Thu. Apr 22nd, 2021
GBN Tanam Nanas 600 Hektar

GBN Tanam Nanas 600 Hektar

Garda Biokonversi Nusantara (GBN) mendukung penuh cita-cita Presiden Joko Widodo untuk mencapai ketahanan pangan 2045.

Wujud nyatanya, organisasi yang berkiprah pada pertanian tersebut menanam nanas untuk komoditas ekspor di Palasah, Majalengka, Jawa Barat.

‘’Kami menanam nanas 600 hektar. Mudah-mudahan dapat mendukung Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan ketahanan pangan,’’ kata Johny Tarigan.

Sampai saat ini, Indonesia merupakan produsen nanas terbesar kesembilan di dunia. Produksi dari tahun ke tahun menunjukan peningkatan.

Pada tahun 2019 lalu, produksi nanas Indonesia mencapai 2, 196 juta ton, ujar Johny Tarigan yang duduk sebagai Ketua Umum GBN.

Pada tahun sebelumnya, nanas berkontribusi 82 persen dari total buah ekspor Indonesia. Nilainya, mencapai 3,3 triliun.

Jadi, nanas ini merupakan komoditas buah unggulan ekspor dari Indonesia,’’ cetus Johny.

Menurut Johny, Indonesia mengekspor nanas ke 76 negara. Mulai dari negara-negara di Asia seperti Jepang, HongKong, Korea, Taiwan, China,

Juga Singapura, Malaysia, Brunei, Vietnam, India, Pakistan, Srilanka, Iran, TimurTengah, hingga ke negara-negara Eropa, Amerika dan Australia.

‘’Ini peluang yang menjanjikan di tengah gencarnya program ketahanan pangan,’’ tegasnya.

Johny memaparkan, dalam budidaya nanas, GBN menanam 40 ribu tunas per hektar lahan. Hasilnya, diestimasikan mencapai 21 ton per hektar.

Dalam lahan yang sama, GBN juga menanam cabai dengan model tumpangsari. Sehingga, sambil menunggu panen nanas, telah dapat memanen cabai terlebih dahulu.

‘’Untuk cabai ini, kami estimasi dapat menghasilkan 14 ton perhektar,’’ terangnya.

Mantan profesional di industri information technology itu melanjutkan, dalam budidaya nanas dan cabai, menggunakan pupuk organik maupun anorganik.

Untuk organik, menggunakan jerami yang dibakar dan pupuk hayati biokonversi.

Sementara, untuk pupuk anorganik menggunakan NPK, KCl, nitrea, dan hipagro. ‘’Harapanya, hasilnya optimal,’’ pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, DewanPengawas GBN Nur Budi Hariyanto menyatakan, penggunaan pupuk hayati dalam budidaya nanas untuk menjaga kelestarian tanah.

Harapannya, daya dukung tanah untuk produksi tanaman pangan, termasuk tananam holtikultura dapat bertahan lama.

’’Kami ingin kelestarian tanah untuk alat produksi tananam pangan, holtikultura dapat langgeng dan lestari,’’ ujarnya.

Nur Budi menegaskan, GBN mengupayakan penggunaan pupuk hayati seluas-luasnya untuk mendukung gerakan ketahanan pangan.

Dengan demikian, daya dukung tanah dapat terjaga dengan model biokonversi. ‘’Ini telah menjadi trend global.

Kelestarian alam hayati menjadi pertimbangan dalam pengelolaan tanah,’’ tandasnya.

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: