Wed. Apr 8th, 2020

FILM DOKUMENTER -SEJARAH SAINS NUSANTARA-BANDOENG 49.2 KHZ RIDING EDUKASI LESBUMI KAB.BANDUNG FEATURING DIREKTORAT SEJARAH KEMDIKBUD REPUBLIK INDONESIA By Isfandiari MD

….. Tahun 90-an, saya dan rekan-rekan klub riding ke Gunung Puntang, Banjaran-Bandung Selatan. Lansekap keren dan cocok buat kemping. Trademark wilayah ini adalah reruntuhan puing peninggalan Belanda. Dulu kami nggak begitu peduli, sampai  kemarin lalu, film maker Bandung mengajak kolaborasi lagi di wilayah ini. Karya film pendek tentang sesuatu yang sangat historikal! Rupanya, puing yang dulu tak kami cermati adalah peninggalan sejarah yang luar biasa…..

“Bukan sebatas puing! Ini adalah peninggalan yang sangat berharga! Dulunya sebuah bangunan Radio Malabar 49.2 KHZ, teknologi komuniksi nirkabel pertama di dunia. Awalnya, stasiun radio ini dibangun untuk kepentingan Belanda untuk dapatkan informasi lebih detail ikhwal Hindia Belanda. Fungsinya sangat vital! Di perang dunia ke-1, komunikasi kabel bawah laut Hindia Belanda-Belanda tentunya riskan. Makanya mereka mengembangkan teknologi nirkabel dengan dibangunnya bangunan ini di tahun 1916,” jelas para pembuat film ini. Mereka terdiri dari bro Mahardiansyah (produser), May Ramadhan (sutradara), Trio penulis:Dadan Madani, M. Irsyad dan Langgeng P. Anggradinata, Renaldi Permana (DOP) . The Babamz (soundman) dan seluruh tim pendukung.

disuport Honda Steed oleh bro Kresna Harumansyah -MMC Outsiders Indonesia
Bukan ngobrolin film lo..tapi berbincang ikhwal motor idaman masing-masing (Ki-ka:Isfandiari-Viki-Deddy)
Foto By Deddy Noer
Awas..ini bukan kode pendukung Capres kemarin lo..ini adalah kode SALAM LITERASI

Dahyat ..ini informasii penting. Bayangkan! di Gunung Puntang inilah, stasiunn radio nirkabel pertama di dunia ada! “Dari bebuka pembangunan di 1916, bangunan inipun diresmikan 6 tahun setelahnya tepat pada  5 Mei 1923. Moment yang sangat penting! Gubernur Hindia Belanda saat itu meresmikan langsung dengan cara mengirim pesan kepada Ratu Belanda dan mentri urusan koloni. Ha..ha..namanya ikhtiar awal, pesan itu belum mendapatkan respon dari negri Belanda yang berjarak 12.000 km dari tatar Pasundan. Baru pada 6 mei 1923 pemancar dapat  berfungsi,” terang Dadan Madani yang juga ketua LESBUMI (Lembaga  Seni Budaya Muslimin Indonesia) Kabupaten Bandung. “Sangat menarik! Di tahun 1929, ratu Ema dari stasiun radio Kootwijk-Belanda , say helo kepada istri Gubernur jendral Hindia Belanda di stasiun radio Malabar…”HALLO BANDUNG…DISINI DENHAAG!”..Tiga hari setelah peresmia Ratu Belanda Wilhelmina mengirim pesan radio ke Gunung Puntang. Pesan itu berbunyi… HALLO BANDOENG…” bangga May Ramadhan, sang sutradara.

    Jadi jujur aja, ridingread.com sangat bangga diajak mereka menjadi bagian dari pembuatan film pendek documenter ini. Sipnya, support  dari bikers juga besar. Misalnya datang dari bro Kresna Harumansyah (life members MMC Outsiders Indonesia) yang ikhlas meminjamkan Honda Steed choppernya jadi property shooting. Makin afdal, tim film juga didampingi Deddy Noer, Dewan Senior Klub dan bendahara LESBUMI Kabupaten Bandung, kang Viki Taufiq Hidayat.

    Proses pembuatan filmnya juga asyik! Jum’at (14 September)  malam baru tiba di Bandung dijemput tim film langsung ngambil motor. Tengah malam riding menuju Cibeureum, Kaki Gunung Wayang untuk menginap semalam. Sekadar info..riding malam kesana jelas penuh tantangan! Suhu di sana berkisar 15 derajat saja..brrrrr….Pagi menjelang, kami shoot adegan riding sekaligus abadikan lansekap Gunung Wayang. Beres dari sana, bergeser ke zona Banjaran, kaki Gunung Puntang. Nah, buat yangn suka fast corner…sedikit geber, jalanan ke arah taman wisata Gunung Puntang sangat memungkinkan. Kondisi jalanan oks dan fasilitas turisme juga baik.Nggak heran banyak pelacong mendirikan tenda di sini.

Oh ya, ada kesan mendalam saat proses shooting. Atas kebutuhan skrip, kami butuh objek yang bersih dan sepi. “Tentu ini jadi masalah, mengingat di sini ramai sekali pengunjungf. Syukurlah, rekan-rekan campers rela tendanya dipindahkan sementara agar tidak ‘bocor’ kamera. Thank’s atas support dan pengertiannya,” tulus sang produser.

Nah, kalian penasaran khan kayak apa filmnya..tunggu sambil menahan napas panjang, he..he..support..respect and salute!

Follow Ig @ridingreads dan FB riding read

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

%d bloggers like this: