Tue. Oct 27th, 2020

Grand Final Motoprix Aceh Timur – Bukti Semangat Aceh Timur Berehh, Pecahkan Rekor Tradisi Motoprix

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membuktikan keseriusan soal pengajuan menjadi tuan rumah Grand Final Motoprix 2017 2-3 Desember 2017. Sesuai dengan keputusan melalui surat surat dari  PP IMI nomor 798/IMI/D/VII/2017 tertanggal 21 Juli 2017 , Aceh Timur sukses menggelar perhelatan akbar penentu juara Nasional Motoprix 2017. Meski banyak mengandung kontroversi beberapa pihak yang tidak paham betul siyuasi dan kondis AcehTimur dan persiapan panitai pelaksana. Hasilnya gelaran raja raja kejurnas Motoprix 2017 sukses dilakasanakan dengan banyak catatan puas dan hepi mulai dari pembalap, tim balap dan penonton. Pasalnya ini bukan hanya sekedar gelaran balap saja melainkan menjadi salah satu pesta rakyat Aceh Timur dengan rajanya yang gemar racing atau motorsport.

Pengrov IMI Aceh sebagai induk dari Korwil IMI Aceh Timur dengan pertimbangan sangat matang menceh Timur sebagai tuan rumah. Tentu ini juga hasil pertimbangan kalau kabupaten dengan pemiminnya Bupati H. Hasballah bin HM. Thaib pernah sukses menggelar kejurnas Motocross 2016.  Dan kali ini juga telah menyipakan infrastrukturnya maksimal untuk membuat nyaman peserta. ” Sejauh ini saya pribadai dan penguurs Pengprov IMI Aceh  belum ada kendala soal sirkuit yang digunakan adalah Non permanen, namun dari sisi kualitas lintasan, pendukung keamanan untuk pebalap, sarana pendukung tim, dan lay outnya telah kami upayakan untuk lebih seru perlombaannya. Ini adalah jawaban dari seletingan komentar miring yang harusnya datang, pahami dan rasakan dulu baru kasih opini dan tanggapan. Ini adlaah hak seluruh pengprov untuk mengajukan sebagai tuan rumah hingga disetujui oleh PP IMI dalam menyelenggarakan event tersebut yang ujungnya untuk kemajuan motorsport secara merata di wilayah Indonesia”  Ujar Ibnu Rusdi ketua Pengprov IMI Aceh

Lokasi sirkuit yang brjarak 160 km dari Bandara Kuala Namu Medan dan seluruh racing team secara khusus ditanggung oleh panitia dalam hal akomodasi dan subsidi bagi pembalapjuara 1-3 per region. Juga tambahan subsidi transportasi lokal, gratis pendaftaran, dan mendapatkan 20 liter Pertamax Turbo secara cuma-Cuma. Pemkab Aceh Timur menyiapkan hadiah tunai berjumlah besar.Kabupaten Aceh Timur memiliki luas wilayah 6.040,60 km2 dengan perhitungan sistem informasi geografis seluas 5.427,26 Km2 yang terdiri dari 24 Kecamatan, 45 pemukiman, 8 pemukiman persiapan dan 513 Gampong, wilayah laut kewenangan sejauh 4 mil garis pangkal seluas 719,01 km2, wilayah udara di atas daratan dan laut kewenangannya.

Sirkuit NP Kabupaten Aceh Timur memang telah siap mulai dari proses prosedural hingga persiapan venue hingga kelayakan penyelenggaraan. Lokasi sirkuit dengan karakter perbukitan, makanya lay out sirkuit dominan kombinasi roling speed dan straight. Hasilnya yang terjadi di Grand Final Motoprix 2017, jauh berbeda dan membuat kaget tanggapan miring pihak – pihak yang tidak mengetahui secara detail. Bupati kebanggaan Aceh Timur yang terkenal sebagai Bupati racing ini melalui Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah menggelontorkan dana hingga 1 Milyar dalam penyelenggaraan momentum pertarungan para raja kejurnas Motoprix.

Meski hanya dihadiri para juara region dari empat wilayah region, minus region 6 Maluku – Papua dan Region 3 Bali, NTT, NTB ( ditutup ), kualitas penyelenggaraan dan kesemarakan kompetisi luar biasa. Dengan lintasan di kondisi 95% layak ini, pertarungan pembalap terbaik dua pabrikan sangat ekstra ketat. Penampilan pembalap juara per region ini disaksikan oleh puluhan ribu masyarakat Aceh Timur. Momentum ini digunakan oleh Bupati H. Hasballah M. Thaib sebagai pesta rakyatnya yang ternyata juga sangat hobi racing.

Rakyat Aceh Timur berbodong – bondong dengan tertib menyaksikan dari balil 1500 pagar BRC, Jumalahnya belasan ribu penonton meluber hingga ke gedung – gedung Dinas PemKab Aceh Timur. Lintasan di desain naik turun baik pada tikungan dan trek lurus. Pembalapsekaliber rapid Topan Sucipto dan Fitriansyah Kete menikmati balap dengan full performa dengan perlawanan sengit dari Renggi Lukmana dan Reynaldi Rere Pradana. Jalannya kompetisi memang menjadi bagian pertunjukan pesta rakyat Aceh Timur dengan penghujung menghasilkan pembala terbaik dari MP 1- MP 2 – MP 3 – MP 4. Hasilnya menetapkan  Reynaldi Pradana meraih gelar juara Indonesia kelas MP1 musim 2017 hasil dari podium pertama di race 1 dan finish ke dua di race 2. Rere dengan point penuh 50 dikelas MP 1, mengungguli  Renggi Lukmana di posisi runner up Indonesia dengan point 40.

Sedangkan MP 2 juara Nasionalnya adalah Rapid Topan Sucipto dengan total point 45 mengungguli Dicky Ersa dengan perolehan point 36. Untuk MP 3 dan MP 4 penguasa podium jawara Motoprix 2017 diraih oleh Afridza Syah asal tim Sidrap Daya Trijaya Racing. Motor pembalap asal Jawa Barat ini terbukti lebih kuat dan lebih cepat meninggalkan pesainganya. Afridzah sempurna meraih 50 point hasil dua podium pertama di race 1 dan race di kelas MP 3 dan MP 4.

Jadi dengan histori, semangat dan situasi dan kondisi aceh Timur sangat layak dalam menyelenggarakan event balap berskala Nasional. Hasilnya menjadi catatan penting dari Grand Final Motoprix di sirkuit NP Pemkab Aceh Timur adalah apresiasi Bupati untuk sang juara dengan menambahkan hadiah 10 juta untuk juara Nasional sebgaai tambahan hadiah 10 juta dari kejurnas PP IMI. Hanya Aceh Timur yang saat ini mampu memecahkan rekor tradisi motoprix dengan hadiah besar dan apresiasi terbaik untuk pembalap.

Apalagi sang Raja Aceh Timur  yang dijuluki oleh rakyatnya sebagai Bupati racing ini, adalah sosok pemimpin yang peduli dengan pembangunan infrastrukstur, pariwisata,industry, pengolahan hasil alam dan kegiatan event balap yang baginya sangat ada keterkaitan di balik hobinya di automotif. Sasaran kedepannya, bersiap membangun sirkuit road race dan motocross permanen dengan luas 30 hektar. Siapa bilang suasana di Aceh Timur tidak aman dan sulit untuk kuliner? Jawabannya adalah situasi sangat aman, penduduknya ramah tamah, kuliner tersebar dimana – mana.

Ternyata motivasi pemerintah Kabupaten Aceh Timur selain untuk mengukur kemampuan dalam menyelenggarakan kejuaraan Nasional Road Race sebagai pelengkap ketika menjadi tuan rumah Kejurnas Motocross tahun 2016. Sang raja Kabupaten Aceh Timur H. Hasballah Bin HM.Thaib dengan dukungan penuh untuk kegiatan motorsport sesuai hobinya. Rocky adalah sapaan akrabnya sang Bupati sebagai raja Aceh Timur ke 25 dengan kegemarannya pada kegiatan olahraga automotif. Semua kontrovesi miring telah dijawab dengan penyelenggaraan yang sukses mengutakan kenyamanan dan apresiasi untuk pembalap dan tim. Juga ada catatan, sirkuit NP pemkab Aceh Timur adalah sirkuit non permanen terbaik dalam sejarah Motoprix. Banyak variasi tantangan untuk mekanik dan pembalap. Congrat..Aceh Timur .

 

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: