Wed. Apr 8th, 2020

GIMANA MENILIK SISTEM KEMUDI IDEAL? By Isfandiari MD

Builder lokal juga internasional macam Veroland, Dodi Chrome, Lulut c.s punya pemahaman sama dengan Pat Kennedy, Jesse James c.s soal sistem kemudiĀ  motor. Elmu mereka sangat praktis dan bisa dipakai memahami sistem kemudi ideal di sebuah motor lewat bahasan ikwal trail.

Caranya simpel. Sobat bisa mempraktekkan sendiri. Prinsipnya trail memiliki kondisi minus, plus dan ideal. Minus berarti titik komstir di belakang titik poror roda. Plus kebalikannya, titik komstir ada di depan titik poror roda, sedand ideal, sama dengan plus namun jaraknya ideal yakni antara 50-100 mm saja. Jika jarak terlalu panjang (bisa minus atau plus, kondisi kemudi masuk pada wilayah kebanyakan trail.

Sensasi terhadap handling juga beragam. Untuk trail minus), garis antara titik komstir dan titik sumbu roda nggak bertemu. Hadling motor model beginiĀ  sangat tidak nyaman. Dalam kecepatan rendah, setang berat. Diajak kencang memang mantap tapi mengandung resiko bahaya karena roda mengambangĀ  disebabkan traksi minimal. Kondisi trail plus jaraknya terlalu panjang (lebih dari 100 mm). Sensasinya bertolak belakang dengan trail minus. Dalam kondisi kencang, motor godek, di kecepatan rendah setang memang ringan tapi sulit memperoleh kestabilan normal.

Sekarang kita lihat kondisi ideal). Di sini dua garis komstir dan sumbu roda bertemu. Sipnya, jarak yang dihasilkannya tak lebih dari 100 mm. Kondisi begini enak diajak ngebut dan berleha-leha di kecepatan rendah. Diajak menikungpun, kondisi motor tidak mengayun. Penasaran mendeteksi motor sendiri? Silakan mencoba

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: