Wed. Sep 23rd, 2020
Ducati Casey Stoner MotoGP 2007 Winner

DUCATI YANG JADI LEGEND BY M0R4

Prestasi Ducati banyak mendominasi pada kejuaraan dunia two-wheelers yang bertenaga besar atau superbike.

Sampai tahun 2015 saja sudah bisa mencapai juara dunia dari 14 pembalap dan 17 kali kemenangan sebagai pabrikan.

Kesuksesan dalam mengikuti kejuaraan dunia two-wheeler memang sangat dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama kehebatan pengembangan mesin. Kedua keunggulan pembalap untuk menjinakkannya. Dengan pertimbangan tersebut. Kali ini Ridingread pilihkan two-wheelers terbaik jebolan pabrikan Ducati yang menjadi legend.

  1. Ducati NCR 900 SS TT1
    Sejarah prestasi Ducati tidak bisa dilepaskan dari pembalap Mike Hailwood sebagai jawara TT Formula 1 World Championship tahun 1978. Pembalap Inggris inilah yang penorehkan prestasi Ducati pada TT Formula 1 World Championship di Isle of Man tahun 1978. Prestasi ini sekaligus prestasi pertama Ducati di kejuaraan dunia. Mike Hailwood menunggangi Ducati 900 SS yang memang disiapkan Steve Wynne dari perusahaan Sport Motor Cycles di Manchester untuk lomba ketahanan. Dikerjakan oleh mekanik terbaik dan dirakit oleh NCR.
    Ducati 900 SS bertenaga 864 cc, mencapai 80 daya kuda pada rpm 7.000, mampu menerjang sampai 225 km/jam dengan berat 205 kg. Hailwood menggeber Ducati 900 ss hingga mencapai 110,62 mil per jam dalam satu lap, 9 mil lebih banyak dari rekor sebelumnya. Meski tenaganya lebih kecil dari two-wheeler keluaran pabrikan Honda. Tapi pasangan Ducati 900 SS dengan Mike Hailwood menjadi paduan jawara di saat itu.
  1. Ducati 916
    Menurut jurnalis The Daily Telegraph dan penulis Inggris Kevin Ash, desain Ducati 916 adalah perpaduan bentuk dengan fungsi yang serasi. Two-wheeler yang diproduksi antara tahun 1994 – 1998 ini menjadi salah satu rancangan yang berpengaruh dalam 20 tahun terakhir. Meski desainnya merupakan turunan dari Honda NR750. Karena sama-sama berknalpot di bawah kursi pembalap sehingga memiliki tampilan yang lebih ramping, lampu depan ganda serupa dan suspensi sekaligus menopang roda belakang dalam satu ayunan. Itu semua menjadi ciri khas Ducati 916.
    Ducati 916 bertenaga 916 cc (56 cubic inch) mampu hingga 9.000 rpm, V-twin bersudut 90 derajat dengan sistem injeksi bahan bakar, 4 katup masuk juga buang. Mesin ini tipe Desmodromic dan berpendingin cairan. Kecepatan puncak 257 km/jam (159.7 mph) hingga 260 km/jam (161.6 mph). Suspensi depan Showa: 43 mm (1.7 in). Suspensi belakang: Showa atau Öhlins swingarm. Berat total 194.5 kg (429 lb).
    Secara keseluruhan Ducati 916 memenangkan 5 perlombaan. Di Superbike World Championship (SBK) ditunggangi Carl Fogarty jawara tahun 1994, 1995 dan 1998 dan ditunggangi Troy Corser menjadi jawara tahun 1996. Pada British Superbike Championship Ducati 916 ditunggangi Steve Hislop jadi jawara tahun 1995.
  1. Ducati 996
    Diproduksi sejak 1999 terdapat beberapa tipe yaitu Ducati 996. Ducati 996 S dengan suspensi Öhlins. Tipe 996 SPS atau Sport Production Special. Khusus pasar Eropa dengan mesin yang lebih bertenaga tapi lebih ringan. Beberapa bagian dibuat dari bahan titanium dan serat karbon. Tahun 2001 produksi 996 SPS distop digantikan dengan 996 R (Racing). Diproduksi hanya dalam jumlah 500. Bagian pengembangan terpenting adalah desain mesin baru yang diberi nama Testastretta. Nama ini diambil dari sudut yang lebih kecil, hanya 25 derajat, antara katup masuk dan buang. Noken as lebih agresif. Batang piston terbuat dari titanium yang lebih kuat, piston yang lebih pendek dengan batang yang lebih lebar. Ini semua membuat Ducati 996 R lebih aman di RPM tinggi 8.000 hingga 10.200. Ini hasil desain Marchetti yang jebolan tim balap F1 Ferrari.
    Secara keseluruhan Ducati 996 memenangkan 6 perlombaan. Di Superbike World Championship (SBK) ditunggangi Carl Fogarty jawara tahun 1999. Ducati 996 R ditunggangi Troy Bayliss jawara tahun 2001. Pada Australian Superbike Championship Ducati 996 R ditunggangi Steve Martin jadi jawara tahun 1999. Selain itu pada British Superbike Championship ditunggangi Troy Bayliss jadi jawara tahun 1999, ditunggangi Neil Hodgson jawara tahun 2000, ditunggangi John Reynolds jawara tahun 2001.
  1. Ducati 1098
    Pada bulan Juni 2007 FIM mengumumkan bahwa mulai tahun 2008 batas kapasitas mesin bisa mencapai 1200 cc untuk Superbike World Championship. Berdasarkan keputusan itu Ducati makin getol untuk menyiapkan two-wheelers terbaiknya.
    Ducati 1098 lahir dari desainer internal Giandrea Fabbro. Diproduksi mulai 2007 hingga 2009 dalam tiga versi 1098, 1098 S dan 1098 R. Bertenaga 1099 – 1199 cc dengan mesin V-Twin bersudut 90 derajat, 4 katup masuk & buang Desmodromic khas Ducati serta berpendingin cairan dengan berat total 173 kg (381 lb).
    Untuk yang suka memacu adrenalin dengan kecepatan tinggi. Ini memang jadi pilihan yang pas. Akselerasi 0 – 60 mph Ducati 1098 bisa dalam waktu hanya 3 detik. Sangat cepat gaes. Kecepatan puncaknya pada 173.3 mph (279 km/h).
    Secara keseluruhan Ducati 996 memenangkan 7 perlombaan. Di Superbike World Championship (SBK) ditunggangi Troy Bayliss jawara tahun 2008 dan ditunggangi Carlos Checa jawara tahun 2011. Pada FIM Superstock 1000 Cup ditunggangi Niccolo Canepa jawara tahun 2007. Ditunggangi Brendan Roberts jawara tahun 2008. Ditunggangi Xavier Simeon jawara tahun 2009. Dan ditunggangi Davide Giugliano jadi jawara tahun 2011. Selain itu pada British Superbike Championship Ducati 1098 ditunggangi Shane Byrne juga jadi jawara di tahun 2008.
  1. Ducati Desmosedici GP7
    Terpilih menjadi peringkat pertama mengingat pertamakalinya Ducati menjadi jawara motoGP hingga sekarang. Hal itu juga merupakan perpaduan dahsyat antara Casey Stoner dengan Ducati 800 cc.
    Ducati Desmosedici GP7 merupakan hasil cemerlang program pengembangan tim Ducati. Perubahan besar terjadi dengan penurunan kapasitas mesin. Dari 990 cc menjadi mesin baru 800 cc. Memang penurunan kapasitas ini mengurangi tenaga yang dihasilkan. Tapi ada keunggulan lain yang bisa diraih. Two-wheelers jadi lebih ringan sehingga bisa lebih cepat saat ditikungan. Ini terbukti dengan hasil tes kecepatan setiap lap naik secara signifikan.
    Aspek penting lain ketangguhan torsi hingga 225 daya kuda. Hasil mesin 800 cc dengan L-twin. Kecepatan yang bisa dicapai hingga 330 km/h. Meski urutan sistem pembakaran yang biasa saja. Tapi bisa memaksimalkan tenaga dan konsumsi bahan bakar. Mesin dirancang untuk penyempurnaan daya dukung beban dengan sasis yang lebih pendek, sub-frame dipasang langsung pada mesin tanpa bingkai lagi. Ini memberikan hasil yang optimal serta ruang pijakan kaki yang lebih baik. Semua fokus untuk membuat jadi lebih ringan dan memurnikan fungsi setiap komponen.
    Hasil gemilangpun bisa dicapai Ducati Desmosedici GP7 yang ditunggangi Casey Stoner menjadi jawara MotoGP tahun 2007. Stoner bisa memenangkan kejuaraan dunia pada 23 September 2007 di GP Motegi Jepang walaupun masih tersisa 4 perlombaan lagi. Mantap!!

Dari daftar di atas, kasih komentar mana yang bisa jadi favorit gaes?

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: