Wed. Oct 27th, 2021
Etika Melakukan Touring Sepeda Motor

Etika Melakukan Touring Sepeda Motor

Apa saja etika ketika touring jarak jauh bersepeda motor.

Touring menjadi sebuah kegiatan berkendara keluar kota baik dilakukan sendiri maupun berkelompok dengan tujuan ke suatu tempat di kota lain.

Saat touring menggunakan sepeda motor, hak dan kewajiban ketika menggunakan jalan umum perlu diperhatikan.

Tidak ada alasan untuk mengedepankan ego pribadi, arogansi, dan merugikan pengguna jalan lain.

Banyak komunitas sepeda motor melakukan perjalanan jarak jauh, untuk sedikit menyegarkan pikiran kembali, di akhir pekan ataupun ketika libur panjang.

Namun melakukan perjalanan jarak jauh secara berkelompok wajib memperhatikan etika dalam berkendara.

agar tidak mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengendara lain,” ujar Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora.

Pertama, wajib memperhatikan penggunaan lampu hazard kapan harus digunakan ketika berkendara secara berkelompok.

Sesuai dengan UU No. 22 tahun 2009 dan Norma Safety, lampu hazard hanya digunakan dalam situasi darurat dan kondisi berbahaya.

Tidak diperbolehkan digunakan pada kesempatan lain seperti konvoi atau bergerak lurus di perempatan jalan,” ujar Ludhy.

Lebih lanjut, Ludhy mengatakan, “Poin Kedua yaitu jangan sampai mengganggu pengguna jalan lain dan berkendaralah dengan sopan dan sesuai aturan.

Bahkan untuk touring dengan tidak didampingi pihak yang memiliki kewenangan diskresi, para bikers tidak diperbolehkan menghalangi kendaraan lain agar bisa lewat.

Apabila terdapat lampu lalu lintas dengan kondisi lampu merah menyala, sebagai pengendara yang baik kita harus tetap mematuhi peraturan lalu lintas.

Dengan cara berhenti dan tidak menerobos lampu merah walaupun kita berkelompok ataupun menggunakan motor dengan jenis apapun.

Pahami tata cara konvoi saat touring dengan memiliki Group Riding Officers, seperti Road Captain (RC).

Juga Safety Officers (Blockers, Mid-Officers & Sweeper) yang memiliki tugas masing-masing untuk memastikan kegiatan touring aman bagi kelompok ataupun pengendara lain.

Ketiga, menyelenggarakan Pre-Convoy Meeting, wajib dihadiri oleh seluruh peserta touring.

Agar peserta riding memahami dan mampu melakukan signal communication, tertib berlalu lintas, tidak arogan, tidak eksklusif serta tidak saling menyalip.

Keempat, pastikan tidak membawa beban yang berlebih karena bisa mempengaruhi keseimbangan dan menurunkan kualitas kendali sepeda motor.

Jika ada pengendara mengantuk ketika berkendara, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak,” ujar Ludhy.

Kelima, saat konvoi dalam rombongan jumlah besar misalnya lebih dari 100 motor, dibuat beberapa grup, idealnya tidak melebihi 20 bikers.

Hal ini demi alasan keselamatan, kenyamanan bagi anggota konvoi serta pengguna jalan lainnya.

Sebelum melakukan touring dengan jarak jauh, jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan tubuh ringan.

Agar membuat tubuh menjadi lebih rileks dan memiliki respon yang baik, bila ada suatu potensi bahaya di jalan raya.

Dan jangan lupa untuk selalu #Cari_Aman saat berkendara.

Untuk dapat info lebih banyak mengenai ketangguhan motor Honda dalam Touring, dapat menghubungi PT Daya Adicipta Motora.

Jl. Raya Cibeureum No.26, Campaka, Kec. Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40184 atau melalui chatbot DARA di 0811-2291-723.

bisa melalui Facebook Always Honda dan Instagram @AlwaysHonda. Website: https://www.daya-motora.com/

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: