Thu. Oct 1st, 2020

Dampak Covid-19, Jeffrey Polnaja men-reschedule perjalanan keliling dunianya By Lutfi

“Menurut saya, Pandemi Covid-19 itu banyak postifnya, coba liat, langit terlihat biru dan polusi udara berkurang, ya kan ?, seger lihatnya,” Kata Seorang biker asal indonesia yang sedang melakukan perjalanan keliling dunia itu, Jefrey Polnaja, saat dikonfirmasi ridingread.com melalui sambungan telpon, Rabu (29/04/2020).

Virus Covid-19, membuat Perjalanan keliling dunia seorang Windrider , Jefrey Polnaja, dengan misi eqoatoridenya terkendala. Ia terpaksa harus menreschedule Perjalanan yang direncanakannya bakal mengexplore kawasan negara-negara tropis benua Australia di 25 negara dengan memakan waktu hingga 2 tahun.

Biker pembawa misi persaudaraan dalam lingkup dunia itu, menyampaikan, awalnya masih bisa riding, karena masih ada kawasan atau tempat pelosok yang sepi penduduk, jarang didatangi orang, dan asyik untuk diexplore. Tapi kemudian, dari pemerintah Australia mengeluarkan aturan untuk tidak keluar rumah terlebih dulu, semacam himbauan untuk stay home dan pentupan batas antar kota. “Saya menganggap ini bagian dari rintangan dalam perjalanan,” ujarnya.

Dalam perjalan ada rintangan itu sudah pasti, ia bercerita kalau dirinya beberapa waktu lalu sempat tertabrak, waktu di Brunei, dan motornya pun rusak.

Kemudian, dengan nada santai, ia berkata, orang sekarang banyak mengeluh, sebelum adanya covid-19 mengeluh kerja diluar dan beraktivitas diluar rumah. Sekarang digiliran dikasih waktu untuk beraktivitas dan melakukan segala sesuatu di rumah aja ngeluh juga. “Aneh kan ???,” tegasnya sambil tertawa hahaha…….

“Gak repot kan, kalau sedang di rumah, ya inget apa yang di rumah, kalau sedang, kalau sedang dijalan ya yang dijalan aja diingat-ingat, gitu kang,” tegasnya.

Meski ridingnya harus diberhentikan untuk sementara waktu, tidak lantas membuat seorang tokoh biker indonesia itu berdiam diri saja. Ia mensiasati hari-harinya dengan mengisi kegitan-kegiatan positif.

“Prinsip saya, jangan buat batasan-batasan dalam hidup. Dengan usia yang tidak muda pada saat ini bukan berarti saya harus membatasi gerak dan berdiam diri, yang penting adalah pola pikir dan selalu bersyukur kepada Tuhan,” ucap pria berumur 58 tahun itu.

Di akhir perbincangan, Kang JJ menegaskan, bahwa ia selalu memandang setiap perjalanannya sebagai bagian dari usaha untuk menikmati kebesaran Sang Pencipta.

Respect Brothers !

Menurut saya pribadi (Penulis) Kang JJ adalah Generasi menolak rentan dan menjadi panutan bagi generasi muda untuk membawa semangat untuk terus berkarya.

Follow FB dan IG ridingread

Leave a Reply

ridingread.com

Selamat membaca, selamat mengunggah, selamat mengunduh dan selamat bergabung menjadi keluarga kami, keluarga besar ridingread.

ridingread on Social Media

Visit Us On TwitterVisit Us On FacebookVisit Us On YoutubeVisit Us On Instagram
%d bloggers like this: