. Akhirnya uang pribadi terpakai buat nutup. Terpenting harus teliti soal pencatatan. Nggak papa juga sih uang  motor A dipakai ke motor B yang terpenting catatannya detail  supaya bisa dicari solusinya,” jelas pihak  Lawless yang mematok 25 % untuk management  fee dalam customized motor.

Thanks for share! Cheer’s!!!

Bocoran nih..Yamaha XS 650-nya mang Andril Jenggot sedang digarap Lawless featuring kang Dody Chrome. Let’s see….

Yusuf ‘UCUP’ Abdul Jamil

08170044931, Komp. Rancho Indah Jl. Tanjung 21 Blok M no.5 Tanjung Barat, Jagakarsa. Jakarta Selatan

IG: @ucuplawless

FB: Yusuf Abdul Jamil DVG

 

Lawless Jakarta

021-7192871

Jl. Kemang Selatan 8 no.67. Kemang. Jakarta Selatan

IG : @lawless_jkt

FB : Lawless Jakarta

 

Lawless Jakarta Garage

081218988823

Jl. H. Jamhur no.14 (pagar BRC) RT03/ RW01, Gandul. Cinere. Depok

IG: @lawlessjakartagarage

FB: Lawless Jakarta Garage

 

 

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: