Fri. Sep 20th, 2019

Giacomo Agostini

SANG KEKASIH DEWI FORTUNA

By Isfandiari MD

Di Italia era 60-an, ada dua hal yang jadi pusaka sakti rakyat bikers, MV Agusta sebagai motor terindah di dunia versi National Geographic dan Giocomo Agostini, penunggang Agusta paling legendaris sekaligus racer yang bisa dibilang kekasihnya Dewi Fortuna. Julukan ini bukanlah pujian kosong, Opa Agostini memang rekor dunia motor GP sebanyak 8 kali, mulai tahun 1966,1967,1968,1969,1970,1971,1972. Romantikanya dengan MV Agusta tak bisa dipungkiri walaupun tahun 1975, ia beralih ‘kekasih’ menunggangi Yamaha untuk gelar kedelapannya. Pencapaian itu belum terpecahkan sampai sekarang hingga Agostini layak disebut kekasih paling dicintai Dewi Fortuna. Apalagi ia  memenangi total 122 seri dan 15 gelar juara dunia di semua kelas,you agree?

     Beruntung, ridingread.com bertemu langsung Agostini. Walau sudah sangat senior, pria perlente kelahiran 1942 ini masih ganteng dan cerdas. “Saya sangat gembira hari ini, sirkuit kenang-kenangan dan penuh sejarah,” jelas Agostini waktu jajal di Sirkuit Assen Belanda.

Perjuangan Agostini layak jadi inpirasi. Anak tertua dari 4 bersaudara ini mengaku  harus sembunyi-sembunyi jika mau balapan.”Orang tua saya melarang,” katanya. Biar begitu, bakatnya memang menonjol, bahkan saat masih jadi racer hillclimb. Sang ayah baru sadar akan bakatnya saat ia memenangi kelas 175 cc tahun 1963 di bawah bendera Morini. Saat itu, pemilik tim Alfonso Morini baru saja kehilangan pembalapnya Tarquino Provini yang hijrah ke Benelli. Saat digantikan Agostini, timnya langsung bersinar dengan menyabet gelar juara. kelas 175 cc tahun 1963. Setahun setelah itu ia mampu bicara banyak di kelas 350 cc dan menyabet urutan keempat di GP Monza.

     Domenico Agusta dari MV Agusta langsung kepincut dan meminta Agostini menandatangani kontrak jadi pembalapnya bersama Mike Hailwood. Saat itu terjadi drama menarik saat Agostini bertarung ketat dengan Jim Redman dari Honda tahun 1965 untuk gelar juara dunia 350 cc, Suzuka Jepang. Tampaknya Agostini bakal menang saat itu, malang motornya terjerembab dan gelarpun  direbut Redman.

Di akhir 1965, rekan se-timnya, Mike Hailwood pindah ke Honda dan membuat Agostinilah satu-satunya andalan MV Agusta. Kepercayaan itu dibayarnya dengan jawara 500 cc selama 7 tahun, juara di 350 cc bahkan menang 10 kali di Isle Of Man. Sejarah mencatat, Agostini berhenti balap di Isle Of Man karena merasa terpukul atas tewasnya Gilberto Parlotti diajang ini tahun 1972. Ia percaya ajang ini sangat tidak aman untuk para racer. Oh ya, momen yang selalu dikenang sejarah adalah saat Agostini bertarung dengan eks timnya Mike Hailwood tahun 1967, keduanya menang 5 kali dalam berbagai balap sebelum merebut tittle juara dunia yang akhirnya dimenangkan Agostini.

     Setelah kepindahannya ke Yamaha tahun 1974, kisah dramatisnya belum berakhir dengan memenangkan Daytona 200 dengan motor Jepang ini. Peristiwa langka juga terjadi tahun 1976 saat ia naik Yamaha dan MV Agusta di kelas berbeda, memenangkan kelas 350 cc di Aseen naik Yamaha dan MV Agusta kelas 500 cc di Nurburring. Agostini pensiun dari balap tahun 1977 tapi tetap ikutan lomba ketahanan Yamaha dikapasitas 750 cc.

Pembalap yang sukar dicari tandingannya!

 

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: