Wed. Sep 23rd, 2020

Giacomo Agostini SANG KEKASIH DEWI FORTUNA By Isfandiari MD

https://en.wikipedia.org/wiki/Giacomo_Agostini

Di Italia era 60-an, ada dua hal yang jadi pusaka sakti rakyat bikers,  MV Agusta sebagai motor terindah di dunia versi National Geographic dan Giocomo Agostini, penunggang Agusta paling legendars sekalis racer yang bisa dibilang kekasihnya Dewi Fortuna.  Julukan  ioni bukanlah pujian kosong,  Opa Agostini memang rekor  dunia motor GP sebanyak 8 kali, mulai tahun 1966,1967,1968,1969,1970,1971,1972. Romantikanya dengan MV Agusta tak bisa dipungkiri walaupun tahun 1975, ia beralih ‘kekasih’ menunggangi Yamaha untuk gelar kedelapannya. Pencapaian itu belum terpecahkan sampai sekarang hingga Agostini layak diebut kekasih paling dicintai Dewi Fortuna. Apalagi ia  memenangi total 122 seri  dan 15 geklar juara dunia di semua kelas,you agree?

Beruntung, BIKERS pertemu langsung Agostini. Walau sudah sangat senior, pria perlente kelahiran 1942 ini masih ganteng dan cergas. “Saya sangat gembira hari ini, sirkuit kenang-kenangan dan penuh sejarah,” jelas Agostini  waktu jajal di Sirkuit Assen Belanda. Ia sempat ngobrol  akrab dengan Indra GT. Sang fotografer mendapat kesan mendalam dari  pria asal Brescia Italia ini.”Sangat ramah, terbuka dan selalu hepi,” nilai rekan kami itu.

Perjuangan Agostini layak jadi inpirasi. Anak terua dari 4 bersaudara ini mengaku  harus sembunyi-sembunyi jika mau balapan.”Orang trua saya melarang,” katanya. Biar begitu, bakatnya memang menonjol, bahkan saat masih jadi racer hillclimb.Sang ayah baru sadar akan bakatnya saat ia memamangi kelas 175 cc tahun 1963 di bawah bendera Morini. Saat itu, pemilik tim Alfonso Morini baru saja kehilangan pembalapnya Tarquino Provini yang hijrah ke Beneli. Saat digantikan Agostini, timnya langsung bersinar dengan menyabet gelar juara . kelas 175 cc tahun 1963. Setahun setelah itu ia mampu bicara banyak di kelas 350 cc dan menyabet urutan keempat di GP Monza.

Domenico Agusta dari MV MV Agusta langsung kepincut dan meminta Agostini menandatangani kontrak jadi pembalapnya bersama Mike Hailwood. Saat itu terjadi drama menarik saat Agostini bertarung ketat dengan Jim Redman dari Honda tahun 1965 untuk gelar juara dunia 350 cc, Suzuka Jepang. Tampaknya Agostini bakal menang saat itu, malang motornya terjerembab dan gelarpun  direbut Redman.

Di akhir 1965, rekan setimnya, Mike Hailwood pindah ke Honda dan mebuat Agostinilah satu-satunya andalan MV Agusta. Kepercayaan itu dibayarnya dengan jawara 500 cc  selama 7 tahun, juara di 350 cc bahkan menang 10 kali di Isle Of Man. Sejarah mencatat, Agostini berhenti balap di Isle Of Man karena merasa terpukul atas tewasnya Gilberto Parlotti di ajang ini tahun 1972. Ia percaya ajang ini sangat tidak aman untuk para racer. Oh ya, momen yang selalu dikenang sejarah adalah saat Agostini bertarung dengan eks timnya Mike Hailwood tahyun 1967, keduanya menang 5 kali dalam berbagai balap sebelum merebut tittle juara dunia yang akhirnya dimenangkan Agostini.

Setelah kepindahannya ke Yamaha tahun 1974, kisah dramatisnya belum berakhir dengan memenangkan Daytona 200 dengan motor Jepang ini. Peristiwa langka jugha terjadi tahun 1976 saat ia naik Yamaha dan MV Agusta di kelas berbeda, memenangkan kelas 350 cc di Aseen naik Yamaha dan MV Agusta  kelas 500 cc di Nurburring. Agostini pensiun dari balap tahun 1977 tapi tetap ikutan lomba ketahana Yamaha di kapasitas 750 cc.

Pembalap yang sukar dicari tandingannya!

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: