Wed. Sep 30th, 2020

Sastro Aji, prepare perform

DARI MAHASIWA/I KORBAN PT.KAI HINGGA BANSER & SANTRI YANG DI HIPNOTIS OLEH LESBUMI PBNU di HAUL Mbah Lim. by Yankee, Foto By Yankee

Abdullah Wong, prepare!
Sastro Aji, prepare perform

 

Seiring fasilitas gerbong PT.KAI yang semakin membaik bukan berarti gak ada cacat dalam setiap perjalanannya. Pada 22 April 2018 sejumlah Empat ratus sembilan puluh lima ribu untuk tiket kereta Bogowonto  melayang sia-sia. Ketiga mahasiswa/i Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta harus kecewa gak bisa ikut ujian di kampusnya karena keterlambatan kereta Kutojaya Selatan dari Kiaracondong Bandung. Akibat keterlambatan kereta Kutojaya Selatan ketiga pelajar itu gagal menunggu kereta Bogowonto di statiun Kroya. Complain pun ditanggapi dingin. Perusahaan besar sekelas PT KAI sudah gak peduli dgn masa depan generasi milenial yg akhirnya gagal ikut ujian. Kompensasi minta ganti rugi di Statiun Kutoarjo pun gak di gubris oleh Wakil Kepala Statiun disana. Mereka para pelajar itu bukan konglomerat yg banyak duit.

 

Hampir semua kereta jurusan timur di minggu akhir bulan april 2018 memang sangat padat. Ridingread akhirnya harus nyampe di Gresik dengan empat kali estafet, dua kali kereta dan dua kali naik bus. Bisa hadir di acara peringatan berdirinya PMII ke 58 di Pengurus Komisariat Atas Langit – Daruttaqwa Gresik, di gabung dgn peringatan Hari Lahir R.A Kartini serta memperingati Hari Bumi dan Hari Buku yang di gelar di kantor kecamatan Manyar Gresik, akhirnya bisa lebih mengetahui dinamika kabupaten Gresik sebagai kota Industri.

 

Ketua Komisariat PMII Atas Langit Gresik, Bob Nasrin menyampaikan beberapa hal mengenai situasi perkembangan usaha kedai kopi yg semakin marak di Gresik. Sementara Bang Rosyid yg menjadi pengurus cabang PMII Gresik lebih banyak bercerita tentang usahanya di bidang tambak udang di sebuah kedai kopi yg buka selama 24 Jam. Lima buah Gazebo di halaman kedai kopi itu memang sangat nyaman.

 

Selasa siang dua puluh empat april dua ribu delapan belas ridingread harus segera meninggalkan Gresik dan meluncur ke kota Surabaya.  Agenda ridingread di kota pahlawan ini di habiskan dengan melihat situasi peninggalan bangunan sejarah yang telah di hancurkan. Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim gak bisa menjaga peninggalan dan saksi sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo yg dipimpin oleh Bung Tomo. Bangunan di jalan Mawar yang dulunya tempat siaran radio saat Bung Tomo membakar semangat arek Suroboyo itu sekarang sudah rata dengan tanah. Memprihatinkan.

 

Haul Mbah Lim ke 6

 

Peringatan wafatnya Kiayi kharismatik dan super nyentrik, Mbah Lim yang ke 6 diaelenggarakan di pondok pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti di Troso Kab Klaten Jawa Tengah. Tema acara haul sekarang bertajuk ” HIDMAH PADA NKRI PANCASILA. ” Sejak pagi hari Semaan Alquran, Dzikir dan Tahlil menjadi bagian awal acara Haul ke-6. Kegiatan ini di ikuti oleh hampir semua warga di sekitar pesantren. Dzikir dan Tahlil berakhir pada sore hari sekitar pukul tujuhbelas. K.H Syaifudin Zuhri menutup acara semaan alquran, dzikir dan tahlil dengan menyampaikan satu kalimat yang tentunya sudah melalui perenungan yg sangat dalam. ” Yang bisa membubarkan NKRI hanya Allah swt ” begitu singkat apa yg disampaikan oleh K.H Syaifudin Zuhri, tapi makna nya sangat dalam.

 

 

BANSER & SANTRI di HIPNOTIS LESBUMI PBNU

 

Ketua LESBUMI PBNU K.H Agus Sunyoto , Abdullah Wong , Gus Sastro, Dalang Gus Adri, Dalang Lek Jumali , Gus Barock , Gus Helmi, dan beberapa pengurus lesbumi daerah juga hadir di acara ini. Pemaparan sejarah tentang Indonesia di sampaikan secara singkat dan jelas oleh K.H Agus Sunyoto dengan mengupas makna agkaa sembilan yang erat kaitannya dgn indonesia. Semua yang hadir dgn seksama mengikuti apa yang di sampaikan oleh belaiu.

 

Hadirnya LESBUMI PBNU di acara Haul nya Mbah Lim tentu saja semakin memanjakan para santri. Materi hiburan dan budaya yang di kemas sangat apik mampu menghipnotis para santri sampai bisa berjoget dan bernyanyi. Siapa aktor dibalik ini semua sehingga para santi tetap enjoy ? Mereka adalah Gus Satro , Abdulah Wong Gus Adri dan Lek Jumali dibantu juga dgn hadirnya penyanyi jalanan Iwenk Fals dkk.

 

Lagu Saptawikrama yg liriknya ditulis oleh Abdullah Wong dan di arransemen dgn sangat manis oleh Gus Satro , bikin suasana Pesantren seolah sedang menggelar musik religi berbalut Jazz dgn  sentuhan soft rock serta musik padang pasir bernuansa pop indonesia. Lirik lagu yg menyentuh dgn beat musik yg manis mampu membuat semua berdecak kagum. Pagelaran Wayang Kulit dgn dalamg kondang Gus Adri dikemas apik yang membuat acara budaya yg di tampilkan LESBUMI PBNU menjadi sangat berkelas. Anggota BANSER KLATEN pun di buat kaget oleh Abdullah Wong. Dua kata PANCA SILA di hadirkan oleh beliau dgn bermacam lagam dan logat. Tepat pukul 3 dini hari acara selesai dengan aman dan tertib.

 

Bazaar yang di gelar pun terbilang sukses. Para pedagang yg hadir juga mendapat berkah dan hampir semuanya ludes terjual. Alhamdulillah.

 

See you Gaeess….

IKLAN

Be there bro…

 

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: